<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632</id><updated>2012-02-03T18:01:00.283+07:00</updated><category term='Kacerbonan'/><category term='Serambi'/><category term='Ajengan'/><category term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Magarsari Post</title><subtitle type='html'>SOEARA PRIBOEMI...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>102</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-6488842795187552197</id><published>2012-02-03T18:01:00.000+07:00</published><updated>2012-02-03T18:01:00.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Perayaan Maulid Nabi dan Kontroversi Ma'na Bid’ah</title><content type='html'>&lt;span class="judul_hijauK"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;Peryataan  bahwa perayaan maulid Nabi adalah amalan bid'ah adalah peryataan sangat  tidak tepat, karena bid'ah adalah sesuatu yang baru atau diada-adakan  dalam Islam yang tidak ada landasan sama sekali dari dari Al-Qur'an dan  as-Sunah. Adapun maulid  walaupun suatu yang baru di dalam Islam akan  tetapi memiliki landasan dari Al-Qur'an dan as-Sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada maulid Nabi di dalamya banyak sekali nilai ketaatan, seperti: sikap  syukur, membaca dan mendengarkan bacaan Al-Quran, bersodaqoh,  mendengarkan mauidhoh hasanah atau menuntut ilmu, mendengarkan kembali  sejarah dan keteladanan Nabi, dan membaca sholawat yang kesemuanya telah  dimaklumi bersama bahwa hal tersebut sangat dianjurkan oleh agama dan  ada dalilnya di dalam Al-Qur'an dan as-Sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;&lt;b&gt;Pengukhususan Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyatakan bahwa menjadikan maulid dikatakan bid'ah adalah adanya pengkhususan (&lt;i&gt;takhsis&lt;/i&gt;)  dalam pelakanaan di dalam waktu tertentu, yaitu bulan Rabiul Awal yang  hal itu tidak dikhususkan oleh syariat. Pernyataan ini sebenarnaya perlu  di tinjau kembali, karena &lt;i&gt;takhsis &lt;/i&gt;yang dilarang di dalam Islam ialah &lt;i&gt;takhsis &lt;/i&gt;dengan  cara meyakini atau menetapkan hukum suatu amal bahwa amal tersebut  tidak boleh diamalkan kecuali hari-hari khusus dan pengkhususan tersebut  tidak ada landasan dari &lt;i&gt;syar'i &lt;/i&gt;sendiri(Dr Alawy bin Shihab, &lt;i&gt;Intabih Dinuka fi Khotir&lt;/i&gt;: hal.27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berbeda dengan penempatan waktu perayaan maulid Nabi pada bulan  Rabiul Awal, karena orang yang melaksanakan maulid Nabi sama sekali  tidak meyakini, apalagi menetapkan hukum bahwa maulid Nabi tidak boleh  dilakukan kecuali bulan Robiul Awal, maulid Nabi bisa diadakan kapan  saja, dengan bentuk acara yang berbeda selama ada nilai ketaatan dan  tidak bercampur dengan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhususan waktu maulid disini bukan kategori takhsis yang di larang syar'i tersebut, akan tetapi masuk kategori &lt;i&gt;tartib &lt;/i&gt;(penertiban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhususan waktu tertentu dalam beramal sholihah adalah diperbolehkan,  Nabi Muhammad sendiri mengkhusukan hari tertentu untuk beribadah dan  berziaroh ke masjid kuba, seperti diriwatkan Ibnu Umar bahwa Nabi  Muhammad mendatangi masjid Kuba setiap hari Sabtu dengan jalan kaki atau  dengan kendaraan dan sholat sholat dua rekaat di sana (HR Bukhari dan  Muslim). Ibnu Hajar mengomentari hadis ini mengatakan: "Bahwa hadis ini  disertai banyaknya riwayatnya menunjukan diperbolehkan mengkhususan  sebagian hari-hari tertentu dengan amal-amal salihah dan dilakukan  terus-menerus".(&lt;i&gt;Fathul Bari &lt;/i&gt;3: hal. 84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi juga berkata senada di dalam kitab &lt;i&gt;Syarah Sahih Muslim&lt;/i&gt;.  Para sahabat Anshor juga menghususkan waktu tertentu untuk berkumpul  untuk bersama-sama mengingat nikmat Allah,( yaitu datangnya Nabi SAW)  pada hari Jumat atau mereka menyebutnya Yaumul 'Urubah dan direstui  Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat difahami, bahwa pengkhususan dalam jadwal Maulid, Isro'  Mi'roj dan yang lainya hanyalah untuk penertiban acara-acara dengan  memanfaatkan momen yang sesui, tanpa ada keyakinan apapun, hal ini  seperti halnya penertiban atau pengkhususan waktu sekolah, penghususan  kelas dan tingkatan sekolah yang kesemuanya tidak pernah dikhususkan  oleh syariat, tapi hal ini diperbolehkan untuk ketertiban, dan umumnya  tabiat manusia apabila kegiatan tidak terjadwal maka kegiatan tersebut  akan mudah diremehkan dan akhirnya dilupakan atau ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara maulid di luar bulan Rabiul Awal sebenarnya telah ada dari dahulu, seperti acara pembacaan kitab &lt;i&gt;Dibagh wal Barjanji &lt;/i&gt;atau  kitab-kitab yang berisi sholawat-sholawat yang lain yang diadakan satu  minggu sekali di desa-desa dan pesantren, hal itu sebenarnya adalah  kategori maulid, walaupun di Indonesia masyarakat tidak menyebutnya  dengan maulid, dan jika kita berkeliling di negara-negara Islam maka  kita akan menemukan bentuk acara dan waktu yang berbeda-beda dalam acara  maulid Nabi, karena ekpresi syukur tidak hanya dalam satu waktu tapi  harus terus menerus dan dapat berganti-ganti cara, selama ada nilai  ketaatan dan tidak dengan jalan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semisal di Yaman, maulid diadakan setiap malam jumat yang berisi bacaan  sholawat-sholawat Nabi dan ceramah agama dari para ulama untuk selalu  meneladani Nabi. Penjadwalan maulid di bulan Rabiul Awal hanyalah murni  budaya manusia, tidak ada kaitanya dengan syariat dan barang siapa yang  meyakini bahwa acara maulid tidak boleh diadakan oleh syariat selain  bulan Rabiul Awal maka kami sepakat keyakinan ini adalah &lt;i&gt;bid'ah dholalah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;&lt;b&gt;Tak Pernah Dilakukan Zaman Nabi dan Sohabat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara orang yang mengatakan maulid adalah bid'ah adalah karena acara  maulid tidak pernah ada di zaman Nabi, sahabat atau kurun salaf.  Pendapat ini muncul dari orang yang tidak faham bagaimana cara  mengeluarkan hukum(&lt;i&gt;istimbat&lt;/i&gt;) dari Al-Quran dan as-Sunah. Sesuatu yang tidak dilakukan Nabi atau Sahabat –dalam term ulama usul fiqih disebut &lt;i&gt;at-tark&lt;/i&gt;  – dan tidak ada keterangan apakah hal tersebut diperintah atau dilarang  maka menurut ulama ushul fiqih hal tersebut tidak bisa dijadikan dalil,  baik untuk melarang atau mewajibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui pengertian as-Sunah adalah perkatakaan, perbuatan dan persetujuan beliau. Adapun &lt;i&gt;at-tark &lt;/i&gt;tidak  masuk di dalamnya. Sesuatu yang ditinggalkan Nabi atau sohabat  mempunyai banyak kemungkinan, sehingga tidak bisa langsung diputuskan  hal itu adalah haram atau wajib. Disini akan saya sebutkan alasan-alasan  kenapa Nabi meninggalkan sesuatu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;Nabi meniggalkan sesuatu karena hal tersebut sudah masuk di dalam  ayat atau hadis yang maknanya umum, seperti sudah masuk dalam makna  ayat: "&lt;i&gt;Dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan&lt;/i&gt;.''(QS Al-Haj: 77). Kebajikan maknanya adalah umum dan Nabi tidak menjelaskan semua secara rinci.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;Nabi meninggalkan sesutu karena takut jika hal itu belai lakukan akan  dikira umatnya bahwa hal itu adalah wajib dan akan memberatkan umatnya,  seperti Nabi meninggalkan sholat tarawih berjamaah bersama sahabat  karena khawatir akan dikira sholat terawih adalah wajib.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;Nabi meninggalkan sesuatu karena takut akan merubah perasaan sahabat, seperti apa yang beliau katakan pada siti Aisyah: "&lt;i&gt;Seaindainya  bukan karena kaummu baru masuk Islam sungguh akan aku robohkan Ka'bah  dan kemudian saya bangun kembali dengan asas Ibrahim as. Sungguh Quraiys  telah membuat bangunan ka'bah menjadi pendek&lt;/i&gt;." (HR. Bukhori dan  Muslim) Nabi meninggalkan untuk merekontrusi ka'bah karena menjaga hati  mualaf ahli Mekah agar tidak terganggu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;Nabi meninggalkan sesuatu karena telah menjadi adatnya, seperti di  dalam hadis: Nabi disuguhi biawak panggang kemudian Nabi mengulurkan  tangannya untuk memakannya, maka ada yang berkata: "itu biawak!", maka  Nabi menarik tangannya kembali, dan beliu ditanya: "apakah biawak itu  haram? Nabi menjawab: "&lt;i&gt;Tidak, saya belum pernah menemukannya di bumi kaumku, saya merasa jijik!&lt;/i&gt;"  (QS. Bukhori dan Muslim) hadis ini menunjukan bahwa apa yang  ditinggalkan Nabi setelah sebelumnya beliu terima hal itu tidak berarti  hal itu adalah haram atau dilarang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;Nabi atau sahabat meninggalkan sesuatu karena melakukan yang lebih  afdhol. Dan adanya yang lebih utama tidak menunjukan yang diutamai (&lt;i&gt;mafdhul&lt;/i&gt;) adalah haram.dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang lain (untuk lebih luas lih. Syekh Abdullah al Ghomariy. &lt;i&gt;Husnu Tafahum wad Dark limasalatit tark&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi bersabda : "Apa yang dihalalakan Allah di dalam kitab-Nya maka  itu adalah halal, dan apa yang diharamkan adalah haram dan apa yang  didiamkan maka itu adalah ampunan maka terimalah dari Allah ampunan-Nya  dan Allah tidak pernah melupakan sesuatu, kemudian Nabi membaca : "&lt;i&gt;dan tidaklah Tuhanmu lupa&lt;/i&gt;". (HR. Abu Dawud, Bazar dll.) dan Nabi juga bersabda: "&lt;i&gt;Sesungguhnya  Allah menetapkan kewajiban maka jangan enkau sia-siakan dan menetapkan  batasan-batasan maka jangan kau melewatinya dan mengharamkan sesuatu  maka jangan kau melanggarnya, dan dia mendiamkan sesuatu karena untuk  menjadi rahmat bagi kamu tanpa melupakannya maka janganlah membahasnya&lt;/i&gt;". (HR.Daruqutnhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah berfirman : "&lt;i&gt;Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka  terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan  bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya&lt;/i&gt;." (QS.Al Hasr:7) dan Allah tidak berfirman  dan apa yang ditinggalknya maka tinggalkanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dapat disimpulkan bahwa "at-Tark" tidak memberi faidah hukum haram,  dan alasan pengharaman maulid dengan alasan karena tidak dilakukan Nabi  dan sahabat sama dengan berdalil dengan sesuatu yang tidak bisa  dijadikan dalil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Suyuti menjawab peryataan orang yang mengatakan: "Saya tidak tahu  bahwa maulid ada asalnya di Kitab dan Sunah" dengan jawaban: "Tidak  mengetahui dalil bukan berarti dalil itu tidak ada", peryataannya Imam  Suyutiy ini didasarkan karena beliau sendiri dan Ibnu Hajar al-Asqolaniy  telah mampu mengeluarkan dalil-dalil maulid dari as-Sunah. (Syekh Ali  Jum'ah. &lt;i&gt;Al-Bayanul  Qowim&lt;/i&gt;, hal.28)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;&lt;b&gt;Zarnuzi Ghufron&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;&lt;i&gt;Ketua LMI-PCINU Yaman dan sekarang sedang belajar di Fakultas Syariah wal Qonun  Univ Al-Ahgoff, Hadramaut, Yaman&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_normal"&gt;&lt;i&gt;http://www.nu.or.id/Ubudiyyah/ &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-6488842795187552197?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/6488842795187552197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/02/perayaan-maulid-nabi-dan-kontroversi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/6488842795187552197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/6488842795187552197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/02/perayaan-maulid-nabi-dan-kontroversi.html' title='Perayaan Maulid Nabi dan Kontroversi Ma&apos;na Bid’ah'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-3359415690848558513</id><published>2012-02-01T17:52:00.000+07:00</published><updated>2012-02-02T18:10:31.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Muludan, Momen Mensuriteladani Nabi Muhammad Saw.</title><content type='html'>Mulud  atau muludan berasal dari kata maulid yang berarti kelahiran. Kata  muludan sangat familier bagi orang-orang Cirebon, namun buat wilayah  lain seperti Jakarta mengenalnya dan menyebutnya sebagai Maulid Nabi  Muhammad. Terlepas dari pendapat pro dan kontra mengenai peringatan  maulid nabi atau muludan saya tidak mau berpolemik tentang hal ini.&lt;br /&gt;Mendengar kata muludan “isun dadi kelingan ning Cirebon, kelingan nig  wong tuo, ning sedulur, batur-batur, sekabene, tumplek dadi siji”.  Walaupun dahulu saya tidak ngerti sama sekali apa itu muludan, tapi saya  bisa merasakan bahagia dan gembira kala muludan di Trusmi itu tiba.&lt;br /&gt;Mari kita suri tauladani sifat-sifat beliau yang mudah tapi susah,  yaitu: Sidik [jujur], Amanah [dipercaya], Tabligh [menyampaikan],  Fathonah [cerdas]. Mudahnya karena &lt;span id="more-4485"&gt;&lt;/span&gt;mungkin  serdari kecil sudah hafal diluar kepala [mudah dihafal] dan susahnya  karena mungkin kita masih berada di sifat-sifat mustahilnya, yaitu Kizib  [dusta], Khianat [ingkar], Kitman [menutupi], Baladah [bodoh]. Semoga  Allah membimbing kita dapat mesuritauladani sifat-sifat beliau yang  sangat mulia itu.&lt;br /&gt;Rasulullah bersifat sidik atau jujur [terang/jelas], murni, lurus.  Karenanya Rasulullah itu amanah [dipercaya] atas kesidikannya,  kejujurannya [terang/jelas], kemurniannya, kelurusannya. Output-nya  [Tabligh] Rasulullah adalah sidik itu sendiri, yang bukan rekayasa,  bukan perkiraan dan tidak mengada-ada, bukan angan-angan, tetapi  kesaksiannya Beliau disampaikan dengan jujur [terang/jelas], murni lagi  lurus. Sidik di tabligh [disampaikan] tetap jadi sidik, tidak ada amanah  yang berubah, tidak ada yang ditambah-tambah, tidak ada yang melenceng,  karenaya disebut fathonah [cerdas] spiritualnya.&lt;br /&gt;Kesimpulannya: Jika sidik [jujur] maka akan amanah [dipercaya], jika  amanah [dipercaya] maka tablignya [penyampainnya] pasti sidik [jujur]  dan amanah [dipercaya] kejujurannya [sidiknya], dan jika bertabligh maka  tablighnya fathonah [tidak ada yang berubah] yaitu jujur  [terang/jelas], murni lagi lurus.&lt;br /&gt;Dengan peringatan muludan, mari kita mengenal Muhammad Rasulullah  dengan mensuritauladani ahlak-Nya. Dengan peringatan maulid Nabi  Muhammad mari kita sampaikan shalawat dan salam kepada belaiu,  sebagaimana Allah dan para malaikatnya menyampaikan shalawat serta salam  kepada nabi Muhammad.&lt;br /&gt;Cirebon yang di kenal  religius, mempunyai  warisan dari para wali yang  telah menyalakan nuansa agamis di setiap sendi kehidupan. Sehingga  setiap upacara yang di warisi sejak jaman nenek moyang, di usahakan  bermakna dan bernilai ibadah baik ibadah ritual maupun ibadah sosial.  Beranjak dari hal itu, tak mengherankan jika cirebon sangat kental  dengan ritual keagaaman di setiap peristiwa.\&lt;br /&gt;Bulan robiul awal atau bulan maulud adalah salah satu bulan yang  mempunyai nilai lebih di bandingkan bulan lainnya. Di bulan mulud  lahirlah seorang manusia pilihan, dan rosul utusan Allah SWT, nyakni  Nabi Muhammad SAW. Dan Cirebon sebagai tanah wali yang merupakan penerus  sang nabi, pasti akan mengagungkan kelahiran nabi junjungan tersebut.  Di Keraton kasepuhan dan kanoman, sejak ratusan tahun silam, pada bulan  mulud diadakan serangkaian acara ritual memperingati bulan maulud nyakni  muludan biasa orang cirebon menyebutnya, sampai hari ini bulan mulud  berarti keramaian persisinya di alun-alun kasepuhan dan kanoman.  Sayangnya masyarakat sebagian besar hanya tahu malam pelal panjang jimat  saja( suatau prosesi benda2 keraton dan makanan khas muludan di arak  menuju masjid di depan keraton), padahal acara muludan telah di mulai 41  hari sebelum pelal panjang jimat, tepatnya tanggal 1 bulan safar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-3359415690848558513?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/3359415690848558513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/02/muludan-momen-mensuriteladani-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/3359415690848558513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/3359415690848558513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/02/muludan-momen-mensuriteladani-nabi.html' title='Muludan, Momen Mensuriteladani Nabi Muhammad Saw.'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-1845645636244193057</id><published>2012-01-18T19:45:00.004+07:00</published><updated>2012-01-18T20:20:08.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Manaqib Kyai Said Gedongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-MSeC64wlJpg/TxbG4lFvXAI/AAAAAAAAAjg/jz4tqNvNSFs/s1600/mushaf%2Bquran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MSeC64wlJpg/TxbG4lFvXAI/AAAAAAAAAjg/jz4tqNvNSFs/s320/mushaf%2Bquran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698961053815102466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepenggal kisah tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai Said &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Almaghfurlah KH. Muhammad Said&lt;/span&gt;, Pendiri Pondok Pesantren Gedongan, Cirebon) ini bersumber dari tulisan &lt;a href="https://www.facebook.com/ariefrizqillah" target="_blank"&gt;Arief Rizqillah Alq&lt;/a&gt; di &lt;a href="https://www.facebook.com/ariefrizqillah" target="_blank"&gt;http://paman-guru.blogspot.com/&lt;/a&gt; Semoga bisa menambah kecintaan kepada ulama dan dapat menambah wawasan kepesantrenan.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Bermain-main dengan Al-Qur’an&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Sekali&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;waktu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai Said &lt;/span&gt;diundang&lt;/span&gt; k&lt;span lang="EN-US"&gt;hataman (&lt;i&gt;tasyakkur&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;khotmil&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;qur’an&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;) oleh&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai Abdul Jamil &lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;Ayahanda &lt;span lang="EN-US"&gt;Kyai Abbas&lt;/span&gt; Buntet Pesantren&lt;span lang="EN-US"&gt;). Tampaknya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;acara&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;berjalan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;lancar. Sampai&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;di penghujung&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;acara,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;salah  satu santri salah melafalkan Alqur’an dengan benar sesuai kaidahnya.  Kontan saja Kyai Said yang sejak awal fokus mendengarkan langsung  berdiri dan berteriak, &lt;i&gt;“Jamil (memanggil Kyai Abdul Jamil), bocah aja dikongkon dolanan Qur’an&lt;/i&gt;  (Jamil, anak-anak jangan disuruh bermain-main dengan Qur’an).”  Begitulah Kyai Said yang selalu berhati-hati dalam setiap  tindak-tanduknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Secarik Kertas Lebih Berat daripada Daging Sapi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Di suatu acara tahlilan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai Said &lt;/span&gt;diminta untuk &lt;i&gt;ngimami&lt;/i&gt;  (memimpin) acara tahlil tersebut. Beliau pun mengimami tahlil tersebut.  Tawassul selesai, lalu langsung beralih ke bacaan tahlil (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;laa ilaaha  illallah&lt;/span&gt;). Baru tiga kali mengulangi bacaan tahlil, ternyata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai Said  &lt;/span&gt;sudah mengkeraskan bacaannya, menandakan tahlil telah selesai diiringi  dengan dilepasnya tasbihnya. Lalu, beliau menengadahkan tangannya,  memimpin jama’ah mendoakan jenazah yang baru meninggal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ternyata,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tahlil&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;singkat yang dipimpin&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai Said &lt;/span&gt;menuai&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;protes&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dari sang &lt;i&gt;sohibul&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;hajat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tak lain merupakan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;salah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;satu orang kaya di &lt;/span&gt;kampung tersebut&lt;span lang="EN-US"&gt;. Penyebab&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;protesnya sang tuan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;rumah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tak lain dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tak&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;bukan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;karena sang tuan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;r&lt;span lang="EN-US"&gt;umah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;merasa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;telah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menyiapkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;acara&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;semaksimal&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;mungkin, sebegitu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;wahnya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;bahkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tuan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;rumah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sampai&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menyembelih&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;satu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ekor&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sapi yang besar&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menjamu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;jama’ah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tahlil yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Memang dasarnya &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai Said &lt;/span&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ulama ‘alim&lt;/span&gt;, beliau &lt;span lang="EN-US"&gt;menjawabnya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;enteng, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lafadz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt; tahlil 3 kali saya lebih berat dari daging sapi yang sampeyan sembelih&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;”, t&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;utur&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kyai &lt;/span&gt;S&lt;span lang="EN-US"&gt;aid datar. &lt;/span&gt;S&lt;span lang="EN-US"&gt;udah&lt;/span&gt; bisa &lt;span lang="EN-US"&gt;ditebak&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;respon sang &lt;/span&gt;t&lt;span lang="EN-US"&gt;uan rumah, &lt;/span&gt;dia &lt;span lang="EN-US"&gt;tet&lt;/span&gt;a&lt;span lang="EN-US"&gt;p&lt;/span&gt; mem&lt;span lang="EN-US"&gt;protes&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menganggap&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kyai Said hanya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sedang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;berdalih&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;membenarkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dirinya. Kyai Said menanggapinya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menuliskan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;lafadz&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tahlil&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;selembar&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;kertas&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;lalu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menyuruh&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;beberapa orang untuk&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;mengangkat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menimbangnya&lt;/span&gt;. S&lt;span lang="EN-US"&gt;elanjutnya&lt;/span&gt;, &lt;span lang="EN-US"&gt;hasil&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;timbangan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;kertas&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tersebut&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dibandingkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;bobot&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;daging&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sapi yang disembelih&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tuan&lt;/span&gt; r&lt;span lang="EN-US"&gt;umah.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;Dan  atas izin Allah, kertas bertuliskan lafadz tahlil 3 kali milik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai  Said &lt;/span&gt;ternyata lebih berat dibanding daging satu ekor sapi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maa Syaa Allah wa in lam yasya'&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lam yakun&lt;/span&gt;.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=9019190042097817377&amp;amp;postID=380609349450230884" name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;*) Kisah ini diadaptasi dari penuturan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;K.H. Abdullah Syifa &lt;/span&gt;(Buntet Pesantren) pada suatu acara tahlil yang dihadiri oleh penulis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-1845645636244193057?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/1845645636244193057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/manaqib-kyai-said-gedongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/1845645636244193057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/1845645636244193057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/manaqib-kyai-said-gedongan.html' title='Manaqib Kyai Said Gedongan'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MSeC64wlJpg/TxbG4lFvXAI/AAAAAAAAAjg/jz4tqNvNSFs/s72-c/mushaf%2Bquran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-240928644434118851</id><published>2012-01-15T10:45:00.006+07:00</published><updated>2012-01-15T11:46:20.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Selamat Jalan, Gus Imam ....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fvsc62gtxXo/TxIX04KeauI/AAAAAAAACOY/ZNuIjN8uUSk/s1600/kya-%2Bimam-yahya-mahrus.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Kyai Imam Lirboyo" src="http://2.bp.blogspot.com/-fvsc62gtxXo/TxIX04KeauI/AAAAAAAACOY/ZNuIjN8uUSk/s400/kya-%2Bimam-yahya-mahrus.jpg" title="Kyai Imam Yahya Mahrus Ali" width="314" border="0" height="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(MagarsariPost) - Segenap  keluarga besar warga Magarsari Pondok Pesantren Gedongan, Kec. Pangenan Cirebon-Jawa Barat, ikut berduka cita yang  sedalam-dalamnya atas wafatnya salah satu Dewan Pembina (Pengasuh) &lt;a href="http://www.alkhoirot.net/2011/09/pondok-pesantren-lirboyo-kediri-jatim.html"&gt;Ponpes Lirboyo Kediri&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;KH. Imam Yahya Mahrus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;(Gus Imam)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, putra dari almarhum &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;KH. Mahrus Aly&lt;/span&gt; (asal Gedongan).&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau meninggal dunia pada 14 Januari 2012 pukul 20.00 WIB di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga arwah beliau diterima di Sisi Allah subhanahu wa ta'ala dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.... (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-240928644434118851?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/240928644434118851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/selamat-jalan-gus-imam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/240928644434118851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/240928644434118851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/selamat-jalan-gus-imam.html' title='Selamat Jalan, Gus Imam ....'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fvsc62gtxXo/TxIX04KeauI/AAAAAAAACOY/ZNuIjN8uUSk/s72-c/kya-%2Bimam-yahya-mahrus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-6853136377085708499</id><published>2012-01-08T10:49:00.012+07:00</published><updated>2012-01-17T20:26:49.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Lho, Masjid Gedongan belum Sempurnakan Arah Kiblat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-7fpFbBR_ZH4/TxJXFZCzkgI/AAAAAAAAAjQ/L8PJkWgkczU/s1600/masjid%2Bgedongan%2Bkiblat.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 474px; height: 289px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-7fpFbBR_ZH4/TxJXFZCzkgI/AAAAAAAAAjQ/L8PJkWgkczU/s320/masjid%2Bgedongan%2Bkiblat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697712228710715906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;(MagarsariPost) - Juma’at (06/01) minggu pertama awal tahun 2012 ini saya niatkan untuk pulang ke Gedongan, silaturrahmi dengan keluarga yang masih tersisa di kampung halaman. Kegiatan ini bagian dari rutinitas bulanan saya berkunjung ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sedulur tua &lt;/span&gt;(kakak, mamang, dan uwak) yang biasanya dilakukan saban Juma’at Kliwon. Namun berhubung ada kesibukan yang ‘gak bisa ditunda, pada kliwonan dua pekan silam saya ‘gak bisa mudik, sebagai gantinya adalah kunjungan Juma’at minggu pertama awal tahun 2012 kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keperluan silaturrahmi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sedulur &lt;/span&gt;yang masih hidup, dalam setiap kunjungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kliwonan &lt;/span&gt;ke Gedongan saya niatkan untuk berziarah ke makam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abah &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bibi &lt;/span&gt;di areal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maqbaroh &lt;/span&gt;Gedongan. Juga sesekali bila ‘gak mepet dengan waktu Juma’atan, setelah berziarah --bersama anak dan istri-- saya sempatkan diri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sowan &lt;/span&gt;ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngarsa ndalemipun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kyai Abu (KH. Abu Bakar Sofyan) &lt;/span&gt;ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tabarrukan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya datang agak siang, kira-kira jam setengah sebelasan. Maklum, si “Pitung” kuda besiku memang maunya nyantai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalo &lt;/span&gt;diajak pergi jalan-jalan. Jadi setibanya di rumah, saya langsung bergegas menuju &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maqbaroh&lt;/span&gt;, pulangnya saya langsung berkemas bersih diri bersiap tuk pergi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Juma’atan &lt;/span&gt;ke Masjid Gedongan. Tepat setelah adzan dzuhur berkumandang, saya sudah siap berangkat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bismillahi tawakkalu ‘alallah....&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke dalam areal masjid, saya langsung berbaur dengan puluhan jamaah yang sedang khusuk masykuk berdzikir dan bermunajat, sebagian lainnya ada yang sedang melaksanakan shalat sunnat. Jarum pendek jam dinding yang terpasang di sebelah kanan dan kiri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mihrab &lt;/span&gt;saat itu sama-sama menunjuk ke angka 12, dan jarum panjangnya bergeser di angka 2. Setelah menemukan lokasi yang tepat --di sela-sela &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shaf &lt;/span&gt;kosong yang masih belum teratur-- saya bertakbiratul-ihram melaksanakan 2 rakaat (shalat sunnat) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahiyyatul masjid&lt;/span&gt;, disusul kemudian 2 rakaat lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qabliyah Juma’at&lt;/span&gt;, selanjutnya saya ikut menenggelamkan diri dalam dzikir dan munajat di tengah suasana yang terasa begitu sakral.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keheningan syahdu, naluri kemusafiranku reflek mengamati sekitar; lirik pandangku tertuju ke arah jamaah yang ada di samping kiri-kanan dan di depan, juga pada posisi permadani yang di atasnya saya sedang bersimpuh saat ini. Sejenak saya tertegun dengan posisi permadani empuk yang digelar mepet dengan posisi dinding bagian depan; tanpa ada tanda shaf, makmum akan berbaris sejajar menyesuaikan dengan posisi digelarnya permadani, tentunya. Bila demikian, sepertinya masjid Gedongan ini belum melaksanakan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyempurnakan arah kiblat dari barat ke barat laut. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lho, kok?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana umumnya; permadani, kambal, atau karpet di masjid-masjid atau musholla, selain fungsi utamanya untuk alas lantai, dapat juga dijadikan sebagai sajadah yang juga dapat berfungsi sebagai penunjuk arah kiblat makmum dalam berjamaah. Artinya, para makmum yakin bahwa shalatnya telah “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mustaqbilal-qiblat&lt;/span&gt;” dengan ia berbaris lurus mengikuti posisi digelarnya alas lantai tadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya, masjid Gedongan ini --semenjak direhab awal tahun 1980an hingga sekarang saat saya akan melaksanakan shalat Juma’at-- jihat kiblatnya belum pernah berubah, menghadap sejajar bangunan masjid (karpet mepet ke tembok).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berita Okezone Rabu (14/07/2010) judul : “MUI Fatwakan Arah Kiblat ke Barat Laut”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengeluarkan fatwa mengenai arah kiblat. Ini dilakukan sebagai salah satu syarat sah salat bagi umat Islam. Atas fatwa tersebut, MUI mengimbau semua pihak mengikuti posisi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;MUI mengimbau kepada pengurus masjid atau musala, bagi yang kiblatnya tidak tepat perlu ditata ulang saf-nya namun tidak perlu membongkar bangunannya&lt;/span&gt;”, kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, AM. Asrorun Niam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ini diungkapkan Asrorus kepada wartawan di Gedung MUI, Jalan Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (14/7/2010).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, alasan penetapan posisi arah kiblat ini agar salat umat Islam tidak jauh dari kabah. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karena posisi Indonesia ada di sebelah timur sedikit ke selatan, maka arah kiblat menghadap barat laut&lt;/span&gt;” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Posisi ini, lanjutnya, dipastikan akan berbeda disesuaikan dengan posisi dari orang tersebut tinggal. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Contohnya, arah kiblat di orang di Cirebon akan sedikit berbeda kemiringannya dengan orang yang berada di Kalimantan&lt;/span&gt;” paparnya.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memastikan Arah Qiblat Kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan keyakinan dan kemantapan amal ibadah dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ainul yaqin &lt;/span&gt;atau paling tidak mendekatinya atau bahkan sampai pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;haqqul yaqin&lt;/span&gt;, kita perlu berusaha agar arah qiblat yang kita pergunakan mendekati kepada arah yang persis menghadap ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baitullah&lt;/span&gt;. Jika arah tersebut telah ditemukan berdasarkan ijtihad para ulama (MUI) dikuatkan dengan hasil riset ilmu pengetahuan misalnya, maka kita wajib mempergunakan arah tersebut selama belum memperoleh hasil yang lebih teliti lagi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sistem penentuan arah qiblat yang dapat dikatagorikan akurat, seperti menentukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;azimuth qiblat &lt;/span&gt;dengan alat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scientific calculator &lt;/span&gt;atau dengan alat teknologi yang lebih canggih semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;theodolite &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;GPS (global position sistem)&lt;/span&gt;. Atau bisa juga dengan cara tradisional, yakni melihat bayang-bayang matahari pada waktu tertentu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rashdul qiblat&lt;/span&gt;) setelah mengetahui data lintang dan bujur tempat serta mengetahui lintang dan bujur ka’bah (dalam lampiran almanak tahun 2011 yang diterbitkan oleh Perc. Rizquna, Kendal, Karangan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syeh Misbahchul Munir Al-Falakiy &lt;/span&gt;[*], metode &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rashdul qiblat &lt;/span&gt;dapat dilakukan pada tanggal, bulan, dan jam-jam tertentu setiap bulan minggu pertama penanggalan masehi. Caranya bikinlah semacam palgul bola, ujungnya ke utara dan selatan, lalu tengah gantungkanlah seutas kabel yang diberi bandul, maka bayangan tadi menuju ke arah ka’bah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pen.&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kompas? Kompas yang selama ini beredar di masyarakat kiranya memang dapat digunakan untuk menentukan arah qiblat namun masih sebatas ancar-ancar yang masih perlu dicek kebenarannya. Karena berbagai model kompas termasuk kompas qiblat masih mempunyai kesalahan yang bervariasi sesuai dengan kondisi tempat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;magnetic variation&lt;/span&gt;). Apalagi pada daerah yang banyak baja atau besinya, akan mengganggu penunjukkan utara-selatan magnet.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedongan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;notabene&lt;/span&gt;-nya adalah sebuah pondok pesantren (oase ilmu) mestinya menerapkan salah satu proses penentuan arah kiblat tersebut, baik dilakukan secara modern ataupun dengan cara tradisional. Selain sebagai 'sebuah pembelajaran' bagi para santri yang menimba ilmu di dalamnya, Gedongan --Insya Allah hingga kini-- masih menjadi kiblat (rujukan) bagi desa-desa lain di sekitarnya, atau bagi para alumni santri yang tersebar di penjuru nusantara. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahul muwafiq&lt;/span&gt;.... (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;[*] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syeh Misbahchul Munir Al-Falakiy, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;beliau adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendiri, Pimpinan, dan Pengajar Pondok Pesantren “Markazul Falakiyah”; Lajnah Falakiyah PBNU; dan Guru Besar Ilmu Falak tingkat internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-6853136377085708499?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/6853136377085708499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/lho-masjid-gedongan-belum-sempurnakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/6853136377085708499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/6853136377085708499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/lho-masjid-gedongan-belum-sempurnakan.html' title='Lho, Masjid Gedongan belum Sempurnakan Arah Kiblat'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7fpFbBR_ZH4/TxJXFZCzkgI/AAAAAAAAAjQ/L8PJkWgkczU/s72-c/masjid%2Bgedongan%2Bkiblat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-2103652595959764615</id><published>2012-01-04T19:03:00.006+07:00</published><updated>2012-01-05T20:51:34.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Beberapa Kekeliruan Tahun Masehi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-jtAM6gMB37s/TwRJmZsB5kI/AAAAAAAAAjE/5KcWQ5AO_OA/s1600/kelirumologi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 458px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jtAM6gMB37s/TwRJmZsB5kI/AAAAAAAAAjE/5KcWQ5AO_OA/s320/kelirumologi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693756752982566466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun kalender Masehi diciptakan pada  abad ke-6 oleh seorang biarawan yang bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dionysius Exignus &lt;/span&gt;yang  dihubung-hubungkan dengan momen kelahiran Yesus Kristus. Karenanya,  tahun Masehi yang digunakan sekarang ini disebut juga &lt;em&gt;Anno Domini&lt;/em&gt; (tahun Tuhan). &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena awal tahun kalender Masehi  merujuk kepada momen kelahiran Nabi Isa Al-Masih, maka dinamakan tahun  Masehi (M) dan tahun Sebelum Masehi (SM). Sedangkan dalam bahasa Inggris --dan  dipergunakan secara internasional-- istilah Masehi disebut menggunakan  bahasa Latin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anno Domini&lt;/span&gt; (AD), dan  sebaliknya jaman prasejarah atau Sebelum Masehi disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Before  Christ&lt;/span&gt; (BC) yang berarti tahun sebelum Yesus lahir. Sistem ini mulai  dirancang tahun 525.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu dalam bahasa Inggris juga  dikenal sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Common Era/CE &lt;/span&gt;(Era Umum) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Before Common Era/BCE&lt;/span&gt;  (Sebelum Era Umum) bagi orang yang tidak ingin menggunakan nama tahun  Kristen.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Penetapan tahun Masehi menyimpan banyak kerancuan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,  dengan pemisahan tahun Sebelum Masehi (tahun sebelum kelahiran Yesus)  dan tahun Masehi (tahun sesudah kelahiran Yesus), berarti mereka  beranggapan bahwa Yesus lahir pada tahun 0 Masehi. Padahal di dunia ini  tidak pernah dikenal tahun 0 Masehi maupun tahun 0 Sebelum Masehi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kerancuan  lainnya seputar tahun Masehi adalah kapan Yesus dilahirkan ke dunia?  Ketidakjelasan tanggal kelahiran Yesus, jelas memustahilkan klaim bahwa  tahun 1 Masehi didasarkan pada hari kelahiran Yesus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;, &lt;/strong&gt;Dengan  logika sederhana, jika misalnya diyakini Yesus lahir tanggal 01 Januari  tahun 1 Masehi, mengapa umat Kristen merayakan Natal pada tanggal 25  Desember? Mengapa mereka tidak merayakan Natal pada 01 Januari? Jika  ngotot mempertahankan Yesus lahir tanggal 25 Desember, berarti angka  penanggalan Masehi di seluruh dunia harus diralat, harus dimajukan 6  hari.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,  penetapan tahun 1 Masehi kontradiktif dengan Bibel (Alkitab), kitab suci  kristiani. Bibel mengisahkan bahwa Yesus lahir pada zaman &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raja Herodes  &lt;/span&gt;(Matius 2:1). Padahal sejarah mencatat bahwa Raja Herodes hidup dari  tahun 37 SM sampai tahun 4 SM (&lt;em&gt;Kamus Alkitab&lt;/em&gt;, hal. 343). Data ini diperkuat oleh sejarawan Yahudi yang bernama Flavius Yosefus, bahwa raja Herodes meninggal dunia pada tahun 4 SM.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan data ini, jelaslah bahwa tanggal 1  Masehi Yesus belum lahir karena tahun 4 SM Herodes sudah meninggal.  Otomatis, berdasarkan ayat Bibel tersebut, Yesus harus lahir  selambat-lambatnya tahun 4 SM.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika ayat Bibel benar maka umat Kristen  harus meralat kalender Masehi di seluruh dunia dengan memajukan empat  tahun. Dengan kata lain, menurut Bibel, tahun 2012 ini yang benar adalah  tahun 2016. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nah, lho....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sumber : ahmad hizbullah/suaramuslim&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-2103652595959764615?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/2103652595959764615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/beberapa-kekeliruan-tahun-baru-masehi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/2103652595959764615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/2103652595959764615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/beberapa-kekeliruan-tahun-baru-masehi.html' title='Beberapa Kekeliruan Tahun Masehi'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-jtAM6gMB37s/TwRJmZsB5kI/AAAAAAAAAjE/5KcWQ5AO_OA/s72-c/kelirumologi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-3489495371547359296</id><published>2012-01-02T22:22:00.019+07:00</published><updated>2012-01-06T21:07:03.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Lembaran Baru 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-d-0Y9WHCu0Q/TwHnuZH3xkI/AAAAAAAAAi4/sjjbMHuRqFk/s1600/lembaran%2Bbaru.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 185px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-d-0Y9WHCu0Q/TwHnuZH3xkI/AAAAAAAAAi4/sjjbMHuRqFk/s320/lembaran%2Bbaru.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693086188176918082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IN" lang="IN"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; Membuka lembaran baru di awal tahun 2012, penulis ingin menyoroti &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/347534513874/"&gt;“batur dhewek”&lt;/a&gt;; group (komunitas) di situs jejaring sosial facebook yang penulis ikuti dan dikelola bersama rekan-rekan (batur) sedaerah. Dengan mengambil moment “tahun baru, semangat baru”, MagarsariPost sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;official site of “batur dhewek” &lt;/span&gt;mencoba memberikan apresiasi atas keberadaan group yang pada bulan Maret 2012 ini memasuki tahun ke-2. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;Di tengah gemeruduknya pertumbuhan group-group yang bertebaran di situs jejaring sosial facebook, baik berupa group musiman, group latah-latahan, group organisasi maupun perkumpulan, group penggalangan dukungan atau group yang lainnya, menurut pengamatan penulis (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;looking by &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/?v=web"&gt;seluler&lt;/a&gt;), keberadaan group &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/347534513874/"&gt;“batur dhewek”&lt;/a&gt; cukup eksis (aktif). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;Buktinya,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dari sekitar 24 groups di akun facebook yang penulis ikuti, hanya 5-7 group saja yang masih aktif, dan satu diantaranya adalah group “batur dhewek” yang eksis dengan slogannya : &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/347534513874/"&gt;“BATUR DHEWEK ngumpul ning kene kih”&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;Memang, untuk ukuran heboh-hebohan atau seru-seruan, grup ini belum mencapai itu, karena anggotanya saja --hingga 31 Desember 2011 : 00:00-- belum mencapai 200 peserta (masalah ini, pengurus tidak pasang target, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pen.&lt;/span&gt;). Meski demikian, group ini tidak pernah kosong dari kunjungan anggotanya. Setiap harinya ada saja yang mampir walau cuma (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;andon&lt;/span&gt;) nongol  kemudian kabur lagi, sekedar memberikan jempol sebagai tanda suka (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;like this&lt;/span&gt;) atau tidak sedikit juga yang selalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update status&lt;/span&gt;....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Biasanya status yang di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;update &lt;/span&gt;adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;guyonan &lt;/span&gt;seputar kampung halaman, nostalgia tentang masa lalu, saling sapa teman sebaya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;share &lt;/span&gt;informasi; pekerjaan, tempat tinggal --karena memang anggota &lt;/span&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;group&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/347534513874/"&gt;"batur dewek" &lt;/a&gt;tersebar di segala penjuru (dalam dan luar negeri), bukan cuma ada di Gedongan sebagai tanah kelahiran--, berbagi berita dan informasi tentang keluarga, dan juga berbagi pengalaman dan pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Dan yang akhirnya penulis menjadi tergelitik untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;posting &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lembaran Baru 2012&lt;/span&gt; ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update status &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;salah seorang anggota &lt;/span&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;group &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/347534513874/"&gt;“batur dhewek”&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;blockquote  style="font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=" " lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002968395206"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Zekai Alfariz&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; : &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pantaskah kta sbgai umat muslim mngucapkn natal?......... Sdangkn kta sbagai umat bragama dtuntut untk saling toleransi antr umat bragama, sbagian ulama mngatakn sah2 ja, coz natal tu cma ulang tahun se yesus, tp sbagian lg mngatakn, jika kta(muslim) mngucapkn slamat natal, tu sama ja kta prcya dgn klahiran yesus, bukankah Islam tu agama yg mngerti &amp;amp; saling mnghargai antar umat bragama?............. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span   lang="IN" style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Dari status ini kemudian timbul komentar, yang disambut dengan komentar-komentar lain lagi yang selanjutnya bermunculan banyak komentar, sehingga menjadi sebuah &lt;/span&gt;&lt;span   lang="IN" style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;thread &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dialog terbuka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span   lang="IN" style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lumayan &lt;/span&gt;panjang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Dalam pantauan penulis, inilah &lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;thread&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt; terpanjang (sebanyak 29 komentar) yang pernah ada di group &lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/347534513874/"&gt;“batur dhewek”&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; semenjak grup ini didirikan, sehingga tidak berlebihan kalau MagarsariPost menjadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thread&lt;/span&gt; ini sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trendsetting of 2011&lt;/span&gt;. Fenomena ini mengindikasikan bahwa bila diberi kesempatan atau peluang, sebetulnya para anggota group &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/347534513874/"&gt;“batur dhewek”&lt;/a&gt; memiliki potensi yang besar dalam perpikir kritis dan taktis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Selengkapnya tentang status &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002968395206"&gt;Zekai Alfariz&lt;/a&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;komentar-komentar &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;dapat disimak pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thread&lt;/span&gt; berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002968395206"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Zekai Alfariz&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; : &lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pantaskah  kta sbgai umat muslim mngucapkn natal?......... Sdangkn kta sbagai umat  bragama dtuntut untk saling toleransi antr umat bragama, sbagian ulama  mngatakn sah2 ja, coz natal tu cma ulang tahun se yesus, tp sbagian lg  mngatakn, jika kta(muslim) mngucapkn slamat natal, tu sama ja kta prcya  dgn klahiran yesus, bukankah Islam tu agama yg mngerti &amp;amp; saling  mnghargai antar umat bragama?.............&lt;/span&gt; | &lt;/span&gt;[Suka] · · Berhenti Mengikuti Kiriman · &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/347534513874/10150481466868875/"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;25 Desember 2011 pukul 15:32&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/?v=web"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;seluler&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Status ini disuka oleh : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002199989253"&gt;Dela Lathifah MUkhlas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/Yushaadhityapratama"&gt;Yusha Chris Banazphati&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000807019685"&gt;Sule Btpaie Thegenchercommunity Cirebontimoer&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span   lang="IN" style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;ul  style="font-family: georgia;font-family:courier new;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt; toleransi berlaku hy urusan muamalah, hbng sosial, bkn mslh aqidah. Mengucapkan "slmat natal" msk dlm ranah aqidah, yg jls hkmnya "haram" mutlaq. krn natal adl mengkui hari lhr yesus sebagai anak tuhan yg dlm aqidah Islam jelas sgt menyimpang | 25 Desember 2011 pukul 19:34 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka · 3]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jawawi.yahdi"&gt;Jawawi Yahdi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-bidi-language:HEfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; ‎@Kang Faunk: cocog kang...!!!! meski cuma sekedar ucapan, tapi jero loh... iki masalah aqidah. Bukan masalah toleransi.... | &lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;25 Desember 2011 pukul 21:13 · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INcolor:blue;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/Ahmad%20Syifa"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; camkan! &lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2011/12/haramnya-kaum-muslim-ikut-natalan.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Magarsari Post: Haramnya Kaum Muslim Ikut Natalan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; magarsari.blogspot.com | 25 Desember 2011 pukul 22:11 · Suka · &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ade.opan2"&gt;Ade Opanzslankkissme&lt;/a&gt; anti poke ch...harm hukme bagi kt..!!tp seandainya kash makann hukume ap kang, .? | 25 Desember 2011 pukul 22:23 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002968395206"&gt;Zekai Alfariz&lt;/a&gt; Ahmad syifa@ bukankah ucapan tu bkn brrti dri hti, sdangkan kpercyaan tu dri hti, trs pa arti dri sbuah fanatik?......... | 25 Desember 2011 pukul 23:02 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/Yushaadhityapratama"&gt;Yusha Chris Banazphati&lt;/a&gt; Bahkan saya lihat di station Tv(Metro TV) BANSER pun ikut mengamankan jalan'y acara di gereja... itu bagai mmana hukum'y...??? | 25 Desember 2011 pukul 23:53 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jawal.j.wongcilik"&gt;Jawal Jawil Wongcilik&lt;/a&gt; Pengene hukum agama Islam, apa UUD.Pancasila... | 26 Desember 2011 pukul 0:06 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/Yushaadhityapratama"&gt;Yusha Chris Banazphati&lt;/a&gt; ini kan ttg agama mas bro... Klo utk UUD si di bolehkan.. | 26 Desember 2011 pukul 0:12 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jawawi.yahdi"&gt;Jawawi Yahdi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-bidi-language:HEfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; ‎@zekai alfariz: Kalau nt mau tahu betapa bukan main-mainnya sebuah ucapan, coba pelajari lagi hukum2 seputar perkawinan. contoe: 1&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;. gara2 ucapan "qobiltu nikahaha...dst..." maka yang sebelumnya haram jadi halal. 2. Gara2 ucapan "wis pegatan bae lah..." jadi pegat. Jadi ada konsekwensi dalam semua ucapan.... | 26 Desember 2011 pukul 6:17 · [Suka · 1]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002968395206"&gt;Zekai Alfariz&lt;/a&gt; Jawawi@ trs hendak'y pa yg hrus kta lakuin tntng ksragaman &amp;amp; kserasian dlm bragama, bukankah smua tu dri hti &amp;amp; niat dri dlm diri, sdangkn they ja dgn segan mngucapkn met idul fitri, trs balasa salam pa yg hrus kta lakuin sbagai umat muslim?....... | 26 Desember 2011 pukul 6:30 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-bidi-language:HEfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; ‎@zekai : tdk ada ucapan/tindakan yg tdk didahului dr hati, kcuali ucapanya org yg ngelindur, tdk dlm keadaan sadar/gila. Dg mengucap brarti kita tlh berpikir, dan pola pikir menohok dlm hati.&lt;br /&gt;F&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;anatik adl tdk bergoyah dg stu kyakinan (istiqomah) dan tdk mencampuradukan 1 kyakinan dg kyakinan lainya. | 26 Desember 2011 pukul 7:18 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka · 1]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-bidi-language:HEfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; ‎@Yusha Chris Banazphati : banser NU ikut serta dalam pengamanan natal dlm rangka kemanusiaan, bukan menyepkati kepercayaannya bahwa yesus itu tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; melindungi jiwa/nyawa hukumnya wajib karena Islam adl agama rahman-rahim (kasih-sayang), bkn hanya sesama manusia bahkan kpd makhluk lain pun sepereti binatang, Islam mengajarkan untuk mengasihi dan menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ade.opan2"&gt;Ade Opanzslankkissme&lt;/a&gt; : kasih makan kepada siapapun boleh, wong ayam bae, kucing bae, kudu dipakani apa maning menungsa, hehe....&lt;br /&gt;@Jawal Jawil Wongcilik : urip ning negara sing nglindungi warganya untuk bebas memilih dan melaksanakan agama dan ajarannya sesuai kepercayaan dan keyakinannya, lebih baik (jare kita), daripada negara berasaskan Islam namun Islam hanya digunakan sebagai alat untuk memperjuangkan kepentingan politiknya&lt;br /&gt;@Zekai Alfariz : itu hanya akal bulus mereka, sok menghadiri hari raya kita dan mengucapkan selamat, berharap bhw kita juga ak berbuat demikian ktk mereka merayakan hari rayanya. hukum ikut/mengucapkan selamat natal adl haram (berdasarkan Fatwa MUI 1981, baca : ), sementara mereka tdk punya dasar membolehkan atau melarang umatnya mengikuti/mengucapkan selamat ketika ada umat lain merayakan hari raya, karena dalam panduan tdk dijelaskan, kitab sucinya belum sempurna. karena itu agama Islam menjadi penyempurna semua agama. di luar Islam tidak berlaku halal-haram, di luar Islam tidak ada musyrik, murtad, kafir. oleh karenanya bereka dapat berbuat sekehendaknya | 26 Desember 2011 pukul 8:25 · [Suka · 2]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ade.opan2"&gt;Ade Opanzslankkissme&lt;/a&gt; matur kesuhun sange+ kangge pemaskne..intie ch, bagiku agamku. bgimu agamamu.... | 26 Desember 2011 pukul 8:33 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka · 1]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt; bener pisan. Srowal, klambi bagen digadaikan, dompet ga pa2 dirampas copet, cinta biarkan ada yg meminta, tp aqidah wlw hrs bertaruh nyawa, pantang utk dilepaskan.... | 26 Desember 2011 pukul 8:49 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;mso-bidi-Courier New&amp;quot;; mso-fareast-Courier New&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ade.opan2"&gt;Ade Opanzslankkissme&lt;/a&gt; hehe jre wng bngn kah..Islam agmku kabh kblat ku...sok pilih partai ap mnggo kang dsnengi wkwk. | 26 Desember 2011 pukul 8:56 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/amienmubarokh"&gt;Amienn Mubarokh&lt;/a&gt; Trus bagaimana implementasi dri Hambum minan Naas,, bukan kah kita di ajarkan untuk berhubngn baik dengan manusia,, ?trus adakah didalam Al-quran dan alhadist mengenai pelarangan mengucapkan hari besar agama lain? | 26 Desember 2011 pukul 9:11 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jawal.j.wongcilik"&gt;Jawal Jawil Wongcilik&lt;/a&gt; Aja pada luntur aqidaeh .....bagen urip ning kota, Kudu pinter2 nyimak., bagen negarae binggung,,&lt;br /&gt;hukum'e bingung, wong Islame aja melu bingung....ayo lawan wong yahudi, nasrani, yg ta'pernah puas memecah umat Islam. | 26 Desember 2011 pukul 11:49 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka · 1]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-bidi-language:HEfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; ‎&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/amienmubarokh"&gt;Amienn Mubarokh&lt;/a&gt; : hablum minan-naas bs diartikan sbg relationship sesama manusia, krn manusia makhluk sosial yg tdk dpt hidup sendiri tanpa perantara orang lain. relationship ini sah2 sj dg siapa pun, semisal hubungan bisnis, pertemanan, pekerjaan dll. bisa saja anda 1 sekolah, sekampus atau sekantor dg org2 non-muslim, bertetangga dan bekerjasama dg mrk tdk masalah asalkan saling menghormati dan tdk mencampuradukan aqidah, Islam tdk melarang itu. Nmn bila sdh bersentuhan dg aqidah/keimanan, Islam tegas : “lakum diinukum waliya diin…” (bagimu agamamu, bagiku agamaku), “lanaa a’maaluna walakum a’maalukum” (urusan ibadahku urusanku, dan urusan ibadahmu urusanmu).&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda (lamon salah dialokaken) : “man tasyabbaha biqawmin, fahuwa minhum”. (artine : sapa wonge melu-meluan kaya golongan sejen, maka deweke wis kepanjing golongan kaum mau) | 27 Desember 2011 pukul 8:10 · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-bidi-language:HEfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; ‎&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/amienmubarokh"&gt;Amienn Mubarokh&lt;/a&gt; : bisa dibayangkan kalo semua org di jakarta beragama Islam, trus siapa yg mo nyetir metro mini kalo lg sholat jumat :) hehe.... (just joke!). justru dg keberagaman kepercayaan dan golongan utk menguji iman dan aqidah kita, apa bs dipegang teguh/tidak | 27 Desember 2011 pukul 8:12 · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/amienmubarokh"&gt;Amienn Mubarokh&lt;/a&gt; Trus bagaimna dngn presiden yg beragama Islam dia sebagai pemimpin negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan,, sebagai kepla negara presiden harus ikut dlm peryaan hari besar rakyat nya tanpa pndang agama,, Gus Dur pun pernah menghadiri semua perayaan hari besar agama lain,, dan beliau jg mengucapkan selmat Natal dan agama lain nya,, bahkan saya mendngar entah betul apa tidak bahwa keluarga Gus Dur ikut kebktian di Gereja,, sedangkan anda tau sendri gus Dur adalah anak dari pendiri NU menurt pendapat anda bgaimana? | 27 Desember 2011 pukul 9:50 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jawal.j.wongcilik"&gt;Jawal Jawil Wongcilik&lt;/a&gt; seorang RI : 1, 2, 3 dst baik muslim taw non muslim hrs punya jiwa merangkul, mengayomi, menggebalakan semua pihak, ..jka tdk tentu berakibat pd ketidak stabilan roda pemerintahan kegaduhan, kerusuhan disana sini, diskriminasi, disintegrasi, dsb.... ngerii.com | 27 Desember 2011 pukul 18:09 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jawal.j.wongcilik"&gt;Jawal Jawil Wongcilik&lt;/a&gt; Untuk lebih jelas tanya langsung ke GUS DUR...apa prnh ke greja/baktian... yg saya tau Gus dur tokoh NU, prnh juga di sebut tokoh pluralisme/lintas agama dngn logat humornya yg khas .... gitu aja kok repooot., .hehee | 27 Desember 2011 pukul 18:47 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ade.opan2"&gt;Ade Opanzslankkissme&lt;/a&gt; wis wis ...kt kmbli ke ajaran kta masing"\\// | 27 Desember 2011 pukul 19:36 melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-bidi-language:HEfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; ‎&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/amienmubarokh"&gt;Amienn Mubarokh&lt;/a&gt; : nampaknya nt mesti menyimak permasalahannya. nih biar jelas ane co-pas statusnya &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002968395206"&gt;Zekai Alfariz&lt;/a&gt; yaitu : "Pantaskah kta sbgai umat muslim mngucapkn natal?......... Sdangkn kta sbagai umat bragama dtuntut untk saling toleransi antr umat bragama, sbagian ulama mngatakn sah2 ja, coz natal tu cma ulang tahun se yesus, tp sbagian lg mngatakn, jika kta(muslim) mngucapkn slamat natal, tu sama ja kta prcya dgn klahiran yesus, bukankah Islam tu agama yg mngerti &amp;amp; saling mnghargai antar umat bragama?.............", dan berdasarkan fatwa MUI tahun 1981 jawabannya adl "tidak pantas", bahkan HARAM.&lt;br /&gt;permasalahan nt tentang "bagaimna dngn presiden yg beragama Islam dia sebagai pemimpin negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan,, sebagai kepla negara presiden harus ikut dlm peryaan hari besar rakyat nya tanpa pndang agama,, Gus Dur.... dst." di luar masalah tadi wlw masih berhubungan. masalahan ini sudah dijawab &lt;a href="http://www.facebook.com/jawal.j.wongcilik"&gt;Jawal Jawil Wongcilik&lt;/a&gt; : namun ane juga mo nambahin sedikit : sumber hukum Islam adl alquran-hadis, sementara hukum negara diatur ol undang2. Presiden menghadiri acara natalan, nyepi atw lainya dan mengucapkan "selamat" pdh ia orang Islam, itu bagian dari tugas negara utk mengayomi semua rakyatnya yg memliki kepecayaan, adat dan budaya yg homogen. Demi menjaga kestabilan bangsa, seorang presiden bisa/boleh saya melakukan itu asalkan tidak merubah keyakinannya.&lt;br /&gt;Adapun GusDur, tidak bisa kita menyamakan semua orang seperti beliau. Apa yg dilakukannya kemudian kita ikuti dan kita bs melakukannya. Di negara mana sih, ada seorang yg (maaf) buta tapi bisa memimpin negera?, yg sempurna sj sulit, itu apalagi org yg memiliki kekurangan. Sgt mustahil. Namun itulah kelebihannya GusDur, dan ente bukan GusDur, toh?.&lt;br /&gt;Lagi pula syariat tidak bisa disandarkan dengan apa yg dilakukan oleh tokoh (tdk GusDur, tdk juga SBY atw Sri Sultan), tapi syariat berpedomankan alquran-hadis. dan ini dikembalikan kpd individu, apk ia mau menjalankan syariat atw mau tetap keukeh dg logikanya? up to you .... | 27 Desember 2011 pukul 22:55 · &lt;/span&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;[Suka · 1]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt; semoga ini dpt menjadi pencerahan : &lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2011/12/pesan-pluralisme-dalam-perayaan-natal.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Magarsari Post: Pesan Pluralisme dalam Perayaan Natal&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; | magarsari.blogspot.com | 27 Desember 2011 pukul 23:10 · [Suka · 4] &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000236954693"&gt;Tha'ievzt Muhammad&lt;/a&gt; tuhan kita sama, kiblat kita sama, tujuan shalat sama, yang membedakan adalah cara untuk menuju ke satu titik yaitu Allah,,, llakum dinukum waliadin....wa latatabiu khutuwati saython innahum aduwumubin..... | Jumat pukul 15:17 · [Suka · 1]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ahmadsyifa.as"&gt;Ahmad Syifa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-bidi-language:HEfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; ‎&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; kiriman sing batur ::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIALOG YUSUF VS. JOSEPH&lt;br /&gt;=======================&lt;br /&gt;yusuf : bagaimana natalmu?&lt;br /&gt;joseph : baik, kau tidak mengucapka&lt;/span&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;n "selamat natal" padaku?&lt;br /&gt;yusuf : tidak, agama kami menghargai toleransi antar umat beraagama, termasuk agamamu. tapi masalah ini, agama saya melarangnya.&lt;br /&gt;joseph : tapi kenapa, bukankah hanya sekedar kata2? teman muslimku yg lain mengucapkannya padaku?&lt;br /&gt;yusuf : mungkin mereka belum mengetahuianya, joseph. kau bisa mengucapkan "dua kalimat syahadat"?&lt;br /&gt;joseph : oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya. itu akan mengganggu kepercayaan saya...&lt;br /&gt;yusuf : kenapa? bukankah itu hanya kata2?! ayo, ucapkanlah :-) ...&lt;br /&gt;joseph : sekarang, saya mengerti...:-) | Kemarin jam 17:15 · [Suka · 1]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002968395206"&gt;Zekai Alfariz&lt;/a&gt; Subhanallah, diskusi yg amat mnyenangkn, mnambah wa2san &amp;amp; ilmu, ok! Met tahun bru 2012 smoga g da lg prslisihan antar umat &amp;amp; hdup selaras, serasi &amp;amp; seimbang.&lt;br /&gt;Thanks 4 kang syifa dkk bwt sgala masukan'y &amp;amp; mau brbagi ilmu....... | 19 jam yang lalu melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka · &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;1&lt;/span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000236954693"&gt;Tha'ievzt Muhammad&lt;/a&gt; smoga d thn ini kta smua dpt brbah menjadi yg lbh brmanfaat lg.. | 19 jam yang lalu melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/mobile/"&gt;seluler&lt;/a&gt; · [Suka · 1&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah, mugia ndadekaken berkah....&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;"  lang="IN"&gt;[&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                          &lt;p  style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height:115%; Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-size:100%;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-3489495371547359296?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/3489495371547359296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/lembaran-baru-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/3489495371547359296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/3489495371547359296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2012/01/lembaran-baru-2012.html' title='Lembaran Baru 2012'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-d-0Y9WHCu0Q/TwHnuZH3xkI/AAAAAAAAAi4/sjjbMHuRqFk/s72-c/lembaran%2Bbaru.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-4902209809650073570</id><published>2011-12-30T22:40:00.012+07:00</published><updated>2012-01-02T10:08:57.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Perayaan "Tahun  Baru" dalam Perspektif Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bul-ckAfk-c/Tv8aP4I45cI/AAAAAAAAAio/eL8XIyX82yw/s1600/tasbih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bul-ckAfk-c/Tv8aP4I45cI/AAAAAAAAAio/eL8XIyX82yw/s320/tasbih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692297314089625026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - Tahun baru sudah di ambang pintu, dalam hitungan waktu kita tinggal menunggu pergantian tahun dari 2011 menjadi 2012. Moment ini biasanya dirayakan secara meriah dan suka cita oleh penduduk bumi dengan mengadakan pesta-pora, hura-hura, dan kesenangan duniawi lainnya. Bukan cuma penduduk yang ada di kota-kota besar, tapi juga di kota kecil seperti kediaman penulis di Kec. Ketanggungan, Brebes. Bahkan fenomena ini sudah merambah luas di pelosok pedesaan (yang latah dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ala &lt;/span&gt;kota).&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=" "&gt;Namun sebenarnya bagaimana awal munculnya istilah "tahun baru" tersebut, dan bagaimana pula pandangan Islam tentang merayakannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah Penanggalan Tahun Baru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tahun baru adalah suatu perayaan dimana suatu budaya merayakan  berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun  selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender  tahunan semuanya  mempunyai perayaan tahun baru; seperti umat Yahudi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;memperingati &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rosh Hashanah&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dirayakan pada bulan September atau awal Oktober; umat Hindu merayakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tahun baru Saka (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Caka&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, Bangsa Cina atau Tionghoa merayakan tahun baru Imlek, dan sebagian  umat Islam juga merayakan tahun baru Hijriyah yang jatuh pada setiap tanggal 01  Muharam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari tahun baru di dunia umumnya jatuh pada  tanggal 01 Januari karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mayoritas negara-negara di dunia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  mengadopsi kalender &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gregorian&lt;/span&gt; (&lt;/span&gt;kalender Masehi yang ditetapkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Gregorius_XIII" title="Paus Gregorius XIII"&gt;Paus Gregorius XIII&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1582" title="1582"&gt;1582&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;), termasuk bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perayaan tahun  baru pertama kali diselenggarakan pada tanggal 01 Januari 45 SM.  Tidak lama  setelah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Julius Caesar&lt;/span&gt; dinobatkan sebagai Kaisar Roma, ia memutuskan  untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan  sejak abad ketujuh SM.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam mendesain kalender baru ini, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Julius  Caesar &lt;/span&gt;dibantu oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sosigenes&lt;/span&gt;, seorang ahli astronomi dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iskandariyah&lt;/span&gt;,  yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti  revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu  tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari  dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM  sehingga tahun 46 SM  dimulai pada 01 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap  empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara  teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender  baru ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak  lama sebelum Caesar  terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quintilis &lt;/span&gt;dengan namanya, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Julius&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Juli&lt;/span&gt;. Kemudian, nama bulan  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sextilis&lt;/span&gt; diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaisar Augustinus&lt;/span&gt;,  menjadi bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Agustus&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Perayaan Tahun Baru (Masehi) dalam Perspektif Islam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya (namun) dengan syarat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.&lt;/span&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perayaan "Malam Tahun Baru" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pada hakikatnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;adalah (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ritual) peribadatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;orang Kafir, yang sebagian besar pemeluknya adalah bangsa-bangsa di Benua Eropa (Barat). Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke Eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merry Christmas &amp;amp; Happy New Year....&lt;/span&gt;, pen.) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir Nabi Isa. Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir, maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perayaan "Malam Tahun Baru" menyerupai orang kafir. Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka&lt;/span&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perayaan "Malam Tahun Baru" penuh Maksiat. Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;begadang&lt;/span&gt; sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam. Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perayaan Malam Tahun Baru adalah Bid'ah Dhalalah (kegiatan yang mengada-ada dan menyesatkan). Oleh karenanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; perayaan ini tidak pantas diikuti oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adapun pendapat yang membolehkan, berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru Masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu, semua tergantung kepada niatnya. Kalau diniatkan untuk ikut-ikutan sebagaimana yang dilakukan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi kalau bukan itu tujuannya, maka sah-sah saja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mubah&lt;/span&gt;) kita melakukannya, atau bahkan dianjurkan, seperti kita memperingatinya dengan bermujahadah atau beristigotsah kepada Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Secara cermat, kita dapat mengambil sisi positif dari moment tahunan ini, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Di akhir tahun ini kita memanjatkan Syukur kepada Allah Swt., karena masih diberikan penghidupan pada tahun sebelumnya, dan berharap (do'a) penghidupan di tahun berikutnya akan lebih baik lagi;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Di akhir tahun ini kita &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;renungi pencapaian yang didapat selama satu tahun, introspeksi, ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;muhasabah &lt;/span&gt;tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amaliyah &lt;/span&gt;kita, manakah yang lebih dominan; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sayyi'ah&lt;/span&gt; ataukah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khasnah&lt;/span&gt;(?). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-language: AR-AE"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umar  bin Khattab&lt;/span&gt; berkata : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hisablah dirimu sebelum dihisab (di Akhirat nanti)"&lt;/span&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Menjalin hubungan kebersamaan dan kekerabatan, karena biasanya malam tahun baru adalah waktu yang pas untuk berkumpul bersama dengan teman, handai taulan, ataupun keluarga. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-size:100%;" &gt;Selamat (merenungi) Tahun Baru! (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt; &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-4902209809650073570?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/4902209809650073570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/perayaan-tahun-baru-dalam-perspektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/4902209809650073570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/4902209809650073570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/perayaan-tahun-baru-dalam-perspektif.html' title='Perayaan &quot;Tahun  Baru&quot; dalam Perspektif Islam'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bul-ckAfk-c/Tv8aP4I45cI/AAAAAAAAAio/eL8XIyX82yw/s72-c/tasbih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-3348649125701355529</id><published>2011-12-27T21:00:00.005+07:00</published><updated>2012-01-02T10:10:24.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Pesan Pluralisme dalam Perayaan Natal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-igxp6iVoVq4/Tvnz8QFel2I/AAAAAAAAAiQ/qK4J0ny5P30/s1600/natal%2Bno%2Bway.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-igxp6iVoVq4/Tvnz8QFel2I/AAAAAAAAAiQ/qK4J0ny5P30/s320/natal%2Bno%2Bway.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690847820594976610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merry Christmas&lt;/span&gt;”,  itulah ungkapan selamat yang merupakan bagian dari budaya umat Kristen  yang akhir-akhir ini mulai ikut menular dalam diri umat Islam.&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt; &lt;p&gt;Sepintas kalimat tersebut tidak lain seperti kalimat-kalimat ucapan  selamat lainnya. Tapi jika ditelaah lebih dalam ucapan selamat yang satu  ini tentu berbeda dengan ungkapan “&lt;em&gt;Selamat Hari Raya Idhul Fitri”, “Selamat Hari Raya Idhul Adha”, “Selamat Tahun Baru Hijriah&lt;/em&gt;”. Berbeda karena kita melihat ungkapan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merry Christmas&lt;/span&gt;” itu menggunakan cara pandang (&lt;em&gt;worldview&lt;/em&gt;) Islam yang sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari  Natal yang identik dirayakan pada tanggal 25 Desember 2011 (konon) adalah hari  kelahiran Yesus, namun Natal menjadi kepercayaan sebagian kaum Kristen  khususnya keyakinan gereja Barat. Akan tetapi, gereja Timur menyangsikan  bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal itu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Paus Yohanes  Paulus II&lt;/span&gt; pernah mengumumkan kepada umat Kristen bahwa Yesus sebenarnya  tidak dilahirkan pada 25 Desember. Tanggal tersebut dulu dirayakan sebab  hari tersebut merupakan perayaan tengah musim dingin kaum pagan Roma  Kuno (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Romana&lt;/span&gt;) atau lebih tepatnya adalah hari kelahiran banyak dewa  pagan seperti : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Osiris, Attis, Tammuz&lt;/span&gt; dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perayaan Hari Natal juga menjadi polemik di masyarakat, khususnya  Islam. Bagi siapa saja yang tidak ikut merayakannya berarti ia dianggap  "tidak toleran". Untuk itulah pusat-pusat perbelanjaan hampir di seluruh  daerah kini turut merayakan hari Natal sebagai bentuk toleransi dalam  beragama.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Natal dan Doktrin Pluralisme&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam “&lt;em&gt;The Passion of The Christ&lt;/em&gt;” menerangkan bahwa  perdebatan mengenai konsep teologi Kristen masih berpangkal pada konsep  ‘Ketuhanan Yesus’. Dengan kata lain, dasarnya saja dianggap ada yang  bermasalah. Oleh karena banyaknya kejanggalan para pemikir  Ketuhanan Yesus, sebut saja &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arthur Drews &lt;/span&gt;(1865-1935) beserta seorang  pengikutnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Willian Benjamin Smith &lt;/span&gt;(1850-1934) yang bersikap kritis  hingga mereka berani mengajukan pertanyaan, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah Yesus itu  benar-benar ada, atau hanya sekedar tokoh fiktif dan simbolik saja?&lt;/span&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan  tersebut ternyata ditanggapi oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Greonen &lt;/span&gt;dengan argumen bahwasannya  persoalan yang terjadi sebenarnya bukan pada diri Yesus. Tapi yang  menjadi masalah bagi manusia adalah bagaimana mereka memahami Yesus,  sebab pada dasarnya Tuhan tetaplah Tuhan dan bukan makhluk yang  diciptakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas nama “toleransi”, kini keyakinan umat Islam mulai ikut bercampur-aduk. Akibatnya, konsep &lt;em&gt;kufur &lt;/em&gt;dan  iman menjadi kabur. Agama saat ini rela “digadaikan” hanya dengan  alasan "toleransi". Sekarang Islam, besok Kristen, mungkin besoknya lagi  Hindu atau yang lainnya secara tidak terasa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan paham  liberal dengan "doktrin pluralisme" (menganggap semua agama sama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;red&lt;/span&gt;.)  tidak lain menjadikan orang Islam  tidak paham ilmu dan kaidah Islam.   Mereka beranggapan, seolah agama itu seperti baju yang bisa dipakai  sesuka hati. Hari ini berpakaian biru, besok hitam, besoknya lagi  abu-abu. Tentu ini pemikiran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimanapun,  konsep pluralisme merupakan proyek Orientalis. Fakta ini dapat  dibuktikan melalui pernyataan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peter Ludwig Berger&lt;/span&gt;, seorang sosiolog  Amerika dan juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teolog&lt;/span&gt; Lutheran. Dalam bukunya “&lt;em&gt;The Desecularization of the World&lt;/em&gt;”,   yang menyatakan bahwa sekularisasi telah gagal, sebab praktek  keagamaan ternyata justru bertambah subur dan desekularisasi malah  dominan. Oleh sebab itu dalam &lt;em&gt;“The Social Construction of Reality&lt;/em&gt;” ia mengusulkan untuk mengganti sekularisasi dengan penyebaran paham pluralisme.   Tentang  pluralisme agama, mereka kini berani angkat suara. Mulai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;William Liddle&lt;/span&gt;  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ohio State University&lt;/span&gt;) dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diana Eck&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harvard University&lt;/span&gt;) hingga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Franz  Magnis Suseno &lt;/span&gt;(STF Driyarkara), dan yang paling terakhir seorang pendeta  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jesuit&lt;/span&gt; yang berusaha mengaburkan makna pluralisme agama dengan  memisahkannya dari relativisme kemudian menyamakannya dengan toleransi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;p&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya seorang pluralis sejati yang toleran&lt;/span&gt;”, begitulah ungkap Jesuit  yang menganggap siapa saja yang tidak pluralis maka ia tidak toleran.  Termasuk umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Tak Berarti Membenarkan Kebatilan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Toleransi tidak berarti harus menjadi pluralis. Saling menghormati dan menghargai tidak berarti membenarkan yang &lt;em&gt;batil &lt;/em&gt;dan sesat. Antara &lt;em&gt;haq &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;batil &lt;/em&gt;sudah jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nabi Muhammad &lt;em&gt;Shallallahu “alaihi Wa Sallam &lt;/em&gt;bertetangga  dengan orang Yahudi, bersikap ramah dan toleran, namun beliau tetap  mengatakan mereka kafir, jika tidak mau memeluk Islam, apalagi jika  memusuhi kaum Muslim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meminjam pernyataan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. Hamid Fahmi&lt;/span&gt;,  pluralisme adalah proyek postmodernisme. Sama halnya dengan argumen &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof.  Attas &lt;/span&gt;yang menganggap sekularisme sebagai program orientalis yang  dilaksanakan dengan strategi, dana serta agen pada setiap negara dan  agama.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengegolkan proyek peradaban tersebut memang tidak  mudah. Oleh sebab itulah makna pluralisme dibuat ambigu. Misi umumnya  yaitu menghancurkan fundamentalisme, tapi makna istilahnya dibuat  bersayap. Terkadang bermakna toleransi dan di waktu yang berbeda berarti  relativisme.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nicholas F. Gier&lt;/span&gt;, dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;University of Idaho&lt;/span&gt;,  Moscow, Idaho menyimpulkan karakteristik pemikiran tokoh-tokoh liberal  Amerika Serikat (AS) salah satunya yaitu percaya penuh pada kebebasan  dan toleransi beragama.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada mulanya toleransi dibatasi hanya  pada sekte-sekte dalam Kristen, namun toleransi dan kebebasan penuh bagi  kaum ateis dan pemeluk agama non-Kristen hanya terjadi pada masa  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benyamin Franklin, Jefferson &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Madison&lt;/span&gt;. Kebebasan beragama sepenuhnya  berarti bukan hanya kebebasan dalam beragama tapi bebas dari agama juga,  artinya bebas beragama dan bebas untuk tidak beragama.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di lain sisi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diana L. Eck &lt;/span&gt;dalam “&lt;em&gt;The Challenge of Pluralism&lt;/em&gt;”,  secara tegas menyatakan bahwa pluralisme bukan sekedar toleransi antar  umat beragama, bukan juga sekedar menerima pluralitas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;diversity&lt;/span&gt;). Dalam  bukunya “&lt;em&gt;From Diversity to Pluralism&lt;/em&gt;” ia “menghayal” bahwa pluralisme adalah “peleburan” agama-agama menjadi satu wajah baru yaitu realitas keagamaan yang plural.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hayalan  Diana tersebut mencerminkan akan kegalauan hatinya yang benar-benar  kacau sebagai akibat dari kesalahan konsep yang ada dalam pikirannya.  Bagaimana mungkin agama-agama yang konsep ketuhanannya jelas berbeda  bisa melebur jadi satu. Suatu hal yang mustahil dan tidak bisa diterima  oleh akal sehat. Sebagai kesimpulan dari paparan di atas, bahwa  perayaan Natal sarat akan doktrin pluralisme. Paham ini bertujuan untuk  menyamakan seluruh agama. Apapun agamanya tidak berhak mengatakan bahwa  agamanya yang paling benar dan jika ingin hidup damai hormatilah  kepercayaan orang lain dengan cara mempercayai keyakinan mereka sama  benarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu, sudah sepatutnya umat Islam memahami hal ini dan terus  berusaha membendung doktrin-doktrin pluralisme seperti halnya  ikut-ikutan dalam merayakan hari Natal yang seharusnya tidak dilakukan  oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Tolerannya Nabi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;p&gt;Sebagai penutup, di  sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya  selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai saudaraku,  jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu  tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan  dipengaruhinya&lt;/span&gt;”.&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Alkisah&lt;/em&gt;, setelah wafatnya Rasulullah &lt;em&gt;Salallahu “Alaihi Wassalam&lt;/em&gt;, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi, yang biasa menyuapin si pengemis Yahudi buta tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu  hari, sahabat Rasulullah yakni Abubakar Radhiallahu Anhu berkunjung ke  rumah anaknya Siti Aisyah (isteri Rasulullah) dan  bertanya tentang  kebiasaan Nabi belum ia kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aisyah menjawab, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai ayah,  engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya  pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja&lt;/span&gt;". "Apakah Itu?", tanya Abu  bakar RA. : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap pagi Rasulullah selalu pergi ke ujung pasar dengan  membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana&lt;/span&gt;“,  kata Aisyah RA.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keesokan harinya Abu Bakar pergi ke pasar  dengan membawa makanan untuk disuapkan si pengemis Yahudi yang buta.  Ketika Abubakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik,  “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapakah kamu?&lt;/span&gt;”, Abubakar menjawab, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku orang yang biasa (mendatangi  engkau)&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si  pengemis buta itu. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu  menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah  itu ia berikan padaku&lt;/span&gt;", pengemis itu melanjutkan perkataannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Bakar  tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku  memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang  dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad  Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Shallalu “Alaihi Wassalam".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengemis Yahudi  buta itu terkaget-kaget, sebab selama itu orang yang difitnah, diumpat  dan dicaci itu tak lain Muhammad yang mulia, yang setiap pagi  menyuapinya dengan sabar. Setelah peristiwa itu, sang Yahudi buta  akhirnya bersyahadat dan menjadi Muslim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Banyak orang seolah  sudah pintar, seolah ingin mengajari “toleransi” melebihi hebatnya Nabi  kita bertoleransi. Rasulullah yang mulia begitu hebat memperlakukan  Yahudi melebihi kita, namun tetap saja tak mencampurkan akidah dan  menganggap semua agama sama. &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Wa’Allahu a’lam bi as-Showab.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ditulis oleh : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cholis Akbar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;alumni Institut Studi Islam Darussalam ISID Gontor Ponorogo&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-3348649125701355529?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/3348649125701355529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/pesan-pluralisme-dalam-perayaan-natal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/3348649125701355529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/3348649125701355529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/pesan-pluralisme-dalam-perayaan-natal.html' title='Pesan Pluralisme dalam Perayaan Natal'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-igxp6iVoVq4/Tvnz8QFel2I/AAAAAAAAAiQ/qK4J0ny5P30/s72-c/natal%2Bno%2Bway.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-557300071161773993</id><published>2011-12-25T01:00:00.005+07:00</published><updated>2011-12-31T21:31:54.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Natal bukan Hari Kelahiran Yesus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kagrMf46Bl8/Tvc_RRdasvI/AAAAAAAAAiE/zKob0d8dqOs/s1600/kebohongan-natal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kagrMf46Bl8/Tvc_RRdasvI/AAAAAAAAAiE/zKob0d8dqOs/s320/kebohongan-natal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690086220183024370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bissmillahi Laa ilaaha Illallah...&lt;/span&gt;, posting ini bukan untuk “ikut-ikutan” merayakan  perayaan natal, tapi untuk memberikan pengetahuan/fakta dibalik natal,  sebagai umat Islam kita semua meyakini tentang nabi Isa ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;alaihissalam  berdasarkan &lt;/span&gt;al Qur’an dan Sunnah. &lt;p&gt;Umat Kristiani mengklaim bahwa 25 Desember adalah Hari Kelahiran  Yesus (dalam keyakinan umat Islam adalah Nabi Isa ‘alaihissalam). Apakah  benar natal adalah hari kelahiran Yesus? apakah natal adalah ajaran  Bibel?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Natal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata &lt;em&gt;Christmas&lt;/em&gt; (Natal) yang artinya &lt;em&gt;Mass of Christ&lt;/em&gt; atau disingkat &lt;em&gt;Christ-Mass&lt;/em&gt;,  diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran “Yesus”. Perayaan yang  diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal  dari ajaran Gereja Kristen Katholik Roma. Tetapi, dari manakah mereka  mendapatkan ajaran itu ? Sebab Natal itu bukan ajaran Bibel (Alkitab),  dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk  menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katholik  Roma pada abad ke-4 ini berasal dari upacara adat masyarakat penyembah  berhala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini  berasal dari Katholik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci,  maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katholik Roma dalam &lt;em&gt;Catholic Encyclopedia&lt;/em&gt;, edisi 1911, dengan judul : &lt;em&gt;Christmas&lt;/em&gt;, Anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;”Christmas &lt;strong&gt;was not&lt;/strong&gt; among the earliest festivals of Church…the first evidence of the feast is &lt;strong&gt;from Egypt&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Pagan customs&lt;/strong&gt; centering around the January calends gravitated to Christmas”&lt;/em&gt;. [“Natal &lt;strong&gt;bukanlah &lt;/strong&gt;upacara Gereja yang pertama….melainkan ia diyakini &lt;strong&gt;berasal dari Mesir. Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala&lt;/strong&gt; dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus”].&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul &lt;em&gt;Natal Day&lt;/em&gt;; Bapak Katholik pertama mengakui bahwa :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;”In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is &lt;strong&gt;only sinners&lt;/strong&gt; (like Pharaoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world”&lt;/em&gt;. [“Di dalam kitab suci, tidak ada seorang pun yang mengadakan  upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran  Yesus. &lt;strong&gt;Hanyalah orang-orang kafir saja&lt;/strong&gt; (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta-pora merayakan hari kelahirannya di dunia ini”] .&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Encyclopedia Britanica&lt;/em&gt; yang terbit tahun 1946 menjelaskan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;”Christmas was not among the earliest festival of the church…. It  was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority, it  was picked up afterward from paganism”. &lt;/em&gt;[“Natal bukanlah upacara gereja abad pertama. Hal ini tidak  pernah diselenggarakan oleh Yesus atau para muridnya, ataupun otoritas  Bibel. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan penyembah  berhala”].&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Encyclopedia Americana&lt;/em&gt; terbitan tahun 1944 juga menyatakan berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;”Christmas…. It was, according to many authorities, not  celebrated in the first centuries of the Christian church, as the  Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable  persons rather than their birth…” (The “Communion”, which is instituted  by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ).  “…A feast was established in memory of this event [Christ’s birth] &lt;strong&gt;in the fourth century&lt;/strong&gt;. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever &lt;strong&gt;on the day of the old Roman feast of the birth of Sol&lt;/strong&gt;, as no certain knowledge of the da of Christ’s birth existed”. &lt;/em&gt;["Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak  pernah dirayakan oleh gereja Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya  merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah  merayakan harikelahrian orang tersebut…”. (”Perjamuan Suci” yang tertera  dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang hari kematian  Yesus). ”…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus,  mulai diresmikan pada&lt;strong&gt;abad keempat Mase&lt;/strong&gt;hi. Dan pada abad  kelima Masehi, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk  merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa  Romawi yang merayakan &lt;strong&gt;hari Kelahiran Sol (Dewa Matahari)&lt;/strong&gt;. Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus”].&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang perhatikan! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita  bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga  ratus tahun kemudian --&lt;em&gt;jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat--&lt;/em&gt;  upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah  abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang  Kristen Barat, Kristen Roma, dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja  Roma memerintahkan untuk merayakan sebagai hari raya umat Kristen yang  resmi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yesus tidak Lahir pada Tanggal 25 Desember&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh sangat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin &lt;a title="" name="_ftnref1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8372105893582766617#_ftn1"&gt;&lt;/a&gt;[1]. Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga  kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang  malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi  mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka  : ”Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan  besar untuk seluruh bangsa : Hari ini telah lahir bagimu Juru selamat,  yaitu Kristus, di kota Daud”&lt;/em&gt; .&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada  bulan Desember. Biasanya, mereka melepas ternak ke padang dan  lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut  sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin  yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kitab Kidung Agung  2; dan Ezra 10:9,13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak  mungkin para gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam  hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Adam Clarke mengatakan : &lt;em&gt;”It was an ancient custom among Jews of those days to send out  their sheep to the field and desert about Passover (early spring), and  bring them home at commencement of the first rain” &lt;/em&gt;[2]. (“Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk  menggiring domba-domba mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh  awal musim semi), dan membawanya pulang pada permulaan hujan pertama”).&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adam Clarke melanjutkan :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“During the time they were out, the shepherds watch them night  and day. As….the first rain began early in the month of Marchesvan,  which answers to part of our October and November (begins sometimes in  October), we find that the sheep were kept out in the open country  during the whole summer. And, as these shepherd had not yet brought home  their flocks, it is presumptive argument that October had not yet  commenced, and that, consequently, &lt;strong&gt;our Lord was not born on the 25th of December&lt;/strong&gt;, when no flock were out in the fields; nor could He have been born later than &lt;strong&gt;September&lt;/strong&gt;, as the flocks were still in the fields &lt;strong&gt;by night&lt;/strong&gt;. On this very ground, &lt;strong&gt;the Nativity in December&lt;/strong&gt; should be given up. The feeding of the flocks by night in the fields is &lt;strong&gt;a chronological fact&lt;/strong&gt;… See the quotations from &lt;strong&gt;the Talmudists in the Lightfoot&lt;/strong&gt;”.&lt;/em&gt; [“Selama domba-domba berada di luar, para penggembala  mengawasinya siang dan malam. Bila…hujan pertama mulai turun pada bulan  Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan Nopember, ternak-ternak itu  mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba  itu dilepas di padang terbuka selama musim panas. Karena para  penggembala belum membawa pulang domba-dombanya, berarti bulan Oktober  belum tiba. Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa &lt;strong&gt;Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember&lt;/strong&gt;, ketika tidak ada domba yang berkeliaran di padang terbuka. Juga tidak mungkin dia lahir &lt;strong&gt;setelah bulan September&lt;/strong&gt;, karena di bulan September inilah domba-domba masih berada di padang &lt;strong&gt;waktu malam&lt;/strong&gt;.  Dari berbagai bukti yang ada, kemungkinan lahir di bulan Desember itu  harus disingkirkan. Memberi makan ternak di malan hari di padang  gembalaan adalah fakta sejarah….sebagaimana yang diungkapkan oleh Talmud  dalam bab ”Ringan Kaki”].&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam ensiklopedi manapun atau juga dalam kitab suci Kristen sendiri akan mengatakan kepada kita bahwa Yesus &lt;strong&gt;tidak lahir&lt;/strong&gt; pada tanggal 25 Desember. &lt;em&gt;Catholic Encyclopdia&lt;/em&gt; sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui fakta ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan hari kelahiran Yesus yang  sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci  Kristen sendiri, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Yesus lahir pada  awal musim gugur --yang diperkirakan jatuh pada bulan September-- atau  sekitar 6 bulan setelah hari Paskah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari  kelahiran Yesus, niscaya Dia tidak akan menyembunyikan hari  kelahirannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Proses Natal Masuk ke Gereja&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;NewSchaff – Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge&lt;/em&gt; dalam artikelnya yang berjudul “&lt;em&gt;Christmas&lt;/em&gt;” menguraikan dengan jelas sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“How much the date of the festival depended upon the pagan  Brumalia (Dec. 25) following the Saturnalia (Dec. 17-24), and  celebrating the shortest day of the year and ‘the new sun’…can not be  accurately determined. The pagan Saturnalia and Brumalia &lt;strong&gt;were too deeply entrenched in popular custom to be set aside by Christian influence&lt;/strong&gt;…  The pagan festival with its riot and marrymaking was so popular that  Christians were glad of an excuse to continue its celebration with  little change in spirit and in manner. Christian preachers of the West  and the Near East protested against the unseemly frivolity with which  Christ’s birthday was celebrated, while Christians of Mesopotamia  accused &lt;strong&gt;their Western brethren of idolatry and sun worship for adopting as Christian this pagan festival&lt;/strong&gt;”&lt;/em&gt;. [“Sunguh banyak tanggal perayaan yang terkait pada  kepercayaan pagan/penyembah berhala Brumalia (25 Desember) sebagai  kelanjutan dari perayaan Saturnalia (17 – 24 Desember), dan perayaan  menjelang akhir tahun, serta perayaan menyambut kelahiran matahari  baru….tidak dapat ditentukan secara pasti (jumlahnya). Adat kepercayaan  pagan Brumalia dan Saturnalia sudah berurat berakar dan populer tersebut  dalam adat istiadat tersebut &lt;strong&gt;diambil oleh Kristen&lt;/strong&gt;.  Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan  tata caranya. Para pendeta Kristen di Barat dan Timur Dekat menentang  perayaan kelahiran Yesus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu,  Kristen Mesopotamia menuding Kristen Barat telah mengadopsi model  penyembahan terhadap dewa Matahari” .&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlu diingat ! Menjelang abad pertama sampai abad keempat Masehi,  dunia dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama  Kristen masih kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya  dikejar-kejar dan disiksa oleh penguasa Romawi. Setelah Konstantin naik  tahta menjadi kaisar, kemudian memeluk agama Kristen pada abad keempat  Masehi, dan menempatkan agama sejajar dengan agama kafir Roma, banyak  rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran  dewa-dewanya pada tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit  dihilangkan. Perayaan ini adalah pesta-pora dengan penuh kemeriahan,  dansangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak ingin kehilangan hari  kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu, meskipun sudah memeluk agama  Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat itu. Di dalam artikel  yang sama – &lt;em&gt;New Schaff – Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge&lt;/em&gt; menjelaskan bagaimana kaisar Konstantin tetap merayakan hari “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sunday&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” sebagai hari kelahiran dewa matahari. Dan bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan &lt;strong&gt;Anak Tuhan&lt;/strong&gt; (Yesus)  identik dengan ”Matahari”. Kemudian pada abad keempat masehi,  kepercayaan itu masuk dalam agama Kristen. Sehingga perayaan hari  kelahiran &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sun-God&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (Dewa Matahari) yang jatuh pada tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Son of God&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (Anak Tuhan, yaitu Yesus).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah asal-usul ”&lt;em&gt;Christmas&lt;/em&gt;” atau Natal yang dilestarikan oleh dunia barat sampai sekarang. Walaupun namanya diubah menjadi selain &lt;em&gt;Sun-Day&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Son of God&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Christmas&lt;/em&gt;,  dan Natal; pada hakekatnya sama dengan merayakan hari kelahiran dewa  matahari. Sebagai contoh, kita bisa saja menamakan kelinci itu dengan  nama singa, tetapi bagaimanapun juga fisiknya tetap kelinci.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Marilah kita kembali membaca &lt;em&gt;Encyclopedia of Brittanica&lt;/em&gt; yang mengatakan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Certain Latins, as early as 354, may have transferred the birthday from January 6th &lt;strong&gt;to December 25, which was then a Mithraic feast….. or birthday of the unconquered Sun&lt;/strong&gt;…  The Syrians and Armenians, who clung to January 6th, accused the Romans  of suns worship and idolatry, contending…that the feast of December  25th, had been invented by disciples of Cerinthus…”.&lt;/em&gt; [“Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354 telah  mengganti hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke &lt;strong&gt;25 Desember, yang merupakan dari kelahiran anak dewa Mitra atau kelahiran dewa Matahari yang tidak terkalahkan.&lt;/strong&gt; Tindakan  ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan Armenia marah-marah.  Karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 6  Januari, mereka mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember itu adalah  hari kelahiran Dewa Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi.  Penyusupan ajaran ini ke dalam agama Kristen, dilakukan oleh Cerinthus”]. (siraaj/arrahmah.com).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div align="justify"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Catatan kaki :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a title="" name="_ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8372105893582766617#_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;[1] Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim hujan dan hawanya sangat dingin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;[2] &lt;/span&gt;Adam Clarke Commentary, Vol. 5, Page 370, New York&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Sumber &lt;/span&gt;: &lt;em&gt;The Plain Truth About Christmas&lt;/em&gt; oleh Herbert W. Armstrong (1892 – 1986 – Worldwide Church of God, California USA 1984.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-557300071161773993?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/557300071161773993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/natal-bukan-hari-kelahiran-yesus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/557300071161773993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/557300071161773993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/natal-bukan-hari-kelahiran-yesus.html' title='Natal bukan Hari Kelahiran Yesus'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kagrMf46Bl8/Tvc_RRdasvI/AAAAAAAAAiE/zKob0d8dqOs/s72-c/kebohongan-natal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-8680689579107288228</id><published>2011-12-23T21:45:00.003+07:00</published><updated>2011-12-31T21:32:13.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Haramnya Kaum Muslim Ikut Natalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FIpRLafHed8/Tvc6bj1S7rI/AAAAAAAAAh4/lTbIHJA0HPI/s1600/buya_hamka.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FIpRLafHed8/Tvc6bj1S7rI/AAAAAAAAAh4/lTbIHJA0HPI/s320/buya_hamka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690080899355569842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - &lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Menjelang perayaan Natal bagi umat Kristiani, ada perkara yang harus difahami oleh umat Islam agar tidak terjerumus dalam perbuatan haram dan syirik. Yaitu, tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hukum mengikuti perayaan Natal bersama &lt;/span&gt;yang dilakukan oleh umat Kristiani. Sebab, biasanya mereka mengajak umat Islam untuk mengikutinya sebagai balasan dari kebiasaan mereka ikut acara halal bihalal atau acara Maulid umat Islam. Umat Islam dalam hal ini tidak boleh menganggap hal itu sekedar sebagai hubungan sosial, tapi harus merujuk kepada hukum agama, bagaimana menurut agama Islam. Boleh atau tidak? Halal atau haram?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam masalah mengikuti natalan bersama umat Kristiani ini, MUI telah mengeluarkan fatwa pada tahun 1981 di masa Ketua Umum MUI &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Buya Hamka&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Fatwa MUI yang ditandatangtani Ketua Komisi Fatwa KH. Syukri Ghazali dan Sekretaris H. Masudi tersebut intinya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, bahwa ummat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqidah dan peribadatan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain berdasarkan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Al-Qur‘an surat Al-Kafirun [109] ayat 1-6 : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakanlah hai orang-orang kafir, 'aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Al-Qur‘an surat Al-Baqarah [2] ayat 42 : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui&lt;/span&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;(FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG PERAYAAN NATAL BERSAMA point B)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak Isa Al-Masih itu anaknya, bahwa orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan atas:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Al-Qur‘an surat Al-Maidah [5] ayat 72 : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putera Maryam'. Padahal Al Masih sendiri berkata, 'Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu'. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah Neraka, tidak adalah bagi orang zhalim itu seorang penolong pun&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Al-Qur‘an surat Al-Maidah [5] ayat 73 : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya kafir orang-orang yang mengatakan, 'Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga)', padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Al-Qur‘an surat At-Taubah [9] ayat 30 : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang-orang Yahudi berkata Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Al-Masih itu anak Allah. Demikianlah itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah-lah mereka bagaimana mereka sampai berpaling&lt;/span&gt;”.(FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG PERAYAAN NATAL BERSAMA point D).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Islam mengajarkan Bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas Al Qur‘an surat Al Ikhlas :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakanlah, 'Dia Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun/sesuatu pun yang setara dengan Dia&lt;/span&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;,  Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas :&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Hadits Nabi SAW dari Nu‘man bin Basyir : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya apa apa yang halal itu telah jelas dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang menggembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati)&lt;/span&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Kaidah Ushul Fiqih : &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan masholihnya tidak dihasilkan)&lt;/span&gt;.” (point F dan G).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Berdasarkan tiga pertimbangan di atas, MUI memfatwakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;(Jakarta, 01 Jumadil Awal 1401 H, 07 Maret 1981, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Ketua K. H. M SYUKRI GHOZALI Sekretaris Drs. H. MAS‘UDI, Sumber: Himpunan Fatwa Mejelis Ulama Indonesia 1417H/ 1997, halaman 187-193).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Camkan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=" Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-size:100%;" &gt;Fatwa MUI itu memfokuskan haramnya mengikuti upacara natal. Dan agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal. Oleh karena itu, di dalam hari-hari perayaan Natal oleh Umat Kristiani, kita umat Islam cukup dengan memberikan sikap toleran, yakni dengan membiarkan mereka merayakannya dan tidak mengganggunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Namun kita tetap tegas untuk tidak mengikuti perayaan tersebut karena semata menjaga kesucian agama Islam dan menjaga kemurnian aqidah kita serta keikhlasan kita dalam memeluk agama Allah SWT. Tidak mencampurkan dengan aqidah dan kepercayaan lain, apalagi sudah diterangkan kekeliruan dan kebatilannya sebagaimana dasar-dasar pertimbangan fatwa MUI di atas. Marilah kita resapi Firman Allah Swt. : ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa&lt;/span&gt;". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al Kahfi 120).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sahabat Nabi saw., Ibnu Abbas r.a, dalam tafsirnya mengatakan bahwa Tuhan Yang Esa  dalam ayat tersebut  adalah Tuhan yang tanpa anak dan tanpa sekutu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="georgia" style="text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Itulah Allah Swt., Tuhan yang benar-benar Esa dan kita diwajibkan mengesakan-Nya atau mentauhidkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Shodiq Ramadhan http://www.suara-islam.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-8680689579107288228?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/8680689579107288228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/haramnya-kaum-muslim-ikut-natalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8680689579107288228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8680689579107288228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/haramnya-kaum-muslim-ikut-natalan.html' title='Haramnya Kaum Muslim Ikut Natalan'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FIpRLafHed8/Tvc6bj1S7rI/AAAAAAAAAh4/lTbIHJA0HPI/s72-c/buya_hamka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-8960942502524174119</id><published>2011-12-02T22:36:00.002+07:00</published><updated>2011-12-31T21:32:32.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Keutamaan Puasa di Bulan Muharram</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wjCAAenLNvs/TtekAIRb08I/AAAAAAAAAhI/1A4y3kvsowM/s1600/muharram.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 247px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wjCAAenLNvs/TtekAIRb08I/AAAAAAAAAhI/1A4y3kvsowM/s320/muharram.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681189777078735810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - Sesungguhnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syahrullah &lt;/span&gt;(bulan Allah)  Muharram adalah bulan yang agung dan diberkahi. Bulan pertama dari  penanggalan hijriyah. Dan salah satu dari empat bulan haram yang  disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya :&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya bilangan bulan pada  sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia  menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah  (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu  dalam bulan yang empat itu&lt;/em&gt;”. (QS. Al-Taubah : 36)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;em&gt;Setahun itu ada dua belas bulan. Di  antaranya terdapat empat bulan yang dihormati. Yang tiga berurutan,  yaitu Dzul Qa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan (satunya adalah)  Rajab Mudhar yang berada antara Jumadil Tsaniah dan Sya'ban.&lt;/em&gt;" (HR.  Bukhari no. 2958). &lt;/blockquote&gt;Dan dinamakan Muharram karena dia termasuk bulan yang  diharamkan (dihormati) dan keharamannya tadi diperkuat lagi dengan  namanya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;haram&lt;/span&gt;).&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="com"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Keut&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;amaan memperbanyak Puasa Sunnah Pada Bulan Muharram&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengagungkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syahrullah Muharram&lt;/span&gt; adalah  dengan tidak melakukan kemaksiatan di dalamnya. Sebaliknya, dianjurkan  untuk mengisinya dengan amal-amal ketaatan. Salah satunya, adalah  memperbanyak puasa di dalamnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="com"&gt;Dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; dia berkata, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;em&gt;Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa)  di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah  shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.&lt;/em&gt;“ (HR Muslim : 1163). &lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-1711"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits yang mulia ini menunjukkan dianjurkannya berpuasa pada bulan  Muharram, bahkan puasa di bulan ini lebih utama dibandingkan bulan-bulan  lainnya, setelah bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puasa yang paling utama dilakukan pada bulan Muharram adalah puasa &lt;em&gt;‘Aasyuura’&lt;/em&gt; (puasa pada tanggal 10 Muharram), karena Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; melakukannya dan memerintahkan para sahabat &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhum &lt;/em&gt;untuk melakukannya, dan ketika Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; ditanya tentang keutamaannya beliau bersabda : “&lt;em&gt;Puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu&lt;/em&gt;“ (HR. Bukhori-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih utama lagi jika puasa tanggal 10 Muharram digandengankan  dengan puasa tanggal 9 Muharram, dalam rangka menyelisihi orang-orang  Yahudi dan Nashrani, karena Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;  ketika disampaikan kepada beliau bahwa tanggal 10 Muharram adalah hari  yang diagungkan orang-orang Yahudi dan Nashrani, maka beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;em&gt;Kalau aku masih hidup tahun depan, maka sungguh aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram  (bersama 10 Muharram).&lt;/em&gt;” (HR. Muslim : 1134).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Sebagian ulama ada yang berpendapat di&lt;em&gt;-makruh-&lt;/em&gt;kannya  (tidak disukainya) berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, karena  menyerupai orang-orang Yahudi, tapi ulama lain membolehkannya meskipun  pahalanya tidak sesempurna jika digandengkan dengan puasa sehari  sebelumnya. &lt;p&gt;Sebab Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memerintahkan puasa tanggal 10 Muharram adalah karena pada hari itulah Allah &lt;em&gt;Ta’ala &lt;/em&gt;menyelamatkan Nabi Musa &lt;em&gt;álaihis salam&lt;/em&gt; dan umatnya, serta menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya, maka Nabi  Musa &lt;em&gt;‘alaihis salam &lt;/em&gt;pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada-Nya, dan ketika Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;mendengar orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu karena alasan ini, maka beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;em&gt;Kita lebih berhak (untuk mengikuti) Nabi Musa ‘alaihis salam daripada mereka&lt;/em&gt;“ (HR. Bukhori-Muslim). &lt;/blockquote&gt;Kemudian untuk menyelisihi perbuatan orang-orang Yahudi, beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menganjurkan untuk berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram, yang pada tahun 2011 ini jatuh pada tanggal 5 dan 6 Desember, tepatnya pada hari Senin dan Selasa lusa.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Bulan Muharram adalah salah satu dari  empat bulan haram, yang seharusnya dimuliakan. Cara memuliakannya bukan  dengan mengkramatkannya sehingga menetapkan mitos-mitos yang tak ada  dasarnya. Memuliakannya adalah dengan tidak mengerjakan maksiat dan dosa  besar di dalamnya. Di samping itu memperbanyak amal shalih sebagai  lawan dari maksiat, dan salah satu amal shalih yang ditekankan adalah  berpuasa. Dianjurkan memperbanyak puasa di dalamnya, tapi tidak berpuasa  seluruh hari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu Ta'ala a'lam. &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;) &lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari berbagai sumber&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-8960942502524174119?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/8960942502524174119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/keutamaan-puasa-di-bulan-muharram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8960942502524174119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8960942502524174119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/keutamaan-puasa-di-bulan-muharram.html' title='Keutamaan Puasa di Bulan Muharram'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wjCAAenLNvs/TtekAIRb08I/AAAAAAAAAhI/1A4y3kvsowM/s72-c/muharram.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-7926266710860592195</id><published>2011-11-30T22:12:00.004+07:00</published><updated>2011-12-31T21:33:09.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Keagungan bulan Muharram</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-01WaBXTaYOo/TtenwyyhWRI/AAAAAAAAAhU/zgnBMWebzDI/s1600/Muharram_Ul_Haram.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-01WaBXTaYOo/TtenwyyhWRI/AAAAAAAAAhU/zgnBMWebzDI/s320/Muharram_Ul_Haram.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681193911660402962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - Kini kita berada di pekan pertama bulan Muharram 1433 H. Bulan Muharram adalah bulan yang agung dan penuh berkah. Ia merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan salah satu dari empat bulan Haram.  &lt;p&gt;Sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt. :&lt;/p&gt;  &lt;p dir="RTL" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri dalam bulan yang empat itu&lt;/span&gt;”. &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;(QS. At-Taubah [009] : 36)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="RTL" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;وعَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : .. السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Dari Abu Bakrah RA dari Nabi SAW bersabda : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, di antaranya terdapat empat bulan Haram. Tiga bulan Haram berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzuhijah, dan Muharram. Satu bulan Haram lainnya adalah Rajab bangsa Mudhar yang berada di antara bulan Jumadil Akhir dan Sya’ban&lt;/span&gt;”. &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bulan ini disebut bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muharram &lt;/span&gt;karena tergolong sebagai bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Haram&lt;/span&gt;, sekaligus sebagai penegasan keharaman melakukan peperangan dan tindakan kezaliman lainnya di bulan ini. Sebagaimana firman Allah di atas (yang artinya) : “&lt;em&gt;Maka janganlah kalian menganiaya diri dalam bulan yang empat itu&lt;/em&gt;!”. &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;(QS. At-Taubah [009] : 36)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imam Adh-Dhahak bin Muzahim&lt;/span&gt; berkata : ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bulan-bulan tersebut disebut bulan Haram agar tidak terjadi peperangan pada bulan-bulan tersebut&lt;/span&gt;”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maksud ayat yang mulia di atas adalah janganlah kalian melakukan kezaliman dalam empat bulan yang Haram tersebut, karena larangannya dan dosanya lebih besar dibanding kezaliman pada bulan-bulan yang lain, meski pada dasarnya kezaliman kapan pun dilarang oleh Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Sahabat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibnu Abbas RA &lt;/span&gt;berkata : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Janganlah kalian melakukan kezaliman dalam seluruh bulan. Kemudian Allah secara khusus menyebutkan empat bulan. Allah menjadikannya sebagai bulan Haram dan Allah menegaskan larangan yang lebih kuat atas kezaliman pada bulan tersebut. Perbuatan kezaliman pada bulan tersebut akan lebih besar dosanya, dan amal shalih pada bulan tersebut akan lebih besar pahalanya&lt;/span&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qatadah bin Di’amah as-Sadusi&lt;/span&gt; berkata : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya perbuatan kezaliman pada bulan-bulan Haram adalah lebih besar kesalahan dan dosanya, dibandingkan kezaliman pada bulan-bulan yang lain. Meskipun kezaliman dalam keadaan apapun besar dosanya. Namun Allah mengagungkan dari urusan-Nya apa saja yang Allah kehendaki&lt;/span&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam bish-shawab&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(muhib al-majdi/arrahmah.com)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-7926266710860592195?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/7926266710860592195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/keagungan-bulan-muharram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/7926266710860592195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/7926266710860592195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/12/keagungan-bulan-muharram.html' title='Keagungan bulan Muharram'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-01WaBXTaYOo/TtenwyyhWRI/AAAAAAAAAhU/zgnBMWebzDI/s72-c/Muharram_Ul_Haram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-1931251786691266592</id><published>2011-11-28T21:49:00.003+07:00</published><updated>2011-12-31T21:33:50.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>KMNU Jabar Gelar Musyawarah di Gedongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HREIUt4s_no/Tto3WU-NcCI/AAAAAAAAAhg/i_e3igcT2cE/s1600/kmnu%2Bjabar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HREIUt4s_no/Tto3WU-NcCI/AAAAAAAAAhg/i_e3igcT2cE/s320/kmnu%2Bjabar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681914736607588386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - Kaum Muda Nahdlatul Ulama (KMNU) se-Jawa Barat  selama dua hari, Senin  hingga Selasa, (28-29/11) mengadakan musyawarah di Pondok Pesantren  Gedongan, Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Acara yang dikemas dalam bentuk Musyawarah Kader Muda Nahdlatul Ulama se-Jawa Barat ini, mengambil tema "Meneguhkan kembali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ghiroh Nahdlotul Fikr &lt;/span&gt;di Kalangan Muda NU". Kegiatan ini dihadiri sejumlah intelektual muda NU se-Jawa Barat dan  sejumlah tokoh ulama berpengaruh di  Jabar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Kegiatan seperti ini  disambut positif, karena akan memberi dampak bagi pembangunan di Jawa  Barat. "Kegiatan ini memiliki nilai positif, karena, pemikiran kalangan  muda NU dapat terakomodir sehingga diharapkan dapat memberikan  kontribusi terhadap kiprah NU dalam membangun bangsa," kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahmad  Syaichu&lt;/span&gt;, salah seorang tokoh muda NU asal Kabupaten Cirebon yang turut  hadir pada acara tersebut.  &lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abdul Muiz Syairozi&lt;/span&gt;,  ketua pelaksana kegiatan ini mengungkapkan, beberapa pemikiran kaum muda  NU yang sangat progresif akan direkomendasikan kepada pengurus NU Jawa  Barat, untuk segera ditindaklanjuti. Di antaranya, menurut Muiz, terkait  perlunya membuat komunitas-komunitas  di berbagai wilayah di Jawa Barat  untuk penguatan wacana ke-NU-an.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut Muiz mengatakan bahwa PWNU  Jawa Barat perlu memfasilitasi kader muda NU seperti Ansor, Fatayat,  IPNU, IPPNU dan lainnya untuk merumuskan kembali pola kaderisasi  dilingkungannya masing-masing. Sehingga akan lebih jelas arah gerakan  dari masing-masing organisasi kepemudaan di NU tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disebutkan, dalam musyawarah tersebut  juga menghasilkan sebuah rekomendasi berupa tuntutan kepada pemerintah  dan DPR RI agar segera mengesahkan undang-undang tentang "Ma'had Aly"  sebagai  bagian dari sistem pendidikan nasional.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana diketahui selama ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ma'had  Aly&lt;/span&gt; sebagai jenjang pendidikan tertinggi di pesantren, belum dianggap  sebagai perguruan tinggi sebagaimana perguruan tinggi lainnya yang ada  di Indonesia. Padahal dari sisi kurikulumnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ma'had Aly&lt;/span&gt; memiliki  kurikulum yang standar, bahkan mungkin dari sisi keahlian atau  penguasaan materi, mahasiswa/santri Ma'had Aly akan lebih mumpuni.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Oleh  karena itu, salah satu bahasan penting yang dilakukan KMNU pada  kesempatan ini adalah mengenai kondisi dan posisi Ma’had Aly dalam  lingkup perguruang tinggi di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah kontribusi pemikiran kaum muda   NU agar kiprah kaum nahdliyin memili akuntabilitas dalam kehidupan  berbangsa," kata  Abdul Muiz yang juga koordinator KMNU Jawa Barat ini. &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;(Yuri/Job | CirebonNews.Com)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-1931251786691266592?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/1931251786691266592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/kmnu-jabar-gelar-musyawarah-di-gedongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/1931251786691266592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/1931251786691266592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/kmnu-jabar-gelar-musyawarah-di-gedongan.html' title='KMNU Jabar Gelar Musyawarah di Gedongan'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HREIUt4s_no/Tto3WU-NcCI/AAAAAAAAAhg/i_e3igcT2cE/s72-c/kmnu%2Bjabar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-8515590620529292850</id><published>2011-11-11T00:00:00.004+07:00</published><updated>2011-12-31T21:34:03.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Musyrik, Meyakini Momen 11-11-2011 sebagai Hari Baik &amp; Keberuntungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-55PG950Jvto/Trxki8S0GBI/AAAAAAAAAg0/gSOPWuyo21k/s1600/11-11-11.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-55PG950Jvto/Trxki8S0GBI/AAAAAAAAAg0/gSOPWuyo21k/s320/11-11-11.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673520182043351058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - Ketua Umum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khairu Ummah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Ahmad Yani&lt;/span&gt; menegaskan, dalam Islam, semua hari dan tanggal itu baik. Sedangkan, hari terbaik adalah hari Jumat. Namun, tidak boleh meyakini tanggal tertentu, seperti 11/11/2011 sebagai tanggal baik yang bisa membawa keberuntungan, kecuali yang disyariatkan dalam Islam. Meyakini tanggal itu sebagai sesuatu yang istimewa bisa menjerumuskan seseorang pada kurafat yang menjurus pada kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan rahasia umum, tanggal “cantik” 11/11/11 dianggap istimewa bagi sebagian orang. Selain menghelat pernikahan, ada pula yang ingin anaknya lahir pada tanggal tersebut sampai menghadapi ujian tesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;event &lt;/span&gt;penting yang diadakan pada tanggal tersebut. Apa saja?&lt;br /&gt;Perhelatan olahraga akbar tingkat Asia Tenggara, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;South East Asean (SEA) Games XXVI &lt;/span&gt;akan dibuka pada tanggal 11 November 2011, di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu event lagi akan diadakan pada tanggal ini, yaitu pengumuman 7 keajaiban dunia baru oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New7Wonders&lt;/span&gt;. Pulau Komodo menjadi salah satu kandidat juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya lagi, seorang ustdz muda ikut-ikutan menandai pernikahannya pada tanggal 11-11-2011. Sebut saja &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustad Soleh Mahmud&lt;/span&gt; alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ustad Solmed &lt;/span&gt;yang akan menikahi artis sinetron &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;April Jasmine&lt;/span&gt;. Ada pula aktris &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Emma Waroka &lt;/span&gt;yang akan menikah dengan sang kekasih &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Juan Luis Lillo Jara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking banyaknya yang menjadikan tanggal cantik 11 November 2011 atau 11/11/11 sebagai tanggal pernikahan. Kantor Urusan Agama (KUA) pun kebanjiran permintaan pernikahan pada tanggal cantik tersebut. Masjid Pondok Indah sampai menolak 20-an pasang calon pengantin yang hendak menikah di tempat itu. Tak hanya pada 11/11/11, Masjid Pondok Indah juga ramai pada tanggal cantik lain yaitu 20/11/2011. Mereka yang akan menikah pada 11/11/11 ini, sudah memesan lokasi akad atau resepsi di Masjid Pondok Indah 5 bulan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk tanggal 11 bulan 11 tahun 2011, sudah ada 4 pasangan. Yang menggelar resepsi 1 pasang, 3 pasang akad nikah. Jadi dari pagi sampai sore ini full. Ini kan jatuhnya hari Jumat. Hampir tidak pernah terjadi, kalau hari libur saja Sabtu-Minggu sampai 2 orang&lt;/span&gt;", ujar pengelola gedung serbaguna Masjid Pondok Indah, Ramli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan Mistis Zionis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat dulu pernah ada isu akan terjadi peristiwa besar : kiamat, ketika kalender menunjukkan angka 9 bulan september tahun 1999 pukul 09:09 lebih 9 detik (9-9-99 09:09:09). Segala hal dalam keyakinan mistis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kabbalah &lt;/span&gt;senantiasa dikaitkan dengan simbologi. Numerologi atau ilmu tentang angka yang merupakan salah satu kegemaran mereka. Sebab itu salah satu ilmu yang dikembangkan kaum Yahudi adalah ilmu Geometri dan mereka disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Geometrian&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemaran kepada simbol angka-angka berasal dari keyakinan mereka bahwa kosmos ini seluruhnya bergerak secara matematis. Misalnya, satu hari itu 24 jam, satu pekan 7 hari, satu bulan 30 hari, dan satu tahun 365 hari. Semuanya menunjukkan angka. Dan angka 13 serta 666 menunjukkan angka setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka 9.11 sendiri yang menunjuk pada tanggal kejadian WTC yakni 9 September juga sarat dengan simbologi setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai angka 11, para Kabalis menganggap angka tersebut merupakan salah satu simbol setan, selain 666. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anton LaVey&lt;/span&gt;, pendiri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gereja Setan &lt;/span&gt;dunia, memilih angka 11 ketika dirinya menyusun 11 Pasal Setan di Bumi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Eleven Satanic Rules of the Earth&lt;/span&gt;) dan memilih angka 9 untuk menyusun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Nine Satanic Statements&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LaVey &lt;/span&gt;telah lama memilih angka 11 dan 9 sebagai angka setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu perbintangan (Astrologi), sebagai basis dari Numerologi, angka 11 biasanya menunjukkan Pemimpin. Angka 11 juga merepresentasikan Dosa, Pelanggaran, dan Resiko. Jika angka 10 melukiskan kesempurnaan, maka angka 11 menyimbolkan sesuatu yang lebih. Jika dipisah (1 + 1 = 2) maka akan ditemukan sebuah dualitas yang saling berhadapan dan setara : Lucifer dan Tuhan. Kegelapan dan Cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka 11 menurut Zionis Yahudi adalah angka penuh kesucian. Jika angka 11 dikalikan dengan angka sempurna, 3, maka akan didapat angka 33, sebuah angka yang amat penting bagi dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Okultisme&lt;/span&gt;. Tahun 1933 merupakan tahun lahirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manifesto Humanis&lt;/span&gt;, sebuah gerakan dari para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kabbalis&lt;/span&gt;. Simbol-simbol dalam Astrologi (Zodiak) juga berjumlah 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menara kembar WTC sendiri jika diperhatikan bangunannya mirip dengan angka 11. Menara WTC sendiri bertempat di New York, sebuah kota yang berada di negara bagian ke-11 yang bergabung dengan Amerika Serikat. WTC memiliki 110 lantai, jika angka ‘0’ dibuang maka didapatkan angka 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WTC merupakan pusat dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trade Center &lt;/span&gt;dan dijuluki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Skycrappers&lt;/span&gt;, masing-masing jumlah hurufnya 11. Jika nama menara itu ditulis secara lengkap maka akan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;World Trade Center &lt;/span&gt;yang berjumlah 22 huruf, yaitu 11 X 2 = 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tanggal terjadi peristiwa tersebut adalah tanggal 11 bulan 9, yang bisa disusun menjadi : 1 + 1 + 9 = 11. 11 September sendiri mempunyai 2 angka dan 9 huruf, 2 + 9 = 11. Dan uniknya lagi, Menara WTC ambruk pada jam 10.28 am, 1 (0) + 2 + 8 = 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, peristiwa WTC terbukti menguntungkan pemerintah Amerika Serikat dan juga Zionis-Israel. Pemimpin-pemimpinnya adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;George W. Bush &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ariel Sharon&lt;/span&gt;, masing-masing jumlah huruf namanya 11. Dan yang menjadi korban pertamanya : Afghanistan, 11 huruf. Apakah ini suatu kebetulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, ini adalah mitos yang sengaja dikembangkan zionis Yahudi kepada umat Islam untuk mempercayai hal-hal klenik alias TBC (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;takhayul, khurafat dan bid’ah&lt;/span&gt;). Dalam Islam, meyakini angka-angka atau tanggalan tersebut adalah musyrik. Waspadalah dengan kebohongan-kebohongan mereka. (Desastian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber asli : &lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/11/09/16631/musyrik-meyakini-momen-11112011-sebagai-hari-baik-keberuntungan/"&gt;http://www.voa-islam.com/news&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-8515590620529292850?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/8515590620529292850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/musyrik-meyakini-momen-11-11-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8515590620529292850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8515590620529292850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/musyrik-meyakini-momen-11-11-2011.html' title='Musyrik, Meyakini Momen 11-11-2011 sebagai Hari Baik &amp; Keberuntungan'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-55PG950Jvto/Trxki8S0GBI/AAAAAAAAAg0/gSOPWuyo21k/s72-c/11-11-11.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-8502421428303109656</id><published>2011-11-08T00:00:00.007+07:00</published><updated>2011-11-08T00:45:42.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Meraih Haji Mabrur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-k3wm1p9HCqk/TrgX47c0i3I/AAAAAAAAAgo/l_N4uqxRhxY/s1600/wukuf.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 243px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-k3wm1p9HCqk/TrgX47c0i3I/AAAAAAAAAgo/l_N4uqxRhxY/s320/wukuf.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672309997471828850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah wukuf di Padang Arafah dan diteruskan dengan melempar jumroh, rangkaian ibadah haji yang melelahkan itu selesai sudah. Para jamaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai melepas pakaian ihram dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahalul&lt;/span&gt; atau bercukur. Dengan demikian, Rukun Islam yang kelima telah sempurna ditunaikan oleh para jamaah haji, tinggal bagaimana hasilnya; apakah menjadi haji yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mabrur &lt;/span&gt;atau sebaliknya, haji &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mardud&lt;/span&gt;?, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a’lam&lt;/span&gt; ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ta'rif Haji Mabrur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;HAJI MABRUR adalah dambaan dan cita-cita setiap muslim yang melaksanakan haji. Karena Allah Swt. menjanjikan melalui Nabinya dengan sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الحج المبرور ليس له جزاء الاّ الجنّة - رواه النّسائي &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Haji mabrur itu tidak ada balasan lain, kecuali surga&lt;/span&gt;". (HR Nasai dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pertanyaannya apakah itu Haji Mabrur? Banyak orang menafsirkan bahwa haji mabrur adalah haji yang ditandai dengan kejadian-kejadian aneh dan luar biasa saat menjalani ibadah tersebut di tanah suci. Kejadian ini lalu direkam sebagai pengalaman ruhani, yang paling berkesan. Bahkan kadang ketika ia sering menangis dan terharu dalam berbagai kesempatan itu juga dianggapnya sebagai tanda dari haji mabrur. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imam Al-Ashfahani &lt;/span&gt;menyebutkan; Haji Mabrur artinya haji yang diterima (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maqbul&lt;/span&gt;). (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mufradat Alfadzil Qur’an&lt;/span&gt;, 114).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda-tanda Haji Mabrur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabrur diambil dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Birru &lt;/span&gt;(kebaikan). Di dalam Al-Quran Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;لَنْ تَنَالُ الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحْبُّوْنَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu tidak akan mendapatkan kebajikan sehingga kamu menginfakkan sebagian apa yang kamu cintai&lt;/span&gt;". (QS. [003] : 92).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ketika digandeng dengan kata haji maka ia menjadi sifat yang mengandung arti bahwa haji tersebut diikuti dengan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain haji mabrur adalah haji yang mengantarkan pelakunya menjadi lebih baik dari masa sebelumnya. Al Qur’an juga menggunakan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Birru &lt;/span&gt;untuk pengabdian yang terus menerus kepada orang tua "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wabarraan biwalidati&lt;/span&gt;". (QS. [019] : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang selalu mentaati Allah swt dan menjauhi segala yang dilarang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Abraar&lt;/span&gt;, kelak mereka di hari kiamat akan ditempatkan di surga. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innal abraara lafii na’iem&lt;/span&gt;”. QS. [082] : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila digabung antara ayat ini dengan hadits Rasulullah di atas : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al hajjul mabrrur laisa lahuu jazaa illal jannah&lt;/span&gt;", (HR Bukhari), nampak titik temu yang saling melengkapi, bahwa haji mabrur akan selalui ditandai dengan perubahan dalam diri pelakunya dengan mengalirnya amal saleh yang tiada putus-putusnya. Bila setelah berhaji seseorang selalu berbuat baik, sampai ia menghadap Allah swt, maka jelas ia akan tergolong kelompok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Abraar, &lt;/span&gt;dan pahala yang akan kelak ia dapatkan adalah surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat Haji Mabrur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beradasarkan pembahasan di atas bahwa untuk mencapai haji mabrur ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, niat yang ikhlas karena Allah swt, bukan karena ingin dipuji orang dan berbangga-bangga dengan gelar "haji". Seorang yang tidak ikhlas dalam beramal apapun termasuk haji, Allah swt akan menolak amal tersebut sekalipun di mata manusia ia nampak begitu agung dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, bekalnya harus halal. Haji yang dibekali dengan harta haram pasti Allah swt tolak. Rasulullah saw bersabda : “Sesunguhnya Allah baik, dan tidak menerima kecuali yang baik". Di akhir hadits ini Rasulullah menggambarkan seorang musafir sedang berdo’a tetapi pakaiannya dan makanannya haram, maka Allah tidak akan menerima doa tersebut (HR. Muslim). Demikian juga ibadah haji yang dibekali dengan harta haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, Dari niat yang ikhlas dan bekal yang halal akan lahir syarat yang ketiga : istiqamah. Istiqamah artinya komitmen yang total untuk mentaati Allah swt dan tunduk kepada-Nya, bukan saja selama haji, melainkan kapan saja dan di mana saja ia berada. Haji tidak akan bermakna jika sekembalinya dari tanah suci, seorang tidak menyadari identitas kehambaanya kepada Allah swt. Tuntunan syetan kembali diagungkan. Merebut harta haram dan kemaksiatan menjadi kebiasaannya sehari-hari. Bila ini yang terjadi, bisa dipastikan bahwa hajinya tidak mabrur. Karena haji mabrur akan selalu diikuti dengan kebajikan. Pribadi yang istiqamah setelah menjalankan ibadah haji, akan selalu tenang. Tidak plin-plan. Perilakunya jelas tidak berwarna-warni seperti bunglon. Apa yang Allah swt haramkan senantiasa ia hindari, dan apa yang diwajibkan selalu ia tegakkan secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt mengajarkan bahwa hanya iman dan harta halal yang bisa membuat seseorang selalu istiqamah mentaati-Nya. (QS. [002] : 172, [023] : 51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah mempertahankan nilai-nilai haji, dan menahan diri dari segala bentuk kemungkaran sekecil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang naik haji akan disebut haji mabrur setelah ia nampak bahwa hidupnya lebih istiqamah dan kebajikannya selalu bertambah sampai ia menghadap Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a’lam bishshawab&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disarikan dari : http://www.dakwatuna.com/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-8502421428303109656?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/8502421428303109656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/meraih-haji-mabrur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8502421428303109656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8502421428303109656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/meraih-haji-mabrur.html' title='Meraih Haji Mabrur'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-k3wm1p9HCqk/TrgX47c0i3I/AAAAAAAAAgo/l_N4uqxRhxY/s72-c/wukuf.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-7624280668184733968</id><published>2011-11-05T14:16:00.005+07:00</published><updated>2011-12-31T21:37:17.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Panduan Qurban Halalan-Thayiban dari MUI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-HMTkRyICixw/TrgWUsn7HmI/AAAAAAAAAgc/OgP4OU_-its/s1600/Daging.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HMTkRyICixw/TrgWUsn7HmI/AAAAAAAAAgc/OgP4OU_-its/s320/Daging.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672308275504946786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - Al-Quran memerintahkan umat muslim untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum memutuskan untuk berqurban kita memperhatikan berbagai hal, seperti pengelolaan hewan pada saat sebelum dan sesudah pemotongan, hingga pembagian dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran penyakit hewan yang menular bagi hewan maupun manusia mengharuskan kita lebih cermat dan berhati-hati dalam memilih hewan qurban. Harus diakui, sebagian besar masyarakat belum mengenal bahaya penularan penyakit hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, agar hewan qurban dan daging yang dibagikan terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan, sebaiknya harus dipastikan bahwa hewan yang dibeli adalah hewan yang sehat. Biasanya, sebelum dijual ke masyarakat hewan qurban tersebut diperiksa oleh dokter hewan dari Dinas Peternakan. Pilihlah kambing, domba atau sapi yang hendak dibeli sudah melalui pemeriksaan dari Dinas Peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, selama hewan belum disembelih, hewan harus memperoleh perlakuan yang baik dengan memberikan tempat yang layak, makanan yang cukup serta tindakan lainnya. Pada malam menjelang disembelih, sebaiknya hewan tidak perlu diberi makanan lagi, cukup diberi minum saja. Mandikan hewan dengan bersih, agar kulit hewan tidak terkena kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 12 tahun 2009 tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Standar Penyembelihan Hewan &lt;/span&gt;menyebutkan bahwa seorang penyembelih hewan harus beragama Islam, dan sudah akil baligh, memahami tata cara penyembelihan secara syar'i serta memiliki keahlian dalam penyembelihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun standar proses penyembelihannya, antara lain harus dilaksanakan dengan niat menyembelih dan menyebut asma Allah. Selain itu, penyembelihan dilakukan dengan mengalirkan darah melalui pemotongan saluran makanan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mari'/esophagus&lt;/span&gt;), saluran pernafasan/tenggorokan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hulqum/trachea&lt;/span&gt;), dan dua pembuluh darah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wadajain/vena jugularis dan arteri carotids&lt;/span&gt;). Proses tersebut harus dilakukan dengan satu kali dan secara cepat serta memastikan adanya aliran darah dan/atau gerakan hewan sebagai tanda hidupnya hewan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hayah mustaqirrah&lt;/span&gt;), sehingga matinya hewan diyakini disebabkan oleh penyembelihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hewan disembelih, sebaiknya digantung. Namun karena peralatan yang digunakan oleh pemotongan perorangan seringkali tidak memadai, hewan sebaiknya diangkat dari tempat penyembelihan dan diletakan pada terpal plastik yang bersih. Semua pekerja harus mencuci kakinya. Jika lokasinya di lantai semen, sepatu atau sandal pekerja harus dicuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menguliti hewan, sebaiknya pekerja tidak merokok atau makan, agar daging tidak tercemar. Setelah dikuliti dan dipotong besar-besar pindahkan bagian tubuh tadi ke ruang pembagian daging dengan memindah tanpa pekerja masuk ke dalam ruang ini. Biarlah pekerja khusus yang sudah didalam mengerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat menyembelih hewan harus dibersihkan dari segala macam kotoran. Jika di tanah, berilah plastik terpal, agar pada saat disembelih hewan tetap bersih. Lubang penampung darah dibuat cukup, agar darah tidak tercecer kemana-mana. Darah yang tercecer menyebabkan bau yang tidak sedap sekaligus sebagai tempat perkembangbiakan bakteri berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pembagian daging qurban? Siapa saja yang berhak menerima? Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr.K.H. Maulana Hasanuddin, M.A &lt;/span&gt;dalam salah satu ulasannya menjelaskan bahwa orang yang berqurban disunahkan untuk memakan daging kurbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan zakat yang mengenal ketentuan mustahiq, yakni orang yang berhak menerima, di dalam qurban hal tersebut tidak dikenal. Dengan demikian, orang yang termasuk ke dalam kategori mampu pun dibolehkan menerima pembagian daging qurban. Dasarnya, kata Dr. K.H. Maulana Hasanuddin, M.A, adalah Firman Allah yang artinya, “Maka makanlah sebagian (dagingnya) dan berilah makan orang yang tidak meminta-minta dan orang yang meminta-minta”. (QS. Al-Hajj 22 : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menjelaskan, pemberian atau pembagian daging qurban yang dikemukakan dalam ayat ini bersifat umum, tanpa ada perbedaan atau pembatasan orang yang miskin maupun yang kaya. Dari sini, kebanyakan para ulama menyimpulkan pembagian daging qurban menjadi tiga bagian : sepertiga yang pertama untuk pemilik qurban beserta keluarganya, sepertiga yang kedua untuk fakir miskin dan sepertiga yang terakhir untuk manusia secara umum, baik orang yang kaya maupun yang miskin. (FM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber :&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; LP-POM MUI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-7624280668184733968?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/7624280668184733968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/panduan-qurban-halalan-thayiban-dari_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/7624280668184733968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/7624280668184733968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/panduan-qurban-halalan-thayiban-dari_05.html' title='Panduan Qurban Halalan-Thayiban dari MUI'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-HMTkRyICixw/TrgWUsn7HmI/AAAAAAAAAgc/OgP4OU_-its/s72-c/Daging.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-349411245490655934</id><published>2011-11-03T10:31:00.003+07:00</published><updated>2011-12-31T21:37:37.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>RISALAH QURBAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Qurban&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Y7-zHAeyAJo/TrTgxvVPo4I/AAAAAAAAAgQ/cEfctwNrSEs/s1600/ibrahim%2Bdan%2Bismail.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y7-zHAeyAJo/TrTgxvVPo4I/AAAAAAAAAgQ/cEfctwNrSEs/s320/ibrahim%2Bdan%2Bismail.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671404975890080642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - Asal usul ibadah qurban bermula dari peristiwa qurban Nabi Ibrahim bersama anaknya kesayangannya; Ismail (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alaihimassalaam&lt;/span&gt;). Berawal dari mimpi Sang Ayah, yang dalam mimpinya Beliau memperoleh Perintah Allah Swt. untuk menyembelih anak yang hanya semata wayang itu. Menurut keyakinan Ibrahim, mimpi itu benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim lalu membicarakan ihwal mimpinya tersebut dengan anaknya. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai anakku, aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?&lt;/span&gt;” (QS 37 : 102). Mendengar perintah ayahnya, Ismail dengan yakin dan santun menjawab : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Ayah, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar&lt;/span&gt;” (QS 37 : 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim lalu membawa Ismail ke suatu tempat di Mina. Sebelum memulai penyembelihan, Ismail mengajukan tiga permohonan : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, ia meminta kepada Sang Ayah untuk menajamkan pisaunya agar ia cepat mati dan tak timbul lagi rasa kasihan dan penyesalan; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Ismail meminta mukanya ditutup supaya tidak menimbulkan rasa ragu dan kasihan di hati Sang Ayah; dan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketiga&lt;/span&gt;, setelah dirinya disembelih, Ia meminta pakaiannya yang berlumuran darah untuk dibawa ke hadapan ibunya, sebagai saksi bahwa qurban telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berserah diri kepada Allah Swt., Ismail pun berbaring. Meski sempat dihalang-halangi Iblis laknatullah. Ibrahim lantas menghentakkan pisau dan mengarahkannya ke leher Sang Anak, Ismail. Tapi Allah mengganti Ismail dengan seekor domba besar (QS 37 : 107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu kemudian diabadikan oleh Allah Swt. menjadi salah satu unsur syariat Islam yang hingga kini dilaksanakan oleh setiap Muslim dalam rangkaian Ibadah Haji dan Ibadah Qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Qurban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata qurban berasal dari kata “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Qaruba-Yaqrubu-Qurbanan&lt;/span&gt;”, artinya dekat. Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban menurut istilah agama disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Udhiyah&lt;/span&gt;, dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dhuha&lt;/span&gt; pada Hari Idul Adha dan Hari-hari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tasyrik&lt;/span&gt; yaitu tanggal 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah. Hukum berqurban adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala dan faedah berqurban tergambar dalam hadist Rasulullah Saw. :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak ada satupun perbuatan manusia yang paling disukai Allah pada Hari Raya Haji, selain mengalirkan darah (berqurban). Sesungguhnya orang yang berqurban itu datang pada hari kiamat membawa tanduk, bulu dan kuku binatang. Dan sesungguhnya darah qurban yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah dari darah itu jatuh ke bumi. Maka sucikanlah dirimu dengan berqurban&lt;/span&gt;” (HR Tirmizi dan Ibnu Majah dari Aisyah).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dasar Hukum Qurban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Al-Qur`an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka shalatlah karena Rabbmu dan berqurbanlah&lt;/span&gt;”. (QS. Al-Kautsar [108] : 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Daging-daging unta dan darahnya itu sama sekali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…&lt;/span&gt;” (QS. Al-Hajj [022] : 37)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hadist Nabi Saw. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku diperintahkan menyembelih binatang qurban yang disunatkan bagi kamu sekalian&lt;/span&gt;” (HR Turmuzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diwajibkan kepadaku berqurban dan tidak wajib atas kamu&lt;/span&gt;”. (HR. A. Riwayat Daruqutni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami&lt;/span&gt;” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa menyembelih qurban sebelum Shalat Hari Raya Haji, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa menyembelih qurban sesudah shalat Hari Raya dan do'a kutbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya dan ia telah menjalani Islam&lt;/span&gt;”. (HR. Bukhori)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persyaratan Berqurban &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang akan berqurban (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mudohi&lt;/span&gt;) harus memenuhi empat persyaratan berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Islam;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merdeka (bukan hamba sahaya);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baligh lagi berakal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu untuk berqurban. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Jenis hewan yang akan diqurbankan adalah : kambing, domba, sapi, kerbau atau unta, yang dapat memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hewan qurban dalam keadaan sehat, tidak cacat misalnya tidak pincang, tidak buta, telinganya tidak rusak, serta ekornya tidak terpotong, dan tidak kurus. (HR Turmudzi);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umur hewan qurban untuk kambing, sapi/kerbau diutamakan yang sudah lebih dari dua tahun. Untuk unta lebih dari lima tahun atau yang telah berganti gigi, sedangkan, domba bisa kurang dari dua tahun [&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kifayatul Akhyar &lt;/span&gt;: 236].  (Penentuan umur kambing/domba dapat dilakukan dengan memperhatikan pergantian gigi gigi pertama menjadi gigi terasah, pen.);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu penyembelihan dilakukan sesudah shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijah sampai dengan 3 hari sesudahnya (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menghadapkan kepala hewan qurban ke arah kiblat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang berqurban dianjurkan menyembelih sendiri atau setidaknya menyaksikan pada waktu penyembelihan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada waktu menyembelih membaca “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basmalah/Tasmiyah&lt;/span&gt;”, membaca Sholawat kepada Nabi, menghadap ke arah kiblat, mengucapkan Takbir dan membaca do'a : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Robbanaa Taqobbal minnaa innaka antassamii’ul aliim&lt;/span&gt;”. (Yaa Allah  ini perbuatan dari perintahMu saya kerjakan karenaMu, terimalah olehMu amalku ini”.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Penyembelihan hewan qurban ini sebaiknya dilaksanakan di lapangan tempat penyelenggaraan sholat Iedul Adha, di halaman Musholla atau Masjid, atau di rumah orang yang berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kadar Berqurban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar berqurban untuk satu orang adalah seekor kambing, sedangkan sapi, kerbau dan unta untuk tujuh orang. Berdasarkan Hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir Ra. : ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami telah menyembelih qurban bersama-sama Rasulullah pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Distribusi Daging Qurban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging qurban didistribusikan/dibagikan kepada fakir miskin, kaum dhu'afa, boleh juga tetangga yang non-Muslim. Orang yang berkurban (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mudohi&lt;/span&gt;) boleh mengambil 1/3 bagiannya, tetapi tidak untuk dijual. Kalau sedang nazar tidak boleh memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu A’lam bish-Shawaab.... &lt;/span&gt;[&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;]&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-349411245490655934?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/349411245490655934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/risalah-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/349411245490655934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/349411245490655934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/11/risalah-qurban.html' title='RISALAH QURBAN'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y7-zHAeyAJo/TrTgxvVPo4I/AAAAAAAAAgQ/cEfctwNrSEs/s72-c/ibrahim%2Bdan%2Bismail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-493617627265172133</id><published>2011-10-28T21:57:00.003+07:00</published><updated>2011-12-31T21:39:10.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Fadhilah 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah dan Amalannya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-se3Ebi5ivGs/TqwYVAQ80LI/AAAAAAAAAgE/V7NXip0rIos/s1600/10%2Bdzulhijjah.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-se3Ebi5ivGs/TqwYVAQ80LI/AAAAAAAAAgE/V7NXip0rIos/s320/10%2Bdzulhijjah.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668932780080025778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fadhilah 10 Pertama di Bulan Dzulhijjah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Dzulhijjah adalah salah satu diantara 4 bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dari Abu Bakroh Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu (terdiri dari) dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan yang disucikan. Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram dan (satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban. [HR. Bukhari (3197) dan Muslim (1679)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Hikmaknya Allah melebihkan zaman atau waktu tertentu untuk beramal shalih. Dimana amalan di dalamnya dilipatkan. Salah satunya adalah 10 awal di Bulan Dzulhijjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi fajar dan demi malam yang sepuluh [QS. Al-Fajr : 1-2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah bersumpah dalam ayat di atas dengan malam yang sepuluh yaitu sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh kebanyakan ulama tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن ابن عباس قال: قال رسول الله : ((ما من أيامٍ العملُ الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام))، يعني: أيام العشر. قالوا: يا رسولَ الله، ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال: ((ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء)) رواه البخاري وأبو داود والترمذي وابن ماجه.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah). Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum bertanya: “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah? Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak juga jihad di Jalan Allah kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun. [HR Bukhari (926)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, manakah yang lebih afdhal, sepuluh terakhir di Bulan Ramadhan atau sepuluh awal Bulan Dzulhijjah? Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata “Jika dilihat pada malamnya, maka sepuluh terakhir Bulan Ramadhan lebih utama dan jika dilihat waktu siangnya, maka sepuluh awal Bulan Dzulhijjah lebih utama”. [Lihat Zaadul Ma’ad (1/57)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Haji dan Umrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ibadah inilah yang paling utama dilaksanakan pada hari-hari tersebut. Haji adalah salah satu Rukun Islam. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. (QS. Al Imran: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua amalan ini memiliki pahala yang besar, sebagaimana yang ditunjukkan dalam sebuah hadits, dimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Umrah yang satu ke umrah yang lainnya merupakan kaffarat (penghapus dosa-dosa) diantara keduanya, sedang haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali Syurga" [HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah. Lihat Shahiihut Targhiib (1096)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Takbir dan Dzikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbanyak takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut. Sebagaimana firman Allah ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan (QS. Al Hajj: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma ketika keduanya keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mereka berdua bertakbir, maka orang-orang pun ikut berakbir sebagaimana takbir mereka berdua [HR. Bukhari]. Disyariatkan pada hari-hari itu takbir muthlaq, yaitu pada setiap saat, pada saat siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyari`atkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat jama’ah fardhu. Bagi jama’ah haji dimulai sejak fajar hari arafah sedang selain jama’ah haji dimulai dari sejak zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat ashar pada akhir hari tasyriq [Lihat “Keutamaan Sepuluh Hari Dzulhijjah dan Amalan-Amalan yang Disyari’atkan” oleh Syaikh Abdullah Jibrin rahimahullah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Puasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sebagiannya, terutama pada hari Arafah (9 Dzulhijjah). Sebagaiamana terdapat dalam hadits,“Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ‘Asyuro’ dan (juga berpuasa) sembilan hari di bulan Dzulhijjah serta tiga hari di setiap bulannya”[HR. Abu Dawud (2437), lihat Shahih Sunan Abi Dawud (2/78)]. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: "(Puasa Arafah) menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan setahun yang akan datang". [HR. Muslim (1162)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Qurban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotong hewan qurban (Udhiyah) bagi yang mampu pada hari raya Qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah). Sebagaiaman firman Allah Shubhaanahu wa Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah (QS. Al-Kautsar : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata sebahagian ahli tafsir yang dimaksud dengan berqurban dalam ayat ini adalah menyembelih udhiyah (hewan kurban) yang dilakukan sesudah shalat ‘Ied [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (4:505) dan Al Mughni (13:360)]. Untuk itu bagi yang mampu berkurban maka hendaknya berkurban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من كان له سعةُ و لم يُضَحِّ فلا يَقربنَّ مُصلا نا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa memiliki keleluasaan (rezeki) lalu dia tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat sholat kita". [HR. Ahmad (1/321), Ibnu Majah (3213), sanadnya hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berniat untuk berqurban hendaknya tidak memotong rambut dan kukunya sampai dia berqurban, diriwayatkan dari Umu Salamah, Rasulullah bersabda : "Jika kalian telah melihat awal bulan Dzulhijjah dan salah seorang diantara kalian berniat untuk menyembelih hewan qurban maka hendaknya dia menahan rambut dan kukunya". [HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5.  Sholat Ied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan shalat `Idul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Setiap muslim hendaknya tahu akan hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. 10 Dzulhijjah merupakan hari yang paling agung di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ اْلقِرِّ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seutama-utama hari di sisi Allah ialah hari Iedul Adh-ha kemudian hari berikutnya". [HR. Abu Daud (II/369)(1756) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ (1064)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan penuh semangat untuk melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah. Melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan dan memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini dan berusaha mendapat ridha-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;diperbaharui dari : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abu Zakariya Sutrisno &lt;/span&gt;(www.ukhuwahislamiah.com/www.thaybah.or.id)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-493617627265172133?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/493617627265172133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/10/fadhilah-10-hari-pertama-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/493617627265172133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/493617627265172133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/10/fadhilah-10-hari-pertama-bulan.html' title='Fadhilah 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah dan Amalannya'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-se3Ebi5ivGs/TqwYVAQ80LI/AAAAAAAAAgE/V7NXip0rIos/s72-c/10%2Bdzulhijjah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-7913319853524551620</id><published>2011-09-07T21:41:00.001+07:00</published><updated>2011-12-31T21:39:27.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Bada Kupat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5scfmZut5Cw/Tmt3EbyvaTI/AAAAAAAAAfQ/LVJ_3vfHIQg/s1600/kupat.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-5scfmZut5Cw/Tmt3EbyvaTI/AAAAAAAAAfQ/LVJ_3vfHIQg/s1600/kupat.jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;) - Bagi Wong Magarsari Pesantren Gedongan-Cirebon, hari raya (bada) bukan cuma Iedul Fitri (Bada Kecil) dan Iedul Adha (Bada Besar) saja, tetapi ada satu bada lagi, yaitu Bada Kupat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bada Besar --kadang disebut juga 'Bada Kaji', menunjuk pada Hari Raya Idhul Adha Tanggal 10 Dzulhijjah. Bada Kecil, adalah istilah lain dari Idul Fitri (Lebaran). Sementara Bada Kupat disebut juga Bada Sawal, adalah hari raya yang merujuk pada tanggal 07 bulan Syawal, seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “bada” sinonim dengan kata “lebar”. Bada adalah pelafalan lidah Jawa atas kata ”bakda” yang berasal dari bahasa Arab yang artinya seteleh/sesudah. Namun demikian, istilah ”lebaran” hanya diacukan pada Idul Fitri. Mengapa? Karena orang Islam secara massif berlebaran atau menyudahi atau ”selesai dari” menjalankan puasa Ramadan selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, istilah bakda (baca: bada) menunjuk pada waktu yang besar atau yang dibesarkan yang perlu diperingati terutama oleh orang Islam. Karena itu, secara sosiologis, istilah itu diduga muncul pertama kalinya dari komunitas santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada komunitas santri, terdapat tiga sel yang saling menghidupi, yaitu santri dalam arti pelajar di pesantren; kiyai (guru di pesantren); dan pranata keagamaan yang disosialisasikan dalam dunia pesantren. Di komunitas pesantren itulah kiyai men-sunnahmuaqqod-kan para santri untuk melakukan tambihus-syiam, yaitu puasa syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau puasa Syawal itu dikerjakan, maka kepadanya dijanjikan ampunan atas kesalahan (dosa) yang dilakukan setahun lalu. Ampunan Tuhan adalah urusan hablum minallah. Urusan sesamanya, yang disebut hablum minan-nas, juga harus diselesaikan. Jika keduanya dapat dijangkau dengan sempurna, maka ungkapkan kata : “Minal a’idin wal faidzin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “sempurna” atau “penyempurnaan” dalam bahasa Arab disebut kaffaat atau kaffatan. Dalam lidah Jawa, kata itu dilafalkan “kupat” atau “kupatan”. Ini adalah dugaan awal mengapa pada tanggal 07 Syawal disebut “Bada Kupat“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pada saat Bada Kupat ini, mereka baru bersilaturrahim kepada kerabat dan gurunya. Dari ujung ke ujung atau berkunjung sehingga kegiatan bersillaturahim ini diberi istilah “ujung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua tujuan inti dari Ujung. Yang pertama, meminta maaf atau berharap untuk bisa saling memaafkan. Yang kedua, memohon (ngalap berkah) terutama dari guru atau kiai dan dari kerabat yang dituakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan meminta dan memberi maaf secara massif menandai makna Bada Kupat, dan secara simbolik diilustrasikan dengan penyediaan dan penyajian kupat-lepet kepada tamu yang berkunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, kupat-lepet sebagai ungkapan mengaku lepat atau luput. Pengakuan demikian penting karena itu kata kupat jika ditarik ke ranah filosofi Jawa bisa bermakna “nyukupke kang papat” (melengkapi empat hal), atau “laku kang papat” (melakukan empat hal). Keempat hal itu ialah (1) puasa Ramadan selama sebulan, (2) membayar zakat fitri, (3) shalat Id, dan (4) puasa enam hari pada bulan syawal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-7913319853524551620?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/7913319853524551620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/09/bada-kupat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/7913319853524551620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/7913319853524551620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/09/bada-kupat.html' title='Bada Kupat'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5scfmZut5Cw/Tmt3EbyvaTI/AAAAAAAAAfQ/LVJ_3vfHIQg/s72-c/kupat.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-6090978566452096616</id><published>2011-06-02T06:11:00.002+07:00</published><updated>2011-06-03T17:10:38.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Berkahi Kami di Bulan Rajab ....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3SOwMq8idm8/Teiy_ewl_YI/AAAAAAAAAfE/0vmZ0qY7_VM/s1600/rajab.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3SOwMq8idm8/Teiy_ewl_YI/AAAAAAAAAfE/0vmZ0qY7_VM/s320/rajab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613933739175705986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillaah, hari ini kita telah memasuki bulan Rajab 1432 Hijriyah. Dalam hitungan Kalender Islam, Bulan Rajab adalah hitungan bulan ketujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kanjeng &lt;/span&gt;Rasulullah Saw. biasa mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci (Ramadhan) jauh-jauh hari sebelumnya. Diantaranya adalah ketika memasuki awal bulan Rajab --dua bulan sebelum Ramadhan-- beliau telah mempersiapkan diri secara ruhani. Beliau menundukkan hati dan menancapkan niat yang suci melalui doanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allaahummaa baariklanaa fii Raajaba wa Sya’ban, wa ballighnaa Ramadhaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allaah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan. (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Beliau dengan khusyuk memohon kepada Allah agar memberkahi dirinya dan kaum muslimin di dua bulan menjelang Ramadhan (Rajab dan Sya'ban). Tanpa keberkahan ini, tentulah hari-hari kita akan berkurang nilainya, apalagi dalam rangka menyongsong bulan yang penuh pahala dan ampunan dari Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Rasulullah Saw. yang telah menjadikan bulan Rajab sebagai titik tolak, bulan pencanangan untuk menyambut Bulan Mulia Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keistimewaan dan Fadilah Bulan Rajab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahawa Nabi Saw. telah bersabda : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketahuilah bahawa bulan Rajab itu adalah bulan Allah, maka barangsipa yang berpuasa satu hari dalam bulan Rajab dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari Allah Swt&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang berpuasa dua hari dalam bulan Rajab mendapat kemuliaan di Sisi Allah Swt; Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tanggal 1, 2, dan 3 Rajab, maka Allah akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat, dari terkena penyakit gila, penyakit putih-putih di kulit badan yang menyebabkan sangat gatal, dan diselamatkan dari fitnahnya syaitan dan dajjal; Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, permintaannya akan dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam; dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakandelapan pintu syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa berpuasa lima belas hari dalam bulan Rajab, maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan; dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka Allah akan menambahkan pahalanya. Dan barang siapa berpuasa pada tanggal 27 Rajab/Isra Mi'raj akan mendapat pahala seperti lima tahun berpuasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Saw. : Pada malam Mikraj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari ais dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya kepada Jibril as : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?&lt;/span&gt;", Berkata Jibril as. : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca shalawat untuk engkau di bulan Rajab&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita : .... ketika kami berjalan bersam-sama Nabi SAW melalui sebuah kubur, lalu Nabi berhenti dan Baginda menangis dengan amat sedih, kemudian baginda berdoa kepada Allah Swt. Lalu saya bertanya Rasulullah Saw. : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Rasulullah Saw., mengapakan anda menangis?&lt;/span&gt;" Lalu Rasulullah Saw. bersabda : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur mereka, dan saya berdoa kepada Allah, lalu Allah meringankan siksa ke atas mereka&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Saw. lagi : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari saja dalam bulan Rajab, dan mereka tidak tidur semalam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa dalam kubur&lt;/span&gt;”. Tsauban bertanya : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Rasulullah Saw., apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah boleh mengelakkan dari siksa kubur?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Saw. : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Tsauban, demi Allah Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan shalat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat kerana Allah, kecuali Allah mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan solat malam satu tahun&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sabda Rasulullah Saw. : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulan Aku (Muhammad Saw.) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku. Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya'ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka&lt;/span&gt;”.&lt;/blockquote&gt;Semoga ulasan singkat tentang Bulan Rajab ini dapat menambah semangat kita dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt., khususnya dalam rangka menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allaahummaa baariklanaa fii Raajaba wa Sya’ban, wa ballighnaa Ramadhaan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amin ya robbal ‘alamin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(ASF)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-6090978566452096616?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/6090978566452096616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/06/berkahi-kami-di-bulan-rajab.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/6090978566452096616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/6090978566452096616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/06/berkahi-kami-di-bulan-rajab.html' title='Berkahi Kami di Bulan Rajab ....'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3SOwMq8idm8/Teiy_ewl_YI/AAAAAAAAAfE/0vmZ0qY7_VM/s72-c/rajab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-4007583984207243455</id><published>2011-05-22T06:46:00.003+07:00</published><updated>2011-05-22T15:34:42.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Pendidikan Jiwa sebagai Ciri Pendidikan Pesantren</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-uY9kCevci5I/TdjKjYVzi4I/AAAAAAAAAe4/piiCQb0GGJI/s1600/mustofa%2Baqiel.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 194px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-uY9kCevci5I/TdjKjYVzi4I/AAAAAAAAAe4/piiCQb0GGJI/s320/mustofa%2Baqiel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609456045068094338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ceramah Penutup KH. Mustofa Aqiel Siradj pada Peringatan Haul KH. Muhammad Said, Sesepuh dan Almarhumin Pondok Pesantren Gedongan ke-80&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&amp;lt;....&amp;gt;&lt;br /&gt;Qala Rasulillah Waala Alihi Wasahbihi Wa Mawwalah, Ama Ba’du&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hadirin hadirat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waqalallahu Amarokum Waatqqakum Fii Thoatih....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wau SMS saking Kang Said macet dateng Cikalong, sampe jam ½ sebelas, amanate gantenana --Gantenana wayah apa, wis jam rolas gantenana--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dados kula terakhir mawon, bade ngaturaken pangapuntene Kang Said, toli ndonga bae ya, ndonga ya? Nggih ndonga bae, wis. Wis wareg, pengajiane jero; niku namine Gus Qoyum Putrane Mbah Mansur Lasem. Bli lokan sekolah, tapi ‘alim luar biasa, angel. Niku molane, Allah dawuhe : Iqra Bismirabbikalladzi Kholaq, Khalaqol insaana min ‘alaq. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iqra’ warobbukal-akrom. Akrom!. &lt;/span&gt;Kapan wong blajar toli bisa arane “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Karim&lt;/span&gt;”. Tapi kapan wong bli blajar maning toli bisa, arane Al-Akrom. Kanjeng Nabi boten blajar, tapi bisa segala-galae, arane "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Akrom&lt;/span&gt;". Barang sampean, blajar dingin nembe bisa arene Al-Karim, apa maning diajaraken bae bli bisa-bisa, mbuh apa arane kuen....?. Kira-kira potongane kula karo sampean mengkonon, kira-kira ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rawuh ingkang kula hormati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Said luar biasa sekali, namun sayang, sayange wis langka model Kyai Saide. Kuale mong bisa tabarukane bae. Pertanyaane, wayahe kula mati; dialap barokahe tah beli? Ari ngalap barokah sih pinter-pinter, dialap barokahe beli bakale potongan kula karo sampen kuh....!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rawuh, salah satu Ki Said kuh (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaa Allah, Yaa Rabbi&lt;/span&gt;), pernah --ibu-ibu-- Kyai Said mucal, mucale Hadis. Ari hadis dawuhe sinten? dawuhe Kanjeng Nabi. Biasane sampe jam? sampe jam sanga, sampe jam ½ rolas. Wonten tamu Residen, ngertos Residen?. Residen.... ari kien apa Residen....? Gubernur nggih, atau Wakil Gubernur, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt;. Wau sih sapa?, &lt;bertanya kepada=""&gt; Kepala.... apa sih ararene, kah? Kapolwil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Said lagi mulang, jebol.... “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pak kyai ada tamu, Pak Residen&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh, ya. Nggih, nggih&lt;/span&gt;”. Mulang.... terus, jebol maning. Sampe ngentosi .... “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nggih, iya, ngko dingin&lt;/span&gt;”. Sampe ½ rolas awit jam ½ sepuluh, tamue. Barang pragat marah-marah : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyai, jare sing arane kyai kudu ngormati tamu. Kenapa saya dari tadi, datang, dan memberi tahu kyai tidak turun-turun?!&lt;/span&gt;”. Kyai said jawabe : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaa Allah lupa, saya itu sedang menghadapi tamu yang lebih mulia daripada bapak. Siapa?! Rasulullah sallalahu ‘alaihi wasallam&lt;/span&gt;”, Yaa Allah. Sing tek waca hadis, Kanjeng Nabie hadir. Luar biasa. Mbah Said, ana tamu Residen, mulang teruus. Barang putune nembe ana tamu Camat bae prei mulange kah.... Bli mulang dundangi bae nig Camat kuh, apa maning Bupati, kah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah&lt;/span&gt;, niki. Kenapa Kyai Said sampe teruus, klalen ning Residen, karena punya “Kontak Batin”. Kontak batin aqwa minal kontak dzohir. Kontak ruhani lebih kuat daripada kontak jasmani. Contoh; sampean dugi mriki niku kontake kontak, kontak napa? Kontak ruhani, kontak batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeh Abdul Qodir Al-Jaelani --saderenge dadi syekh, masih ustadz-- Ngaji ning Imam Abdillah. Mangkat, biasane mulange jam 6. Syekh Abdul Qodir teka ngaji jam 6 luwih 10, wis mulai. Begitu ustadz Abdul Qodir ngaji, kyaie lagi maca, deleng.... ana santri anyar, ditutup. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wis ngaji semene bae, bubar!&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;....&amp;gt; sukikie.... Ustadz Abdul Qodir Al-Jaelani setengah nem wis ningkrong, supaya aja aja aja, aja mari ngajie, jangan berhenti. Setengan nem wis ningkrong, jam 6 mulai, begitu “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bismillahirrahmanirrahim....&lt;/span&gt;”, dideleng ana santri anyar, ditutup, ngajie bli sida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;....&amp;gt; malem, dalu jam satu, kyaie nimbali santri; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Undangen santri mau, bocah kang melu ngaji kah, dundang&lt;/span&gt;”. Diundang jam satu kuh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dingin, di bawah nol derajat. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sira sapa arane?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abdul Qodir&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arep apa?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arep ngaji&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngaji ning isun?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggih....&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;temenan?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;temenan&lt;/span&gt;”, ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurut ning isun?!&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurut....&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;melu?!&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mangga&lt;/span&gt;....”. dijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijak ning pinggir kali, ning pinggir kali gede masih dingin, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurut karo isun&lt;/span&gt;?”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurut&lt;/span&gt;”. Dijongkrokaken, dijeburaken, ditinggal. Sukikie setengah nem, wis ngaji maning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknane apa? teng riki “pendidikan kontak batin”. Mulane dateng Al-Quran; wayuzakkiihim nembe wayu’allimuhum. Pembersihan jiwa lebih dahulu, nembe diwulang ngaji. Kira-kira lamon mahasiswa dijongkrokaken ning dosene.... langsung dosene sukiki ning Polsek. Murid SMA, siswa-siswi SMA dijongkrokaken ning Guru SMA, sukiki.... ditaboki ning wong tuane. Kenapa? Karna tidak punya kontak batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontaknya hanya kontak sains, teknologi, rasio. Molane kyai, santri kah, ning kyai kah; kongkon nyapu, ro’an ngertos ro’an? njukuti apa, njukuti sukete sawahe kyai. Itu bukan memperbudak santri, bukan. Menciptakan tazkiyatun nafs, wayuzakkiihim. Kapan wis nurut, wis trima atiye, nembe diwulang. Ini kontak, kontak batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rayaan, ning kiyai. Sampean Rayaan ning kyai kapan tanggal wolu, Yaa Allah.... Kempek penuh, Gedongan penuh, Buntet penuh, Jagasatru penuh, Raya Kupat. Tapi maklum, ya tes pada puasa, Rayaan kuh salamane --apa arane-- tangane alus-aluuus kabeh. Ya tes pada puasa sih, pak. Tes pada puasa, tangan alus-alus, Masya Allah.... Wong rongewu alus kabeh, rugi bae rugi kyeh....&lt;br /&gt;&amp;lt;....&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rawuh ingkang kula hormati,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lah &lt;/span&gt;niki, wong salaman Rayaan ning kyai, kontak batin. Mari menjawab, mari jawab : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa ana mahasiswa Rayaan ning dosen?. Apakah ada siswa-siswi SMA sowan Rayaan ning gurue?&lt;/span&gt;”, langka. Kenapa karna tidak punya kontak batin, hanya punya kontak rasio, ketemu pak?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Gozali, Hujjatul Islam, dadi Imam Masjid Besar, Rektor An-Nidzomiyah, Kyai Gedean, ngimami, dadi imam, duwe adi arane Imam Ahmad, bli gelem ma’mum. Lapor ning ibue : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bu, Ahmad adik kula, bli lokan ma’mum. Tulung bu, supaya kula tambah gede, kira-kira adik kula kuh melu ma’mum....!&lt;/span&gt;”. Dadi dundang; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mad, ma’mum ya, mad....!&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nggih....&lt;/span&gt;”, ma’mum --shalat dzuhur. Olih rong rokaat, mufaroqoh, ngertos mufaroqoh?. Boten tutug, sembayang dewekan. Tambah, tambah mengkel, tambah blenak Imam Ghozali, Masya Allah. Ya, mau-maua aja karo kita, ari mufaroqoh sih, blenak-blenaki. Katon-katon temen sedulur bli akur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir, warah karo ibue : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bu, Ya Allah..., ma’mum sih ma’mum. Rong roka’at mufaroqoh. Kenang apa!?&lt;/span&gt;”. Gawe isin, diundang ibue : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ahmad, bener sira mufaroqoh?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;leres&lt;/span&gt;....”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kenang apa?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kula makmum olih rong rokaat, barang olih rong rokaat kula ningali ning atie Ghozali, ning atie Kang Ghozali ana getihe&lt;/span&gt;....”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ghozali, bener ana getihe?&lt;/span&gt;”. Kelingan Imam Ghozali, bener. Rokaat ketelu atie Iman Ghozali mikir hukume getih haid, Waqiila hukume istihadhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali langsung; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Min ayna ‘arofta ya Ahmad?&lt;/span&gt;” (sing endi sira ngerti ilmu kaya konon?), “isun duwe guru”, “sapa arane?”, “Imam An-Nahsaaz”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangkat Imam Al-Ghozali, numpak jaran, ejas, sorban, sarunge bagus, mangkat ning Imam An-Nahsaaz. Umahe kotor, tlepong mlulu, becak. Imam An-Nahsaaz ning jero lagu mutholaah. Imam Ghozali uluk salam : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamualaikum...., Assalamualaikum...., Assalamualaikum.&lt;/span&gt;...”, bli dijawab. Srog lamon jaman sekien; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang jawab salam itu wajib, kyai jeh bli njawab salam&lt;/span&gt;”. Ya wong bli ngerti, wong bli ngerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nahsaaz ngerti, uluk salame bli bener. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamualaikum&lt;/span&gt;....”. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jih budeg tah ya?. Ndlagdag bocah kah ya. Budeg tah ya, ndlagdag?!&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah niku. Niki mulane, kon bener dingain atiye. Toli, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;udhul akhi!. Sapa?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muhammad, Al-Ghozali&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arepan apa&lt;/span&gt;?”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arepan ngaji&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;karo isun?!&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggih&lt;/span&gt;....”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurut&lt;/span&gt;!!!”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurut&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saponana latar!&lt;/span&gt;”, tlepong mlulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali lagen luruh sapu, jare Imam An-Nahsaaz; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jangan pake sapu!&lt;/span&gt;”, dadi Imam Ghozali ngwingkis klambi. Sorban diwingkis, klambi diwingkis, sih dicincing sarunge. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aja diwingkis, aja dicincing sarunge, karo tangan!!!&lt;/span&gt;”. Sedina tung nyaponi tlepong, nembe diulang. Wayuzakkihim, wayu’allimuhumul kitaab. Paham boten?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan jiwa, dan itu adanya dalam pesantren, ngoten. Wontene teng pesantren. Sampean karna jiwa bae gelam ngaji kuh, padahal sih pegel &amp;lt;....&amp;gt;, ya wis pegel ya, endah-endahe, endah-endahe melu ngaji, endah-endahe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jiwa ini sudah kosong di Indonesia. Sudah tidak ada, sudah tidak ada ee.... kejiwaan, sudah, sudah gersang, kenapa?. Sampean ngerti dewek, Yaa Allah Gusti.... endi kang masih lentur, fleksibel, ngayomi. Jare jaman kien kuh jare Kang Saide; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tawassuth, tawazzun&lt;/span&gt;.... sudah tidak ada, semuanya gersang, semuanya bringas, semuanya sadis. Kenapa bangsa ini menjadi sadis? gersangnya jiwa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad sallalahu alaihi wasallam, dadi nabi ning Mekkah, kenangapa dadi nabi ning Mekkah? Sebab Mekkah iku uwonge paling sadis, paling biadab, paling galak, paling kasar!. Sampe disebut Al-Qur’an : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-A’rabu Asayddu Kufron... wa Nifaqo&lt;/span&gt;”. Wong Mekkah sangat biadab, sangat kurang ajar. Kenapa sangat kurang ajar? Karena Mekkah daerah yang paling panas. Dadi kapan daerah paling panas uwonge.... kasar!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, Kota Pahlawan, Madura.... clurit, panas sih paling garam. Banten, golok. Panas. Kapan daerah atis beli; Jogya, Solo, alus-alus --bengiyene. Tukaran kuh bebasan.... langka cemera-edan-kunyuk, kopok kuh!. Tukaran kuh bahasa.... daerah alus, lah niku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah, Kanjeng Nabi iku di Mekkah, kenapa? Daerahnya paling paling parah, berarti umatnya paling kasar. Tujuane kapan sing paling kasare kena, sejene.... sejene gampang. Mulane Kanjeng Nabi Hijroh dateng Madinah karna Madinah dominane wong Yahudi. Yahudi paling sengit ning Kanjeng Nabi. Kapan Yahudine kena, liyane gampang. Mulane isro’ dateng Palestina, karena Palestina --kaume arane Bani Israil-- paling tidak percaya kepada nabi yang bukan orang Bani Israil. Ditekani Bani Isroile, kapan Bani Isroil sing paling apik kena, sejene gampang. Mangan tebu endine dingin sing dicokot....? wukue dingin. Ngertos wuku? Wukue dingin. Kapan wukue kena liane.... gampang. Waktu Orde Baru sing diupai patromak kyaie dingin --kira-kira begitu lah. Dipai sarung dipai ‘tromak, kapan kyaine kena liyane.... persis begitu kira-kira...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dadi Kanjeng Nabi dadi Nabi ning Mekkah, kenapa? Mekkah paling ganas, paling biadab, asyaddu kufron wanifaqo.... kapan itunya kena liyane gampang. Begitu, jadi karna panas, keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia demikian, ketika terjadi penebangan.... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;illegal loging&lt;/span&gt;, penebangan sampai hilangnya hutan, rusaknya hutan, 59 juta hektar, maka suhu Indonesia panas. Saniki panas kan nggih, Indonesia, panas boten? Cirebon ini yang tadinya 32 drajat selsius, sekarang sudah 37. Jelas panas, panas hutane ilang panas, karna panas, maka ningkat panase, akhirnya ozon itu pecah, --ozon iku lapisan-- matahari punya dua lapisan, lapisan yang dekat arene korona, lapisan yang jauh arane ozon, ozon pecah, maka &amp;lt;....&amp;gt; menembus gunung es dateng kutub utara meleleh menjadi air, sekian gunung jadi air, maka terjadilah tumpahan air ke laut, yang menimbulkan angin yang besar. Angine manjing ning negara, karna --gemien sih dihalang-halangi hutan-- langka hutane. Akhire timbul angin puting beliung, dan lain sebagainya. Karna panase nemen, sing jero bayu, sing jero bumi, bli kuat kepanasan, apa? metu, kuman dan virus; virus flu burung, virus flu babi, hepatitis C, ada lagi lotus --lotus itu seribu kuman. Kuman-kuman uler, kuman.... itu&lt;br /&gt;karna panas. Karna timbulnya panas iniliah, maka bangsa Indonesia menjadi.... menjadi galak, bringas, biadab, demo, pasang pamflet, dan sebagainya. Ini terjadi karna panas. Sebetulnya panas dzohir tidak apa-apa, kalau masih ada dinginnya .... jeroe masih adem. Laaah, sing due adem-adem niku kyai, tidak bringas. Ayo, sing durung demo kari sapa bae?, kari Santri, Pesantren, NU, sing durung demo. Emong panas, emong....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada satu kelompok menamakan “Tokoh Agama”, yang dipimpin oleh Ketua Muhammadiyah namanya Prof. Din Samsudin, membuat pernyataan bahwa pemerintah niki “bohong”, NU tidak mau, gitu. Kenapa? Karena kalimat bohong adalah kalimat yang “KASAR”. Sementara warga NU banyak, wargu NU niku patangpuluh juta --sing uripe bae--, durung ngitung sing.... sing matie. Lho, kapan NU wis mati masih NU, buktine mati wa ilaa.... arwahi, kan begitu (nggih). Wa khususe, masih NU. Muhammadiyah, kapan mati wis bli diaku warga Muhammadiyah. Mending NU, wa ilaa ruhi .... Kapan NU mati wa ilaa arwahi, jadi kalau yang mati-mati bangun bagamiana jadinya Indonesia ini ....?. Lha ini, emong. Kalo kyainya kasar, bagaimana umatnya?!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa, --Wong, Nabi, Rosul, Ulul Azmi, wong soleh, wong paling taqwa-- dikongkon ngomong ning wong kang paling jahat, Firaun. Kongkon ngomonge priben? Faqulla lahu qaulall.... qaulal-layyina. Wong sing paling soleh kongkon ngomong wong sing paling jahat, kongkon ngomonge sing alus. Masa iya kita kang solehe bli kaya Nabi Musa, ngomong ning wong kang jahate bli kaya.... Firaun, masa ya ngomonge kasar. Paham boten pak, kula ngomong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Soleh, eh Nabi Musa wong soleh, kongkon ngomong ning Fir’aun wong sing paling jahat. Semono wong sing paling solehe, ngomong ning wong paling jahat kongkon ngomonge qaulall.... layyina, omongan sing alus. Masa iya, kita, kyai, sing solehe bli kaya Nabi Musa,  ngomong ning wong --pemerintah sekarang-- sing paling jahate bli kaya Firaun. Masa iya kok ngomonge.... kasar, tidak bisa. Lhooo, niki NU, boten kasar, koten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampean kudu weruh NU, NU iku apa? NU iku tuan rumah. Kenapa tuan rumah? Kyai, Wali, teka ning Indonesia, teka ning Jawa, wong Jawa wis duwe.... wis duwe kyakinan, budaya, adat; mitung dina, matangpuluh, mapag sri, nyatus, sedekah bumi, nadran, apa maning....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai teka, Yaa Allah .... itu milik tuan rumah itu, milik bangsa Indonesia, milik wong Budha. Kyaie meneng. “Apa kuen kuh?”, “mitung dina kuh apa?”, “mitung dina kuh apa?”, “wong baka mati olih pitung dina teka maning njaluk crutu”, “oooh....”, kyaie meneng. Sujud terus, sujuuud terus.... kyaie kapan bengi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngerti, langka dalile ngerti, tapi meneng. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kuen sih apa, kuen kuh?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anu kyai, memitu&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;memitu kuh apa?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong wadon baka meteng olih pitu kudu diadusi banyue sing sumur pitu, saline ping pitu, dicampur kembang warna pitu, jame jam pitu, tanggale tanggal...?&lt;/span&gt;”, kuh lamon tanggal wolu dosa tah konon?. Itu adat, tapi kyai bli ngomong; haram, musyrik, tidak, meneng. Mu’asyaroh, bergaul dengan baik, apa? membaur. Membaur Yaa Allah, kyai mbaure bagus, enak. Ana wong gawe gawe rajeg direwangi, wong gawe solokan direwangi, wong duwe gawe melu ngerewangi, wayahe mangan kyaie mlayu --kyai bengien, tapi.... Wayahe bagi brekat.... mlayu, kyai bengien. Baka kyai kien, baka bli loro nyewot. Wis brekate kudu loro kudu digawakena pisan &amp;lt;....&amp;gt;; Masya Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...., sampe diadang, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kyai tulung niki sing tuan rumah kyai, nyuwun ditrima&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya, ditrima&lt;/span&gt;”, ditrima. Ning dalan entong, pak. Ya Allah, brekate entong. Brekat jaman bengien luh, pak. Jaman bengien brekat Ya Allah, luar biasa &amp;lt;....&amp;gt; wong mlarat kabeh, pada brekate endong siji disigar dadi papat. Dadi kyai bengien kuh entong ning dalan brekate. Mulane wong jaman bengien jakat mesti ning kyai, mesti entonge dibagi ning tanggae.... kyai bengien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rawuh ingkang kula hormati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyaie bagus, membaur. Ana maning, wong niliki wong sakit. Yaa Allah jaman bengien. Kyai kien niliki wong sakit, niliki wong sakit .... Wong kapan sakit dilitiki bunga boten?. Bungah, kecuali siji wong sakit untu. Aja lokan niliki wong sakit untu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Priben Pak?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakit, pak kyai&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;coba diobati, ya, didongai?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mangga&lt;/span&gt;” --durung ana Puskesmas. Didongani : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismillahirahmanirahim .... Qul-audzu Birobbinnaas,  Malikinnaas, Ilahinnaas, Min Syarril Waswasil Khonnaas, Alladzi Yuwaswisu Fii Shudurinnaas, Minal Jinnati Waaraaas....&lt;/span&gt;”, waras. Geger kan, si anu waras bener, waras, waras, kenang kyai. Coba isun anake sakit, didongai, waras, waras, waras, hebat sekali. Uwonge bagus, suka mbantu, gawe penyakit waras, asli sakti. Kyai kira-kira aja udan, donga!, bli udan. Kaya Ki Rohmat mulane, kah. Wayah duwe gawe dewek udan gederan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Rohmat niku, sampe teka ning Rembang, Ya Allah aja udan!, ilang mendung. Ki Rohmat luar biasa mandie. Engkone deweke duwe gawe, rong dina rong bengi udan. Kuh anake kuh.... haduuuh...., pun?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir seneng ning kyai, seneng ning kyai, akhire segala gala takone ning.... kyai. Kyai kula kuh bade damel griya kyai, buka tekie pondasie dina apa?. Kyaie endah-endahe ngitung.... Ooh, Senen bae jam wolu ya?, --sebab jam pitu masih turu isune--. Saking senenge ning kyai. Sampe akhire duwe anak, arane takon ning.... kyai. Bagen daranan Sabirin...., Mukadi, bli apa-apa wis, kapan sing kyai barokah, bakale. Satu pertanyaan kenapa sekarang duwe anak arane bli takon kyai?. Masya Allah Pengurus NU duwe anak arane&amp;lt;....&amp;gt;; koplok, kan bocah kuh, Laa ilaha illallah.... Kita bertanya, kenapa tidak tanya pada kyai?. Karna &amp;lt;....&amp;gt;;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika wong sih seneng kyai, ketika wong wis serba kyai, mulai kyai dakwah. Dakwahnya tidak merobah kerangka yang ada, yang ada dijadikan “sarana”. Ngerti sarana bu? Kapan sarana iku adine sarini. Kapan sarana tidak punya hukum, “l&lt;span style="font-style: italic;"&gt;il wasail hukmul maqaashid&lt;/span&gt;”. Maknane, mitungdinae aja diobah, arane mitung dina. Isie “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;la ilaha illallah....&lt;/span&gt;”. Nyong bengien mitung dina kuh gaple, pak. Mitung dina kuh gaple rong rombongan, pirang rombongan. Kyaie bli, bli anti, kyaie teka. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wah iku, ana kyai!!&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hus, aja, aja. aja lunga&lt;/span&gt;”, melu gaple kyaie, molane ustadz-ustadz mesti seneng gaple, pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuih Kyai niku mbahas gaple luar biasa, sing awit “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kien kih apa arene?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kosong-kosong kyai&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ngerti beli kosong-kosong?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya, kosong-kosong&lt;/span&gt;....”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaah, arane bli ngerti. Kosong-kosong kuh kosong dzohire, kosong batine, bli due syareat bli due aqidah&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asale bengiene kyaie, ari jaman kien sih ustadz padu gapla-gaple bae. Sampe teka ning...., langka Pengeran langka apa-apa, akhir ana Pengeran Siji, yaiku Laa ilaha illallah. Laa ilaha illallah niku Laa ilaha langka Pengeran, illallah kecuali Allah, berarti kosong-satu, kyai. Lah kita pengen nyembah Gusti Allah carane priben, kudu nganggo sareat, tuntunane kanjeng nabi. Nabi kita siji Kanjeng Nabi Muhammad, yaiku siji, satu-satu. Kan kira-kira begitu, pak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaha Illallaah, Muhamadun Muhamadubnu Abdullah, luar biasa. Laa ilaha Illallaah, hurufe rolas Muhamadur-Rasulallah hurufe rolas. Laa loro, ilaha telu, dadi lima. Illa telu, dadi wolu, Allahu papat. Wolu karo papat.... rolas. Muhammad hurufe papat, rosul hurufe papat, Allah hurufe papat. Papat-papat-papat.... rolas. Rolas karo rolas.... “balak rolas”. Kapan ana balak rolas metu, mesti poldan. Pokone kapan ana La ilaha Illallaah Muhamadur Rasulallah, Daallat Jami’ul adyan, semua agama hilang, mulane Al-Islamu Ya’lu walaa Yu’la alaih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;....&amp;gt; mitung dina dadi tahlil, kalo sudah mitung dina jadi tahlil, maka mitung dinae dadi sarana. Kapan sarana laa hukma fih, lianna lil-wasaail hukmahe.... maqashid. Contohe, pak salah satu Sahabat dakwah ning Parsia. Parsia niku wonge nyembahe geni, geni bahasa arabe Naar, tempat geni bahasa arabe Manaar. Manaar isim makan, “tempat geni”, kanggo sembah, bangunane duwur. Kyaie takon “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maa hadza?, apa kien kih?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hadza manaar, ini manar kyai, tempat geni. Kah genie kanggo disembah&lt;/span&gt;”. Dakwah, setelah selesai dakwah, wonge manjing Islam kabeh. Bangunan tempat geni bli dirobah. Genie dibuang, tempate dinggo adzan, tempat adzan arane.... “Menara”, secara etimologi salah. Menara itu tempat geni, kapan tempat a’dzan arane “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ma’dzan&lt;/span&gt;”. Kenapa tempat adzan arane menara, maknane.... bagen arane menara, asal isie Allahu.... Baagen arane mitung dina asal isie Laa ilaha Il.... lallaah, selesai persoalan, kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srog, sarjana sing petengtengan bisa beli kah?. Sarjana bisa beli gawe ritual Budha menjadi Islam, gak kan bisa. Kyai Masya Allah bli sarjana-sarjana acan, malah-malah kadang sarungan gen bli nganggo clana jero. Tapi mampu mencipatakan pitung dina sing isie maune gaple menjadi laailaha illallah. Artine mitung dina iku tuan rumah, digawe laailaha illallah membaur dengan tuan rumah, NU adalah tuan rumah. NU tahlil, NU mitung dina, matang puluh, haol, nyatus, apa sedekah bumi, .... niki NU, jadi NU adalah tuan rumah. Paham boten tuan rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jebool tamu, tahlil haram, ziarah kubur musyrik, tawasul kapir. Nah, pak... sing aran wong tuan rumah, sing arepan ngurusi umah kuh sing tuan rumahe tah tamu?. Sing aran tuan rumah, bocor setitik didandani. Maknane, kalo yang namanya NU mesti Pancasila, begitu loh pak kira-kira, pak. Indonesia ini NU, sing gawe Pancasila ya NU; tahun 45 bulan Agustus, Merdeka. Tahun 45 juga bulan Oktober 22, Kyai-kyai kumpul ning Surabaya --termasuk Buntet-- damel “Resolusi Jihad”; Siji mempertahankan Pancasila, mempertahankan NKRI, Wajib Jihad. Kurang 2 bulan, NU sudah bicara mempertahankan Pancasila. Eeeh, tahun 47 Kartosuwiryo gawe “NI”, luar biasa. Jadi sing arane kyai, NU, pesantren, adalah tuan rumah. Sing tukang ngaram-ngaramaken ziarah kubur hanyalah “pendatang”. Kapan pendatang bli arepan ngurusi negarae, bli arepan ngurusi umahe, bli &amp;lt;....&amp;gt; bli apa, dudu umahe kita, tapi kali NU mesti .... Mulane, wahai semua pihak, jangan curigai NU, NU pasti Pancasila, tidak mungkin NU menjadi terroris.... karna NU adalah tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung wis bengi Kang Saide bli teka-teka, ya sampun mawon lah..... aja suwe-suwe. Yaa arane gen cadangan. Konon nggih....? kadose meketen, pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak dzohir, kontak batin lebih kuat daripada kontak dzohir. Coba lebih kuate pripun, lebih kuate?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe kyai, kyai dateng Kanjrng Nabi --kula gadah sholawat, kitabe arane Alfu Sholawaat, 1000 shalawat. Ilang mbuh disilih ning kyai sapa?, wangsul sing Mekkah. Tek gulati maning, tokoe wis digusur, dateng Samiyah. Yaa Allah pripun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;....&amp;gt; Nariyah iku, mlarat bae pisaan.... maning. 100 ribu shalawat. Kenapa kyai kok banyak sekali shalawatnya?, sampe kula diwarahi Kyai Mahrus, sira sallallahu alaihi wasallam sedina ping sewu, baka wis &amp;lt;....&amp;gt; 10 ewu ya? “nggih”. Padu nggih bae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa?, pengen kontak, karo Kanjeng Nabi. Sebab Kanjeng Nabi wong sing parek karo Gusti.... Allah. Eh, pak ari Gusti Allah Maha Suci, baka kita iki maha kotor. Cangkem kita tes ngomong setan-bedul-babi-kunyuk, toli metu maning Ya Allah, pantes tah? &amp;lt;....&amp;gt; tadinya keluar kunyuk, dan menyebut keluar “Allah”, bli pantes. Bli pantes, kotor!. Molane jare Gusti Allah durung wayahe teka ning teka ning Isun. Delengen, Allah nguapai ayat “Bismillah”, kenapa tidak “Billah”?! Kenapa “Bismillah”, durung wayahe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;....&amp;gt; masih punya kepentingan, mulane nembe duwe asma, nembe kontak karo “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asma&lt;/span&gt;”. Ari asma kuh sesuai dengan kepentingan. Kiih sampean duwe penyakit, pengen waras. Yaa Allah, dudu Yaa Allah nyatane, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaa Syafii&lt;/span&gt;”, Hee Dzat Sing Ngwasaken. Sampeyan mlarat pengen rejeki; Yaa Allah.... dudu Yaa Allah nyatane, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaa Rozzaq&lt;/span&gt;”. Kapan Yaa Allah, tidak punya kepentingan. Yaa Allah, bagen sira mlarat sanggine, Yaa Allah, sakit sanggine Yaa Allah, Itu baru Yaa Allah. &amp;lt;....&amp;gt; Yaa Allah.... njaluk rejeki, Yaa Rozzak arane. Belum, belum sampai. Kita masih jauh dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh konkrit, ana umah baguus pisan, ning jeroe indah. Ana bocah wadone.... --ayu kuh luar biasa-- ayuuu pisan, tapi ning jabae Satpam, herder, penjagae galak. &amp;lt;....&amp;gt; pengen manjing sentak ning satpam. Kira-kira bisa manjing priben carane? Ayo. Nembe tongol disentak ning Satpam. Kira-kira bisa manjing pen weruh jeroane priben? Kenalana tukang banyue, tukang ngangsue, atau tukang sukete. Kapan kenal karo tukang ngangsu saged manjing boten? Nah... kalau Allah terlalu jauh, supaya bisa parek karo Allah, priben kue sing kotor li?. Parekana Kanjeng Nabi, ya kanjeng nabi parek karo... Gusti Allah. Carane didodokena ning Gusti Allah, priben? Ya Ayyuhalladzina Amanu Shoolu Alaihi Wasllimuu ...., macaha sholawat &amp;lt;....&amp;gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab pak, Kanjeng Nabi butuh boten ning sholawate sampean? Bli butuh! Sholawat model apa? kader sholat ana genjringe, ana gendange, ana piule pisan. Kanjeng nabi bli butuh ning sholawate sampean, sebab kanjeng nabi wis disholawati oleh Allah; Innallah wamalaikatahu .... walau kaana bimana &amp;lt;....&amp;gt; Kanjeng Nabi wis disholawati ning Gusti Allah, bli butuh ning sholawate sampean, tapi kenapa kita masih dikongkon sholat ning Kanjeng Nabi? Supaya sira parek karo Kanjeng Nabi. Kapan parek karo Kanjeng Nabi, parek karo.... Kyai gawe sholat supaya parek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak batin terjadi, begitu maca sholawat, terus, terus, terus, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ka'annahu ro’a Rasulallah&lt;/span&gt;.... seakan katon Kanjeng Nabi. Barang katon Kanjeng Nabi, bli kuat, ngadeg, begitu ngadeg cangkeme bli tahan : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Marhaban Yaa Nurol Aeni&lt;/span&gt;”, selamat datang. Selamat datang, kalimate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goblog temen moni slamat datang langka uwonge, kan. Bener boten? Bli pati-pati moni slamat datang karna.... eeeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi ndodok marhabanan, ketemu : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaa Nabi Salam&lt;/span&gt;....”, ngadeg-ngadeg-ngadeg, kongkon ngadeg. Ana sing takon : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyai punapasih ngadeg kuh kyai, kanggo nglempengna boyok tah?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hush!!!, boyok kang dipikirena&lt;/span&gt;”. Dudu boyok, Kanjeng Nabi teka, weruhe....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha, niki. Apa maning karo Kanjeng Nabi, wong karo Gusti Allah bae ka Anta’budallah Kaanaka.... Taroh!, bisa melihat Allah, apa maning karo Kanjeng Nabi. Luar biasa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kontak batin, diwarahi. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cung, jare sira tes duwe anak?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;enggih&lt;/span&gt;....”. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Puputane Marhabanan ya?, dundangi tangga ya&lt;/span&gt;?”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggih&lt;/span&gt;...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mangga para tangga, ibu nyai, wa kaji, bapak-bapak, dipun aturi, marhabanan&lt;/span&gt;....”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;napa?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;puputan&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ning umahe sapa?&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ning umahe bapak Ami&lt;/span&gt;”, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masya Allah.... bapak Ami wis tua-tua masih puputan bae&lt;/span&gt;”. Bli apa-apa, wis lagi usume. Bapak Ami wis tua-tua masih puputan bae, bli apa-apa. diwacakena apa? Marhabanan, kan? Kenapa sih bayi diwacakena marhabanan? Jare kyaie “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sedurunge bayi kenal sapa bae, sodoraken dingin ning Kanjeng Nabi&lt;/span&gt;”. Astaghfirullahal adzim, kontak batin. Sodoraken dingin ning Kanjeng Nabi, sedurunge kenal karo segala-gala kuh.... sodoraken dingin ning Kanjeng Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, bayie ning jero dibedong. Wonge ning arep maca, maca perjanji : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aljannatu Wanaimuha Sa’dul liman yusholli, Yusholli Wayusallimu Wayubariku Alaiih, --bayie ning jero-- Abtadiul Imlaa’a Bismidzatil Aliyah, Mustadirran Faidal Barokaati ‘Ala Ma’ Ana Lahu Wa Awlaah&lt;/span&gt;.... bayi ditokna durung?, durung masih ning jero, masih ning jero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus ganti ustadz maning, ustadz kapingdo maca : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waba’du, Faaquulu huwa sayyiduna Muhammad .... ustadz kapingdo suarane blenak&lt;/span&gt;.... [gerrrr]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi durung tokena, Ustadz kaping telu maca : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Walamma tamma min hamlihi syahroni ala masyhuril aqwaamil.... marwiyyah. Tuwuffiya bil madinatil munawwarati abuuhu Ab.... dillah. Wakana qodi &lt;/span&gt;&amp;lt;....&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jare dewek sih baka pengurus NU kuh kudu apal berjanji konon jare dewek siiih. Pengurus NU bli lokan berjanjian, Innalillahi.... Paingan masjide gah direbut ning Wahabi. Masjid kula saniki dijuk Muhammadiyah, Wahabi, &amp;lt;....&amp;gt; sing salah kiyai, bli lokan.... Laa ilaaha Illallaah, nyalahaken Wahabi. Bonggane sapa sing bli lokan ning masjid. Bli lokan marhabanan, ya direbut Wahabi, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiiis, bayi ditokenang durung?, durung. Barang teka ning : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaa Nabi Salam Alaika, Yaa Rasul Salam Alaika.... Marhaban&lt;/span&gt;, selamat datang wahai Kanjeng Nabi. Ning jero geger, gagian gawa metu, bayie, wis Yaa Nabi.... kan begitu. Ditokena....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Nabi ditokenae nembe kien?, karna.... Kenapa bayi ditokenae nembe kien, karna nabi tekae nembe kien. Maaf, kyai sapa bae, srog ndodok pirang jam bae, bli arepan tek tokena Nabi, eh bayi, sadurunge Nabi taka. Dadi jelas bayi ditokena karna.... karna Kanjeng Nabi, dudu karna ustadz. Mulane sing dadi ustadz aja ge-er.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan, inilah pelajaran dari ulama menciptakan alaaqoh ruhiyah. Imam Ghozali kongkon nyapu, Imam Sayid, Syehk Abdul Qodir Jaelani napa wau....? dijeburakan ning kali. Apa? menciptakan kebersihan jiwa, kalo jiwanya sudah bersih nembe kena dieseni ilmu yang manfaat. Barang muballeghe kotor sampeane belok, pragat. Paham pak nggih? Meniko, dados kyai-kyai, NU, pesantren lebih mengutamakan pendidikan.... jiwa tarbiyah ruhiyah, daripada pendidikan, pendidikan apa arane.... dzohir. Mulane kyai, kapan bli mulang, santrie alhamdu....lillah, --bocah kurang ngajar bli sih kang?-- Sukikie prei maning, seminggu bli mulang alhamdulillah bae antem. Kenapa? Karna senajana bli mulang, kyaine ndongakaken. Ndongae kyai lebih mandi daripada wekele kita. Laa ilaaha illallah --kurang ajar. Srog guru SMA setengah wulan bli mulang diprotes bli wurung, karna tidak punya kontak batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekaten, sampean dugi mriki kontak batin, kontak batin lebih dekat, konak batin lebih kuat, Insya Allah barokah Haul lebih kuat dan lebih dekat dateng kita sedoyo, Amien, Yaa Robbal Alamiiin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangapunten matur nuhun, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahul Muwafik Ilaa Aqwaamith-Thaariq &lt;/span&gt;–Kang Saide dereng rawuh-- Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.&lt;/bertanya&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-4007583984207243455?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/4007583984207243455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/pendidikan-jiwa-sebagai-ciri-pendidikan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/4007583984207243455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/4007583984207243455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/pendidikan-jiwa-sebagai-ciri-pendidikan.html' title='Pendidikan Jiwa sebagai Ciri Pendidikan Pesantren'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-uY9kCevci5I/TdjKjYVzi4I/AAAAAAAAAe4/piiCQb0GGJI/s72-c/mustofa%2Baqiel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-8575593348541224805</id><published>2011-05-16T06:06:00.002+07:00</published><updated>2011-05-16T13:28:53.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Ribuan Zairin Padati Maqbaroh Gedongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-w91T4-8jyhs/TdDEEK2QLGI/AAAAAAAAAd8/AMrLdOjXgvQ/s1600/Under-Construction.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-w91T4-8jyhs/TdDEEK2QLGI/AAAAAAAAAd8/AMrLdOjXgvQ/s320/Under-Construction.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607197111986695266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-8575593348541224805?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/8575593348541224805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/ribuan-zairin-padati-maqbaroh-gedongan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8575593348541224805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8575593348541224805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/ribuan-zairin-padati-maqbaroh-gedongan.html' title='Ribuan Zairin Padati Maqbaroh Gedongan'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-w91T4-8jyhs/TdDEEK2QLGI/AAAAAAAAAd8/AMrLdOjXgvQ/s72-c/Under-Construction.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-1623307346720817017</id><published>2011-05-15T06:39:00.071+07:00</published><updated>2011-05-16T13:45:00.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Hawl Photo Share....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102); font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Special Tribut to Hawl Gedongan 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 14/05/2011 di Pondok Pesantren Gedongan Desa Ender Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat digelar helatan tahunan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haul KH. Muhammad Said, Sesepuh dan Almarhumin Pondok Pesantren Gedongan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sesi pokok acara haul adalah Berziarah Kubur di Maqbaroh Gedongan untuk melakukan tahlil massal yang dimulai pada pukul 16.15 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sempat dirundung khawatir oleh hujan karena langit mendung dan gerimis pada siang harinya, namun memasuki acara hingga kesudahannya, alhamdulillah cuacanya menjadi cerah, sehingga para peziarah dapat lebih khusuk dalam bermunajat; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahlil, tahmid, tasbih, serta istighfar&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut momen-momen eksklusif seputar Tahlil Massal (Haul) di Maqbaroh Gedongan yang diliput oleh MagarsariPost.... &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(klik pada gambar untuk melihat ukuran penuh!)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-TfY3IiZTDek/TdC9ZhN0mYI/AAAAAAAAAds/l1ulXEuvJ3Q/s1600/makam%2Bkyai%2Bsaid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 418px; height: 308px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TfY3IiZTDek/TdC9ZhN0mYI/AAAAAAAAAds/l1ulXEuvJ3Q/s320/makam%2Bkyai%2Bsaid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607189782186989954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jpKow-VQqpo/TdC8J9-aV1I/AAAAAAAAAdk/Qb8svENPC8I/s1600/drs.%2Bmasykur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jpKow-VQqpo/TdC8J9-aV1I/AAAAAAAAAdk/Qb8svENPC8I/s320/drs.%2Bmasykur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607188415517448018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pIbv0PJU92A/TdC7gEt3yjI/AAAAAAAAAdc/9uKqBd-tog4/s1600/taufikurrahman%2Byasin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pIbv0PJU92A/TdC7gEt3yjI/AAAAAAAAAdc/9uKqBd-tog4/s320/taufikurrahman%2Byasin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607187695772617266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-VccG2VpnOUs/TdC65mCNZ5I/AAAAAAAAAdU/PocNOmmZcTw/s1600/mukhlas%2Bdimyati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-VccG2VpnOUs/TdC65mCNZ5I/AAAAAAAAAdU/PocNOmmZcTw/s320/mukhlas%2Bdimyati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607187034701391762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TPr9iAJZ6PI/TdC6DEUHB0I/AAAAAAAAAdM/3Fd4dpVwO5c/s1600/tahlil%2Bmassal%2B%25231.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TPr9iAJZ6PI/TdC6DEUHB0I/AAAAAAAAAdM/3Fd4dpVwO5c/s320/tahlil%2Bmassal%2B%25231.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607186097936729922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-CaZGVxyqvfQ/TdC35JVb3LI/AAAAAAAAAc8/tjdrjUiNXI8/s1600/tahlil%2Bmassal%2B%25232.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-CaZGVxyqvfQ/TdC35JVb3LI/AAAAAAAAAc8/tjdrjUiNXI8/s320/tahlil%2Bmassal%2B%25232.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607183728462519474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-dHwIktg-zWE/TdC2lFDjaCI/AAAAAAAAAc0/6OLo94NkM8s/s1600/tahlil%2Blemprakan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dHwIktg-zWE/TdC2lFDjaCI/AAAAAAAAAc0/6OLo94NkM8s/s320/tahlil%2Blemprakan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607182284204763170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_myfp5LtZV8/TdCy0c2R8LI/AAAAAAAAAck/v-YnnY7qz1Y/s1600/tahlil%2Bmassal%2B%25233.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_myfp5LtZV8/TdCy0c2R8LI/AAAAAAAAAck/v-YnnY7qz1Y/s320/tahlil%2Bmassal%2B%25233.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607178150243070130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-2DgX0mtu0PI/TdCxkEiY2xI/AAAAAAAAAcc/3eEEKmLFdSY/s1600/mustofa%2Baqiel%2Bsiradj.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 421px; height: 313px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2DgX0mtu0PI/TdCxkEiY2xI/AAAAAAAAAcc/3eEEKmLFdSY/s320/mustofa%2Baqiel%2Bsiradj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607176769327651602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--WskHxfU7tk/TdCwiw5uxkI/AAAAAAAAAcU/UTQ_IfbhL2M/s1600/munajat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--WskHxfU7tk/TdCwiw5uxkI/AAAAAAAAAcU/UTQ_IfbhL2M/s320/munajat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607175647365350978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YsWBYJdF9DA/TdCvZvZbpUI/AAAAAAAAAcM/AIvruD_4o70/s1600/khusuk%2Bdalam%2Bdoa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YsWBYJdF9DA/TdCvZvZbpUI/AAAAAAAAAcM/AIvruD_4o70/s320/khusuk%2Bdalam%2Bdoa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607174392830993730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-mXxwi656doQ/TdCtiSWtyuI/AAAAAAAAAcE/taW3Hxvp3fg/s1600/memanjatkan%2Bdoa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-mXxwi656doQ/TdCtiSWtyuI/AAAAAAAAAcE/taW3Hxvp3fg/s320/memanjatkan%2Bdoa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607172340630538978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ceXP9IwqhPw/TdCr55Um39I/AAAAAAAAAb8/owL8w2RTIa0/s1600/tumpah%2Bruah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ceXP9IwqhPw/TdCr55Um39I/AAAAAAAAAb8/owL8w2RTIa0/s320/tumpah%2Bruah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607170547204415442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-uBMDKFQcmss/TdCqlHbhH7I/AAAAAAAAAb0/sd3XmX9kEtE/s1600/pasar%2Bdadakan%2B%25231.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-uBMDKFQcmss/TdCqlHbhH7I/AAAAAAAAAb0/sd3XmX9kEtE/s320/pasar%2Bdadakan%2B%25231.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607169090702614450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XKTg-Og0ziw/TdCpc-M1iKI/AAAAAAAAAbs/swhKbWY6OC4/s1600/pasar%2Bdadakan%2B%25232.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XKTg-Og0ziw/TdCpc-M1iKI/AAAAAAAAAbs/swhKbWY6OC4/s320/pasar%2Bdadakan%2B%25232.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607167851274537122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-7GOCZ340lKQ/TdCoTw1X0CI/AAAAAAAAAbk/XdXtdu8izzs/s1600/kaligrafi%2Bjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-7GOCZ340lKQ/TdCoTw1X0CI/AAAAAAAAAbk/XdXtdu8izzs/s320/kaligrafi%2Bjalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607166593556008994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--QEheOkICTo/TdCnEWXhlhI/AAAAAAAAAbc/VFww4y8BxW8/s1600/transaksi%2Bbisnis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--QEheOkICTo/TdCnEWXhlhI/AAAAAAAAAbc/VFww4y8BxW8/s320/transaksi%2Bbisnis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607165229241832978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-MgEoVbZwb0g/TdCl_uYtfDI/AAAAAAAAAbU/CXjts3gOg-A/s1600/penggembira.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MgEoVbZwb0g/TdCl_uYtfDI/AAAAAAAAAbU/CXjts3gOg-A/s320/penggembira.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607164050278284338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2011/05/ribuan-zairin-padati-maqbaroh-gedongan.html"&gt;Baca beritanya&lt;/a&gt; .... (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-1623307346720817017?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/1623307346720817017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/hawl-photo-share.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/1623307346720817017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/1623307346720817017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/hawl-photo-share.html' title='Hawl Photo Share....'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TfY3IiZTDek/TdC9ZhN0mYI/AAAAAAAAAds/l1ulXEuvJ3Q/s72-c/makam%2Bkyai%2Bsaid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-5320300948672999229</id><published>2011-05-12T08:49:00.004+07:00</published><updated>2011-12-28T00:09:10.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>MAQBAROH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9aCq_miXoFY/Tvn7nyUwH9I/AAAAAAAAAic/cXx3NrBUBOs/s1600/maqbaroh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9aCq_miXoFY/Tvn7nyUwH9I/AAAAAAAAAic/cXx3NrBUBOs/s320/maqbaroh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690856265101615058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adat istiadat dan tradisi merupakan bagian integral dari helatan Haul di Gedongan. Salah satu pusaka adat yang tak terpisahkan dalam tradisi Haul Gedongan adalah "&lt;i&gt;Maqbaroh&lt;/i&gt;".&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;MAQBAROH adalah kata serapan bahasa Arab yang lazim dipakai oleh kalangan pesantren untuk menyebut “kuburan” (=tempat pemakaman umum). Walaupun kuburan dan &lt;i&gt;maqbaroh&lt;/i&gt; adalah dua kata yang bermakna sama dan bersumber dari kata dasar yang sama pula, yakni “&lt;i&gt;qobbaro&lt;/i&gt;”/kubur, namun kadang penerapannya memiliki klasifikasi berbeda. Kata &lt;i&gt;maqbaroh&lt;/i&gt; identik digunakan oleh kaum santri, sementara kuburan umumnya dipakai oleh kalangan di luaran santri (masyarakat abangan).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Maqbaroh&lt;/i&gt; Pesantren Gedongan terletak di sebelah barat pemukiman warga (sekitar 150 meter dari lokasi pondok). Areal seluas 250 meter persegi ini merupakan fasilitas pemakaman umum masyarakat Gedongan yang sudah ada semenjak pertama kali Gedongan ada. Dalam helatan Haul di Gedongan, &lt;i&gt;maqbaroh&lt;/i&gt; memegang andil penting, karena di lokasi ini terdapat Makam &lt;i&gt;Almarhum Al-Maghfurlah&lt;/i&gt; &lt;b&gt;KH. Muhammad Said&lt;/b&gt;, Pendiri Pondok Pesantren Gedongan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagaimana umumnya makam para &lt;i&gt;Ajengan&lt;/i&gt;, di lokasi pemakaman &lt;i&gt;Kyai Said&lt;/i&gt; (biasa orang Gedongan menyebutnya) didirikan sebuah bangunan untuk memfasilitasi para peziarah. Dengan bentuk letter “L” terbalik, bangunan berlantai keramik putih ini berdiri tegak di atas fondasi batu bata merah. Besi pipa menjadi pilar penyangga setiap sudut dan kolomnya; asbes bergelombang menjadi atap pelindung dari terpaan hujan dan terik mentari; sementara tembok bercat putih setinggi satu meter dengan celah pintu di sisi utara dan di siku tengah bagian dalam, menjadi skat pemisah dengan kuburan warga yang bertebaran di sekelilingnya. Sekilas bila dilihat dari jauh, fisik bangunan ini tampak menyerupai bentuk koridor jalan di rumah sakit&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di dalam areal bangunan tersebut, selain terdapat makam &lt;i&gt;Kyai Said&lt;/i&gt; (beriringan dengan makam &lt;i&gt;Ibu Nyai&lt;/i&gt;&lt;b&gt; Maemunah&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Ghofarallahu Waridhallah ‘Anhuma&lt;/i&gt;), juga terdapat belasan makam para anak cucu dan kerabat. Hampir setiap harinya, areal ini menjadi objek ziarah beberapa santri untuk &lt;i&gt;ngalap berkah&lt;/i&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tabarruk&lt;/span&gt;) dengan bertahlil, bertadarrus (&lt;i&gt;tahfidz&lt;/i&gt;) Al-Qur'an, dan ber-&lt;i&gt;mujahadah&lt;/i&gt;. Khususnya pada hari Jum'at --terlebih Jum'at Kliwon-- peziarah yang datang lebih banyak lagi, karena sebagian mereka ada yang datang bersama jamaah. Hingga puncaknya adalah pada helatan Haul Gedongan, lokasi &lt;i&gt;maqbarah&lt;/i&gt; benar-benar dipenuhi oleh para zairin yang bukan saja para santri atau warga Gedongan, tetapi juga para pendatang jauh dari luar Gedongan. Mereka adalah muslimun-muslimat;  para wali santri, para alumni pondok, para kyai dan ustadz, para ulama dan &lt;i&gt;habaib&lt;/i&gt;, serta para penggembira Haol Gedongan. Meski dengan serba keterbatasan, meski harus berdesakan-desakan, meski harus bersila di pelataran sempit dengan &lt;i&gt;gelaran&lt;/i&gt; seadanya, meski harus berhimpitan di sela-sela gundukan tanah bernisan dan rumput ilalang, mereka rela hadir memadati areal pekuburan yang banyak ditanami pohon Albasia demi bisa mengikuti "&lt;i&gt;tahlil massal&lt;/i&gt;", tahlil sebagai esensi Haul Gedongan.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahlil massal di areal maqbaroh Gedongan diselenggarakan ba’da ashar sampai selesai. Biasanya, sebelum ritual &lt;i&gt;dzikir, tasbih&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;tahmid&lt;/i&gt; ini dimulai, prosesi didahului dengan penyampaian &lt;i&gt;Mauidzah Khasanah&lt;/i&gt; serta &lt;i&gt;Manaqibu Syaikh Almarhum Al-Maghfurlah KH. Muhammad Said&lt;/i&gt;. Akhir acara tahlil  ditutup dengan do'a untuk para ahli kubur Maqbaroh Gedongan, kaum muslimin-muslimat, juga do'a-do'a &lt;i&gt;khususiyah&lt;/i&gt; &lt;i&gt;liqadhi-haajah&lt;/i&gt; dengan bertawassul. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Allahummaghfirlahum warhamhum&lt;/i&gt;, &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Allahummaqdhi haajatii, aghitsna, aghitsna&lt;/i&gt; ....!!! Amien (&lt;b&gt;ASF&lt;/b&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-5320300948672999229?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/5320300948672999229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/maqbaroh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5320300948672999229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5320300948672999229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/maqbaroh.html' title='MAQBAROH'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9aCq_miXoFY/Tvn7nyUwH9I/AAAAAAAAAic/cXx3NrBUBOs/s72-c/maqbaroh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-8471933436085199883</id><published>2011-05-08T05:50:00.000+07:00</published><updated>2011-05-08T05:50:00.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Prediksi Gus Dur tentang Al-Zaytun</title><content type='html'>&lt;div&gt;MA’HAD AL-ZAYTUN menjadi sorotan publik belakangan ini. Sejumlah pihak menuding lokasi itu merupakan markas Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah IX (NII-KW9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ma’had&lt;/em&gt; atau pesantren yang dipimpin &lt;strong&gt;AS. Panji Gumilang &lt;/strong&gt;itu terletak di Haur Geulis, Indramayu, Jawa Barat. Arealnya sangat luas, hingga mencapai 1.200 hektare. Sekitar 200 hektar untuk bangunan, sisanya, persawahan, ladang, hingga hutan jati emas. Komplek ma’had dibatasi tembok tinggi yang memisahkannya dengan perkampungan penduduk, kontras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalamnya bukan hanya ada asrama dan ruang belajar seperti pesantren pada umumnya, namun ada juga rumah sakit, rumah tinggal, wisma tamu, waduk, sawah, ladang, dan bahkan kandang ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek besar yang hingga kini sedang dalam tahap penyelesaian adalah pembangunan Masjid dengan nama &lt;em&gt;Rahmatan Lil ‘alamin&lt;/em&gt;, yang didesain lebih besar dari Masjid Istiqlal Jakarta. Konon katanya bila sudah jadi, masjid ini mampu menampung 150 ribu jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, jauh sebelum menjadi sorotan media, &lt;em&gt;Almarhum&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Gus Dus &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;KH. Abdurrahman Wahid&lt;/strong&gt;) pernah berprediksi tentang masa depan ma’had ini melalui sebuah wawancara dengan tim repoter NII Crisis Center (NCC). Dengan didampingi &lt;strong&gt;Yeni Wahid&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Sulaiman&lt;/strong&gt; (Sekretaris pribadinya), berikut kutipannya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NCC : Apa pendapat Gus Dur tentang Al-Zaytun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GD : Itu punya Pak Harto. Beliau dulu punya obsesi ‘&lt;em&gt;At Tien &amp;amp; Al-Zaytun&lt;/em&gt;’ Pak Harto tahu semua yang dikerjakan &lt;em&gt;Si Panji Gumilang&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Wong &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Abu Toto &lt;/strong&gt;itu binaan ‘anak emasnya’ &lt;strong&gt;Ali Moertopo&lt;/strong&gt;. Itu Proyek Mercusuar yang gak ada manfaatnya untuk bangsa. Pak Harto itu punya mimpi, tapi gak kesampaean. Ia yang memerintahkan &lt;strong&gt;Sa’adilah Mursyid &lt;/strong&gt;mengirim sapi tapos ke Zaytun ditahun 1999. Sebelum reformasi yang jaga Zaytun itu kan Kopasus. Sekarang sudah 10 tahun apa sih yang sudah dihasilkan Al-Zaytun? Saya dengar santrinya gak bisa apa-apa, apalagi lulusannya gak jelas. Masyarakat disana resah dan menganggap Zaytun gak membawa manfaat apa-apa. Tanah mereka dirampas dan dibayar seenaknya .... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zaytun itu hanya membangun propaganda kebaikan dan kesuksesannya sendiri. Yang begini gak akan lama, saya pikir tahun ini akan jadi tahun terakhir buat Zaytun. Rakyat kita cerdas-cerdas kok, sudah gak bisa lagi dibohongi Abu Toto. Kalo ada yang masih bisa dibohongi, jumlahnya makin sedikit kok. Orang sudah makin faham Zaytun itu &lt;em&gt;Bull shit&lt;/em&gt;. Buktikan saja omongan saya, mahasiswa-mahasiswa itu akan balas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NCC : Bagaimana Gus Dur melihat mereka itu Jahat !?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GD : Anda ini punya hati nurani gak? PKI, Hitler, Zionis Yahudi sekalipun yang dibilang masyarakat itu JAHAT, mereka sangat ’sayang’ dan membela anak buahnya. Tapi kalian bisa lihat sendiri itu di Zaytun, orang dibuat kerja rodi kaya &lt;em&gt;Romusha&lt;/em&gt;. Tenaganya diperas, Istri dan anaknya dipisahkan. Gak digaji sepantasnya, jangankan berharap UMR dan ada Jamsostek. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Inikan &lt;em&gt;trafficking&lt;/em&gt; (penjualan manusia atas nama Islam ‘NII’) Apa itu gak jahat? Apapun alasannya untuk perjuangan, kondisi darurat. Itu bisa-bisa tipu mereka aja. Apa Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan hal tersebut? Apa &lt;strong&gt;Imam Kartosuwiryo &lt;/strong&gt;rela jama’ahnya diperas begitu?! saya yakin ia marah dan terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NCC : Tapi anda kan tidak berbuat apa-apa untuk membongkar Al-Zaytun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GD : Anda gak tahu! Apa saya harus teriak-teriak hancurkan Zaytun, fatwakan NII SESAT!. Dulu yang kasih anak-anak itu temuan MUI, saya diberi tahu &lt;strong&gt;Kyai Sahal Mahfudz&lt;/strong&gt;. Yah dibongkarlah sama anak-anak itu. Saya yang perintahkan Chaidar dkk. untuk maju gugat .... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya memang diminta oleh para Kyai itu untuk bicara soal Zaytun. Saya bilang nanti tunggu saja tanggal mainnya, Abu Toto itu tahu kok kalo ia sekarang tinggal menghitung hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NCC : Anda kok berprediksi seperti itu Gus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GD : Aku kan punya Muslim di RepublikaN. Ia cerita banyak tentang ramai-ramai umat NII KW9 berduyun-duyun jadi Tim Sukses di RepublikaN. Abu Toto itu lagi panen duit. Habis dapat dari Wiranto, balik kanan ke JK. Sekarang ke RepublikaN. umatnya itu kaya Sapi yang tercocok hidungnya, kaya bebek ngekor Mas’ulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NCC : Gus, kok tahu-tahuan Mas’ul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GD : Tahu dong, itu Munif sespriku kan pernah sebentar kuliah di KW9 alias di &lt;em&gt;tilawah&lt;/em&gt;. He he …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NCC : Bagaimana Gus Dur menilai sikap mereka yang ‘menyerang’ Al-Zaytun ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GD : Mereka itu kurang kritis, di tengah orang yang buta dan membuta. Tapi masih baguslah mereka masih mau mengkritisi Zaytun. Zaytun itu bukan sekedar isu ‘Sesat’, Zaytun itu musuh kemanusiaan, musuh bersama kita semua. Ia bagai mesin penghancur masa depan anak bangsa, zaytun itu alat iblis untuk merusak tatanan masyarakat. Bayangkan saja anak-anak mahasiswa itu disuruh ‘nipu orangtuanya sendiri’ katanya ‘teknis’, teknis &lt;em&gt;Mbahmu&lt;/em&gt;, nipu yah nipu. Kalo ada orang masih percaya dengan gombalannya Zaytun, orang tersebut pasti orang munafiq, setidaknya kalo pejabat yah pejabat yang koruptor, kalo ulama yah ulama &lt;em&gt;Jablay&lt;/em&gt;, kalo intelektual yah intelektual pedagang, kalo peneliti yah peneliti goblok, kalo ada media yang membela Zaytun pasti media yang cuma cari makan alias media bayaran. Yah kalo ada orangtua yang belain Zaytun yah orang tua yang durhaka dan gak punya hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NCC : Lalu bagaimana membongkar kasus Zaytun ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GD : Tunggu saja tanggal mainnya, mereka sendiri kok yang akan menggali kuburannya sendiri ..... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karni Ilyas kasih bocoran ke saya kalo TV-One mau bongkar-bongkaran soal baiat ala NII. Inikan jelas-jelas makar. Kok ada Negara dalam Negara dibiarkan. .... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Intinya sekarang ini seluruh jajaran Zaytun sedang panik dan super sibuk bagaimana menyelamatkan diri .... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini harus kita lawan bersama, apa artinya saya sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;strong&gt;Sofie Hidayat &lt;/strong&gt;dan Tim NCC / www.nii-crisis-center.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-8471933436085199883?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/8471933436085199883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/prediksi-gus-dur-tentang-al-zaytun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8471933436085199883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8471933436085199883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/prediksi-gus-dur-tentang-al-zaytun.html' title='Prediksi Gus Dur tentang Al-Zaytun'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-3556774118878039308</id><published>2011-05-06T06:38:00.002+07:00</published><updated>2011-05-06T09:16:23.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Keutamaan Shaf Pertama dan Dekat dengan Khatib</title><content type='html'>Oleh : &lt;b&gt;Badrul Tamam&lt;/b&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-6cQpNcWUkPI/TcNL--9g_7I/AAAAAAAAAZo/Kf1ZMTeYeEc/s1600/shalat%2Bberjamaah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6cQpNcWUkPI/TcNL--9g_7I/AAAAAAAAAZo/Kf1ZMTeYeEc/s320/shalat%2Bberjamaah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603405906804015026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dialah yang menciptakan masa dan mengutamakan sebagiannya atas sebagian yang lain. Dia telah jadikan Ramadhan sebagai bulan terbaik atas bulan-bulan lainnya, Jum’at sebagai hari terbaik dalam sepekannya, dan menjadikan &lt;i&gt;lailatul qadar&lt;/i&gt; sebagai malam terbaik dalam setahunnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Manusia terbaik, paling bertakwa dan takut kepada Rabbnya, yaitu Nabi Muhammad Shallalahu 'alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Shalat Jum'at adalah amal ibadah yang paling khusus dan istimewa pada hari Jum'at. Pelaksanaanya memiliki kekhususan yang berbeda dengan shalat-shalat lainnya, khususnya Dzuhur yang sama waktunya. Dari cara bersuci, sangat dianjurkan untuk mandi besar sebagaimana mandi janabat. Cara berpakaian, sangat dianjurkan memakai pakaian terbagus dan menggunakan wewangian. Berangkatnya ke masjid, sangat-sangat dianjurkan lebih awal dengan janji pahala yang lebih besar daripada yang datang berikutnya. Sebelum shalat dimulai, diawali dengan khutbah yang harus diperhatikan dengan seksama oleh jama'ah. Jama'ah tidak boleh tidur, mengobrol dan berbicara dengan kawannya, atau sibuk dengan kegiatan yang bisa memalingkan dari mendengarkan khutbah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berdasarkan keistimewaan ini, maka selayaknya seorang muslim bersemangat mendatanginya. Berpagi-pagi menujunya, sebagaimana para salaf menjadikannya sebagai tradisi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diriwayatkan dari &lt;b&gt;Aus bin Aus&lt;/b&gt; radliyallah 'anhu, berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"&lt;i&gt;Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun&lt;/i&gt;". (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَقَفَتْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ فَيَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ فَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ إِلَى الْجُمُعَةِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي كَبْشًا ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي دَجَاجَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ وَقَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَجَلَسُوا يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"&lt;i&gt;Jika tiba hari Jum'at, maka para Malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, lalu mereka mencatat orang yang datang lebih awal sebagai yang awal. Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan shalat Jum'at adalah seperti orang yang berkurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berkurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban ayam, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban telur. Maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar, mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir (khutbah)&lt;/i&gt;". (HR. Ahmad dalam Musnadnya no. 10164)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada hadits pertama menjelaskan bahwa berangkat pagi-pagi ke masjid menjadi syarat untuk mendapatkan keutamaan pahala shalat Jum'at dengan sempurna. Dan berangkatnya ke masjid disunnahkan dengan berjalan kaki. Karena itu Imam al Nasai dan al Baihaqi membuat bab khusus dalam kitab mereka, "&lt;i&gt;Keutamaan berjalan kaki untuk shalat Jum'at&lt;/i&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Abu Syamah&lt;/b&gt; berkata, "&lt;i&gt;Pada abad pertama, setelah terbit fajar jalan-jalan kelihatan penuh dengan manusia. Mereka berjalan menuju masjid jami' seperti halnya hari raya, hingga akhirnya kebiasaan itu hilang&lt;/i&gt;", Lalu dikatakan, "&lt;i&gt;Bid'ah pertama yang dilakukan dalam Islam adalah tidak berangkat pagi-pagi menuju masjid&lt;/i&gt;". (Dinukil dari Akhtha' al Mushalliin -edisi Indonesia: Kesalahan-kesalahan dalam shalat-, Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan, hal. 236)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan pada hadits kedua dijelaskan kerugian bagi orang yang terlambat datang ke masjid sehingga imam naik mimbar. Yakni, para malaikat menutup buku catatan mereka dan tidak mencatat tambahan pahala bagi orang-orang yang datang dan masuk ke masjid setelah imam naik mimbar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam sebuah hadits yang dihasankan oleh Syaikh al Albani, dari Abu Ghalib, dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "&lt;i&gt;Para Malaikat duduk pada hari Jum'at di depan pintu masjid dengan membawa buku catatan untuk mencatat (orang-orang yang masuk masjid). Jika imam keluar (dari rumahnya untuk shalat Jum'at), maka buku catatan itu dilipat&lt;/i&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian Abu Ghalib bertanya, "&lt;i&gt;wahai Abu Umamah, bukankah orang yang datang sesudah imam keluar mendapat Jum'at?"&lt;/i&gt; Ia menjawab, "&lt;i&gt;Tentu, tetapi ia tidak termasuk golongan yang dicatat dalam buku catatan&lt;/i&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Memilih Shaf Pertama dan Dekat dengan Imam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi jama’ah yang sudah sampai ke masjid, hendaknya dia memilih shaf (barisan) pertama yang dekat dengan imam. Karena di samping shaf pertama memiliki keutamaan yang besar juga lebih jelas untuk menyimak khutbah imam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diriwayatkan dari Aus bin Aus radliyallah 'anhu, berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"&lt;i&gt;Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun&lt;/i&gt;". (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesungguhnya shaf pertama dalam shalat berjama’ah dan juga shalat Jum’at memiliki keutamaan yang agung dan pahala yang besar di sisi Allah Ta’ala. Sehingga Nabi kita menjelaskan,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“&lt;i&gt;Seandainya manusia mengetahui pahala yang terdapat dalam panggilan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan kecuali dengan diundi, niscaya mereka melakukannya&lt;/i&gt;”.(HR. Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Imam Ahmad mengeluarkan sebuah hadits dari Abu Umamah, Rasulullah Shallalahu 'alaihi Wasallam bersabda, “&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya membacakan shalawat atas shaf pertama&lt;/i&gt;”. Beliau sampaikan itu sampai dua kali, baru shaf yang kedua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih dari Musnad Imam Ahmad, dari hadits al-‘Irbadh bin Sariyyah, bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi Wasallam bershalawat atas shaf pertama sebanyak tiga kali dan atas shaf selanjutnya hanya sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan Rasulullah Shallalahu 'alaihi Wasallam mengancam bagi orang yang sengaja memilih shaf belakang/akhir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا فَقَالَ لَهُمْ تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ لَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rasulullah Shallalahu 'alaihi Wasallam melihat ada yang mengambil saf belakang. Maka beliau bersabda : “&lt;i&gt;Majulah kalian dan ikutilah aku, dan hendaklah yang setelah kalian mengikuti kalian. Kaum yang senantiasa mengambil shaf akhir akan diakhirkan Ta’ala (dari masuk ke dalam surga)"&lt;/i&gt;. (HR. Muslim dari Abu Sa’id al Khudri)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Allah memberikan tambahan hidayah dan taufik kepada kita sehingga bisa mendapatkan pahala besar yang disediakan pada hari Jum’at. Sehingga kelak akan menjadi modal utama untuk kita masuk surga dalam rombongan pertama. Amiin. [PurWD/voa-islam.com]&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-3556774118878039308?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/3556774118878039308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/keutamaan-shaf-pertama-dan-dekat-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/3556774118878039308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/3556774118878039308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/keutamaan-shaf-pertama-dan-dekat-dengan.html' title='Keutamaan Shaf Pertama dan Dekat dengan Khatib'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-6cQpNcWUkPI/TcNL--9g_7I/AAAAAAAAAZo/Kf1ZMTeYeEc/s72-c/shalat%2Bberjamaah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-7909696499939780122</id><published>2011-05-01T20:42:00.012+07:00</published><updated>2011-05-06T09:19:59.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Mengenalkan Kampung Halaman di Jagat Maya</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102); font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Refleksi 2 tahun (&lt;span style="font-style: italic; "&gt;mendhak kaping loro&lt;/span&gt;) Perjalanan Blogku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-L1hVH7k1BH0/TcALYed5ljI/AAAAAAAAAZg/96f86lFPVeA/s1600/magarsari%2Bpendhak%2B2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-L1hVH7k1BH0/TcALYed5ljI/AAAAAAAAAZg/96f86lFPVeA/s1600/magarsari%2Bpendhak%2B2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 145px; " src="http://1.bp.blogspot.com/-L1hVH7k1BH0/TcALYed5ljI/AAAAAAAAAZg/96f86lFPVeA/s320/magarsari%2Bpendhak%2B2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602490451572135474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di era teknologi informasi canggih yang serba digital seperti sekarang ini, memungkinkan segala sesuatunya bisa mendadak dikenal, baik karena keunikannya, keanehan, atau kenyelenehan dalam melahirkan sebuah kreasi. Khususnya di jagat maya, dengan seperangkat piranti PC/laptop atau sebuah piranti genggam cerdas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;smartphone&lt;/span&gt;) yang kini sudah merata dimiliki orang, hal tersebut mudah saja terjadi. Tanpa perlu menggeser posisi anda sekarang, tidak harus melibatkan banyak orang, anda pun dapat menjadi terkenal dengan men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;share&lt;/span&gt; visualisasi tingkah polah anda dalam format digital (foto atau video) yang diunggah melalui situs &lt;a href="http://www.youtube.com/"&gt;YouTube&lt;/a&gt;. Kalau nasib sedang mujur, siapa tahu anda akan menyusul ketenaran &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sinta-Jojo&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Briptu Norman Kamaru&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau melalui sentuhan lembut jemari anda pada deretan tombol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuts/keyboard&lt;/span&gt;, lakukanlah langkah kreatif dengan menyusun huruf menjadi kata, merangkai kalimat membuat tulisan. Selanjutnya hasil celotehan jemari berupa ungkapan suasana hati tadi anda publikasikan via &lt;span style="font-style: italic;"&gt;milist&lt;/span&gt;, atau lebih mudah lagi via situs jejaring sosial &lt;a href="http://www.facebook.com/"&gt;facebook&lt;/a&gt;/&lt;a href="http://twitter.com/"&gt;twitter&lt;/a&gt; (dengan syarat anda harus menjadi member dulu), nantikan tak seberapa lama sharing anda akan dibaca hingga direspon oleh sesama pengguna di seantero dunia. Jika personalisasi dan keleluasaan yang anda butuhkan, anda dapat tuangkan kreasi bakat menulis anda dengan membangun dan mengelola situs pribadi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;). Inilah ruang ekspresi saya dalam mengenalkan kampung halaman di jagat maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung dalam makna luas bukan saja berarti kampung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nan ndheso&lt;/span&gt;, pemukiman di pelosok nun jauh dari hiruk pikuk geliat metropolitan saja. Anda yang tinggal di tengah kota pun tetap punya kampung halaman sebetulnya, karena tidak ada istilah “kota halaman”, bukan?. Jadi setiap orang pasti mempunyai kampung halaman, terlepas apakah ia masih mendiami ataukah sudah meninggalkannya, namun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;so sure&lt;/span&gt; di sana ada banyak kisah yang pernah singgah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi pemikiran saya, gagasan dan opini, wacana ataupun berita hingga keluh kesah tentang kampung halaman, saya tuangkan dalam blog yang saya kelola. Blog ini saya namakan “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;” yang pada pertengahan April lalu (19/04) telah genap menapak usia di tahun kedua (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mendhak kaping loro&lt;/span&gt;). Meski hanya terbit berkala (kadang kala terbit kadang kala tidak), namun dalam masa dua tahun tersebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost &lt;/span&gt;telah mengkoleksi goresan-goresan tinta tentang kampung halaman yang dapat dibilang lumayan, diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/04/gedongan-bukan-gedungan.html"&gt;Gedongan bukan Gadungan&lt;/a&gt; (25/04/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/04/gedongan-antara-kata-nama-dan-makna.html"&gt;"Gedongan" Antara Kata, Nama, dan Makna&lt;/a&gt; (19/04/2009)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/05/catatan-sungkrah-haul-gedongan.html"&gt;Catatan 'Sungkrah' Haul Gedongan&lt;/a&gt; (15/05/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/05/irpg-ikatan-remaja-pemuda-gedongan.html"&gt;IRPG (Ikatan Remaja &amp;amp; Pemuda Gedongan)&lt;/a&gt; (10/05/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/04/yang-kuingat-dari-gedongan.html"&gt;Yang Kuingat dari "Gedongan"&lt;/a&gt; (01/05/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/06/prabowo-teng-gedongan.html"&gt;Prabowo Teka ning Gedongan&lt;/a&gt; (22/06/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/06/kh-mohammad-said-tokoh-pendidikan-dari.html"&gt;KH. Mohammad Said Tokoh Pendidikan dari Gedongan&lt;/a&gt; (20/06/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/06/10-besar-parpol-pemenang-pemilu.html"&gt;Genderang Demokrasi Babak II&lt;/a&gt; (13/06/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/06/duka.html"&gt;Gedongan Berduka&lt;/a&gt; (09/06/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/07/rajaban.html"&gt;Rajaban&lt;/a&gt; (22/07/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/07/ning-gedongan-mega-pro-bli-keduman.html"&gt;Ning Gedongan Mega-Pro bli Keduman&lt;/a&gt; (13/07/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/08/ramadhanan-ala-gedongan.html"&gt;Ramadhanan ala Gedongan&lt;/a&gt; (26/08/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4208523152615722632&amp;amp;postID=7909696499939780122#%20http://magarsari.blogspot.com/2009/08/unggah-unggahan.html"&gt;Mengenal Unggah-unggahan di Gedongan&lt;/a&gt; (14/08/2009)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4208523152615722632&amp;amp;postID=7909696499939780122#%20http://magarsari.blogspot.com/2010/03/batur-dhewek-fesbuke-wong-dhewek.html"&gt;“Batur dhewek” Fesbuke Wong Dhewek&lt;/a&gt; (30/03/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/03/mengenal-lebih-dekat-dengan-prof-dr-kh.html"&gt;Mengenal lebih dekat sosok KH. Said Aqiel Siradj&lt;/a&gt; (24/03/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/03/mendhak.html"&gt;Mendhak&lt;/a&gt; (19/03/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/03/dpp-pkb-gelar-peringatan-maulid-di.html"&gt;DPP PKB Gelar Peringatan Maulid di Pesantren Gedongan&lt;/a&gt; (15/03/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/04/tulisan-pertamaku-di-blog-ku.html"&gt;tulisan pertamaku di blog-ku&lt;/a&gt; (18/04/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/04/memahami-aswaja.html"&gt;Memahami Aswaja&lt;/a&gt; (15/04/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/04/menjelang-haul-gedongan.html"&gt;Menjelang Haol Gedongan&lt;/a&gt; (08/04/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/05/mengarak-pengantin.html"&gt;Mengarak Pengantin&lt;/a&gt; (30/05/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/05/hidup-adalah-percobaan.html"&gt;Hidup adalah "Percobaan"&lt;/a&gt; (14/05/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/05/dua-menteri-hadiri-haul-pesantren.html"&gt;Dua Menteri Hadiri Haol Pesantren Gedongan&lt;/a&gt; (09/05/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/05/kartini-maulid-dan-haol.html"&gt;Kartini, Maulid dan Haol&lt;/a&gt; (05/05/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2010/07/fenomena-banyu-zamzam-nisfu-syaban-di.html"&gt;Fenomena Banyu Zamzam Nisfu Sya'ban di Gedongan&lt;/a&gt; (28/07/2010)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2011/02/tragedi-terbakarnya-kmp-laut-teduh-ii.html"&gt;Tragedi Terbakarnya KMP Laut Teduh II&lt;/a&gt; (23/02/2011)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4208523152615722632&amp;amp;postID=7909696499939780122#%20http://magarsari.blogspot.com/2011/03/jepang-bangun-perpustakaan-endang-bunko.html"&gt;Jepang Bangun Perpustakaan ”Endang Bunko di SDN Ender II”&lt;/a&gt; (31/03/2011)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2011/03/diece-ergo-sum-saya-dihina-maka-saya.html"&gt;diece ergo sum (saya dihina maka saya ada)&lt;/a&gt; (25/03/2011)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2011/03/duh-gedongan.html"&gt;DUH, GEDONGAN....!&lt;/a&gt; (20/03/2011)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/32.%20http://magarsari.blogspot.com/2011/04/mati-sangit-gaya-m-sarip.html"&gt;Mati Sangit Ala Si Sarip&lt;/a&gt; (20/04/2011)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Masih premature, mungkin saja. Tapi paling tidak sebagai penulis amatir saya telah buktikan dengan telah melakukan yang saya bisa, memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;secuil&lt;/span&gt; kemampuan untuk kampung halaman. Tidak sekedar menjadi anggota NATO yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;not action talk only&lt;/span&gt;, yang hanya pandai berteori tanpa pernah ada berbuat menghasilkan bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa Menulis Tentang Kampung Halaman?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya saya mencatat ada tiga alasan kenapa saya tertarik menulis tentang kampung halaman?, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;; karena ia adalah bagian dari sejarah hidup saya, bagian dari masa lalu yang pernah mewarnai hari-hari lampau saya. Walaupun pahit juga getir rasa yang pernah dikecap, namun tetap manis legit untuk mengenang kisah-kisah yang diserap. Oleh karenanya, bertutur dengan menulis tentang kampung halaman bagi saya adalah suatu keasyikan karena dapat membangkitkan kenangan yang telah sekian lama terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;; sadar bahwa kampung halaman bukanlah selebritis yang sepak terjangnya selalu menjadi buah bibir dan bahan berita, maka saya tergerak untuk memberitakan dan mengenalkannya (kepada dunia) melalui sebuah tulisan. Sehingga dapat dikatakan bahwa 'mengenalkan kampung halaman di jagat maya' adalah bagian dari misi saya via &lt;strong&gt;MagarsariPost&lt;/strong&gt;. Karena orang di luar sana gak akan mengenal kampung halaman kita sedetail yang kita kenal, kalau bukan kita sendiri yang mengenalkannya kepada mereka. Gak mungkin kampung halaman kita diketahui setiap orang kecuali ada peristiwa heboh atau kejadian menggemparkan (yang memiliki nilai komersil untuk diberitakan) seperti orang pernah tahu Desa Pelumutan Kabupaten Purbalingga karena ada “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumanto si Manusia Kanibal&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan alasan yang ketiga adalah “sebuah pengharapan”. Berharap bahwa dengan dituangkangkannya tulisan tentang kampung halaman “Gedongan” dalam blog &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt;, dapat menjadi stimulan bagi para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;batur uga sedulur&lt;/span&gt;, terkhusus bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kakang-kakang&lt;/span&gt; (di Jawa Timur dipanggilnya &lt;em&gt;Gus/Ning&lt;/em&gt;) yang di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;luhur&lt;/span&gt;, atau siapa saja yang merasa masih memiliki ikatan batin dengannya, untuk melakukan aksi serupa atau yang lebih baik lagi, yang lebih baik lagi dari yang saya lakukan yaitu dengan mendirikan situs resmi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;official site&lt;/span&gt;) Pondok Pesantren Gedongan. Dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;haqqul yaqien&lt;/span&gt;, menurut saya “mereka” pasti bisa!, bila diukur dari gelar kesarjanaan yang mereka sematkan hingga magister, sampa doktor di kalangan Pesantren Gedongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya adalah; apakah ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;i’tikad&lt;/span&gt; “mereka-mereka” untuk menjadikan Gedongan sebagai sebuah lembaga (pondok pesantren) agar lebih meningkat dalam kualitas maupun kuantitas?. Masihkah ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ghirrah&lt;/span&gt; “mereka-mereka” untuk menyatukan tekad membangun dan membesarkan Gedongan tanpa harus membeda-bedakan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;siapa saya, siapa anda....?, dari mana dia, dan anak siapa?&lt;/span&gt;”. Untuk menuju ke arah sana, dibutuhkan pengorbanan sebuah keterbukaan dan kelapangdadaan, pengorbanaan untuk mau mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ego&lt;/span&gt;), berat sama dipikul ringan sama dijinjing, berdiri sama tinggi duduk sama rendah, berembug bersama merencana kemaslahatan dan kemajuan untuk Pesantren Gedongan. Bilakah ini akan terwujud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan mertamu di rumah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nyai Mus&lt;/span&gt;, di tengah perbincangan dengan putra tunggalnya yang bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kang Yahya&lt;/span&gt; mengenai Haol Gedongan yang akan digelar bulan Mei ini, saya menyinggung pembicaraan tentang keberadaan blog &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost&lt;/span&gt; dan kemungkinan kalau diadakannya situs resmi (&lt;em&gt;official site&lt;/em&gt;) Pesantren Gedongan. Jawaban yang saya terima dari lelaki yang akrab disapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kang AU&lt;/span&gt; ini hanya singkat saja : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sulit&lt;/span&gt;”, atau "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;angel&lt;/span&gt;" dalam bahasa Gedongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lho, kok. Kenapa?&lt;/span&gt;” kata saya&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sulit&lt;/span&gt;”, katanya. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sulit, karena Kyai (sepuh) tidak merestui....&lt;/span&gt;”, lanjutnya&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alasannya?&lt;/span&gt;”, kata saya penasaran&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aurat&lt;/span&gt;”. Lagi-lagi Kang AU menjawab singkat, padat dan ringkas, membuat saya tambah penasaran.&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maksudnya aurat apa, kang?&lt;/span&gt;” tanya saya&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aurat, karena (dapat) mengungkap aib seseorang....&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apa maksud pernyataan itu, tapi saya tidak tertarik lagi untuk tahu lebih lanjut mengenai hal ini. Untuk menghapus rasa penasaran saya tadi, perbincangan saya kembali ke topik awal yaitu tentang Haul Gedongan. Dari perbincangan siang itu, saya peroleh informasi bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haul Sesepuh dan Pengasuh Pondok Pesantren Gedongan ke-80 Tahun 2011&lt;/span&gt; akan digelar pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tanggal 14-15 bulan Mei&lt;/span&gt;. Pejabat Negara yang direncanakan hadir --menurut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kang AU&lt;/span&gt; yang telah menyampaikan langsung permohonan kesediaannya-- adalah Menteri Agama RI, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drs. Suryadharma Ali, M.Si&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sepertinya saya harus menggantung pengharapan melihat Pesantren Gedongan dapat bersanding dengan Pondok Buntet Pesantren yang telah eksis di jagat maya dengan situs resminya &lt;a href="http://buntetpesantren.org/"&gt;http://buntetpesantren.org/&lt;/a&gt;, atau &lt;em&gt;official site&lt;/em&gt; Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak &lt;a href="http://www.almunawwir.com/"&gt;http://www.almunawwir.com/&lt;/a&gt;, Pesantren Tebuireng, Jombang dengan &lt;a href="http://www.tebuireng.net/"&gt;http://www.tebuireng.net/&lt;/a&gt;, juga Ponpes An-Nashuha Kalimukti, Cirebon yang tergolong pesantren baru namun sudah bisa nampang di &lt;a href="http://annashuhakalimukti.org/"&gt;http://annashuhakalimukti.org/&lt;/a&gt;, dan masih banyak lagi pesantren-pesantren lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas bagi pribadi saya, ada atau tidaknya situs resmi Pondok Pesantren Gedongan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MagarsariPost &lt;/span&gt;Insya Allah akan setia hadir menyampaikan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;soeara pribumi&lt;/span&gt;” bertutur tentang kampung halaman. Dan saya --sampai titik nadir kemampuan saya-- akan tetap menulis dan terus menulis sebagaimana filosofi &lt;i&gt;Toekang Ratjik&lt;/i&gt; dalam &lt;strong&gt;MagarsariPost&lt;/strong&gt; : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menulislah, karena kita tidak pernah tahu suatu saat hidup kita akan dibaca orang ....&lt;/span&gt;”. Dan yang terpenting lagi adalah karena "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I enjoy being a blogger&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam blogger! (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-7909696499939780122?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/7909696499939780122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/mengenalkan-kampung-halaman-di-jagat.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/7909696499939780122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/7909696499939780122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/05/mengenalkan-kampung-halaman-di-jagat.html' title='Mengenalkan Kampung Halaman di Jagat Maya'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-L1hVH7k1BH0/TcALYed5ljI/AAAAAAAAAZg/96f86lFPVeA/s72-c/magarsari%2Bpendhak%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-8392772109002683582</id><published>2011-04-28T21:00:00.005+07:00</published><updated>2011-05-06T09:31:45.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Ibadah-ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum'at</title><content type='html'>Oleh : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Badrul Tamam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-f1PDmhSnOAg/Tbl4EcoCFcI/AAAAAAAAAZY/ayz2a8VtB6Y/s1600/aljumuah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-f1PDmhSnOAg/Tbl4EcoCFcI/AAAAAAAAAZY/ayz2a8VtB6Y/s320/aljumuah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600639629410833858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada penutup nabi dan Rasul, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku semiman, Allah 'Azza wa Jalla  telah memuliakan umat ini dengan keistimewaan yang banyak dan keutamaan yang agung; di antaranya memuliakan mereka dengan hari Jum'at sesudah membiarkan sesat orang Yahudi dan Nasrani dalam menghargainya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Hudaifah Radhiyallahu 'Anhuma, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أَضَلَّ اللَّهُ عَنْ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا فَكَانَ لِلْيَهُودِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ الْأَحَدِ فَجَاءَ اللَّهُ بِنَا فَهَدَانَا اللَّهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَالْأَحَدَ وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَحْنُ الْآخِرُونَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَالْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَقْضِيُّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلَائِقِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah telah menyesatkan orang-orang sebelum kita perihal hari Jum'at. Lalu bagi orang-orang Yahudi hari Sabtu dan bagi orang-orang Nashrani hari Ahad. Kemudian Allah mendatangkan kita dan memberi kita hidayah tentang hari Jum'at. Dan menjadikan (secara berurutan); hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad. Mereka mengikuti kita pada hari kiamat. Kita adalah umat terakhir dari penduduk dunia, tetapi orang pertama yang diadili sebelum semua makhluk&lt;/span&gt;". (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari Jum'at : Hari Ibadah&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang penamaan hari Jum'at, bahwa dinamakan dengan Jum'ah itu karena dia pecahan dari perkumpulan. Sebab kaum muslimin berkumpul pada hari tersebut sekali dalam setiap pekannya di tempat yang besar. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kaum mukminin untuk berkumpul dalam rangka beribadah kepada-Nya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui&lt;/span&gt;". (QS. Al-Jumu'ah: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya berjalanlah dan perhatikan shalat Jum'at tersebut, bukan berjalan cepat dan buru-buru, karena berjalan dengan buru-buru saat pergi ke masjid dilarang. Al-Hasan berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Demi Allah, maksudnya tidak lain adalah berjalan kaki, karena mereka tidak boleh mendatangi shalat kacuali dalam keadaan tenang dan santai namun dengan hati, niat, dan khusyu&lt;/span&gt;". (Lihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/span&gt; : 4/385-386)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makna hari Jum'at adalah hari ibadah. Kedudukannya dibandingkan hari-hari yang ada seperti bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya. Sementara waktu istijabah (dikabulkannya doa) yang ada pada hari itu seperti laiatul qadar di bulan Ramadhan&lt;/span&gt;". (Zaad al-Ma'ad: 1/398)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah bagi setiap muslim wajib mengagungkan dan memuliakan hari tersebut, memperhatikan keutamaan-keutamaannya dengan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala pada hari tersebut dengan melaksanakan berbagai kegiatan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul   qayyim berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adalah di antara petunjuknya Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengagungkan hari (Jum'at) ini dan memuliakannnya, serta mengistimewakannya dengan ibadah yang dikhususkan pada hari tersebut yang tidak dikhususkan pada hari lainnya&lt;/span&gt;...." (Zaad al-Ma'ad: 1/378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita lihat berapa sering Jum'at berlalu melewati kita tanpa kita pernah memperhatikan dan mengistimewakannya dengan semestinya. Bahkan, di antara manusia ada yang menunggu-nunggu kedatangannya untuk bermaksiat kepada Allah 'Azza wa Jalla dengan bermacam-macam kemaksiatan dan penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;bagi setiap muslim wajib mengagungkan dan memuliakan hari tersebut, memperhatikan keutamaan-keutamaannya dengan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala pada hari tersebut dengan melaksanakan berbagai kegiatan ibadah.&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibadah dan Adab di Hari Jum'at&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara beberapa ibadah yang disunnahkan untuk ditegakkan pada hari terbaik selama sepekan tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disunnahkan pada shalat Shubuh di hari Jum'at, imam membaca surat al-Sajdah al-Insan secara sempurna. Hal ini sebagaimana yang telah dikerjakan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, karenanya jangan memotong sebagiannya seperti yang banyak dilakukan oleh para imam shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas radliyallah 'anhuma, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca dalam shalat Fajar (Shubuh) hari Jum'at; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aliif Laam Miim Tanziil&lt;/span&gt; (Surat al-Sajdah) pada rakaat pertama dan pada rakaat kedua membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surat al-Insan&lt;/span&gt;" (HR. Bukhari dan Muslim serta yang lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Disunnahkan memperbanyak membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum'at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para shahabat berkata : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi&lt;/span&gt;". (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Disunnahkan membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at berdasarkan hadits Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan untuknya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan Baitul 'atiq&lt;/span&gt;". (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' al-Shaghir, no. 736)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melaksanakan shalat Jum'at bagi laki-laki muslim, merdeka, mukallaf, dan tinggal di negerinya. Atas mereka shalat Jum'at hukumnya wajib. Sementara bagi budak, wanita, anak kecil dan musafir, maka shalat Jum'at tidak wajib atas mereka. Namun, jika mereka menghadirinya, maka tidak apa-apa dan sudah gugur kewajiban Dzuhurnya. Dan kewajiban menghadiri shalat Jum'at menjadi gugur disebabkan beberapa sebab, di antaranya sakit dan rasa takut. (Lihat: Syarh al-Mumti': 5/7-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mandi besar pada hari Jum'at juga termasuk tuntunan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apabila salah seorang kalian berangkat shalat Jum'at hendaklah dia mandi&lt;/span&gt;". (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memakai minyak wangi, bersiwak, dan mengenakan pakaian terbagusnya merupakan adab menghadiri shalat Jum'at yang kudu diperhatikan oleh seorang muslim. Dari Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ ثِيَابَهُ وَمَسَّ طِيبًا إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ مَشَى إِلَى الْجُمُعَةِ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ وَلَمْ يَتَخَطَّ أَحَدًا وَلَمْ يُؤْذِهِ وَرَكَعَ مَا قُضِيَ لَهُ ثُمَّ انْتَظَرَ حَتَّى يَنْصَرِفَ الْإِمَامُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa mandi pada hari Jum'at, lalu memakai pakaiannya (yang bagus) dan memakai wewangian, jika punya. Kemudian berjalan menuju shalat Jum'at dengan tenang, tidak menggeser seseorang dan tidak menyakitinya, lalu melaksanakan shalat semampunya, kemudian menunggu hingga imam beranjak keluar, maka akan diampuni dosanya di antara dua Jum'at." (HR. Ahmad dalam Musnadnya dan dishahihkan Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَسِوَاكٌ وَيَمَسُّ مِنْ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mandi hari Jum'at itu wajib bagi setiap orang yang bermimpi. Begitu pula dengan bersiwak dan memakai wewangian jika mampu melaksanaknnya (jika ada)&lt;/span&gt;." (Muttafaq 'alaih; al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Disunnahkan berangkat lebih pagi (lebih awal) saat menghadiri shalat Jum'at. Sunnah ini hampir-hampir saja mati dan tidak pernah terlihat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah)&lt;/span&gt;”. (HR. Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ كَانَ عَلَى كُلِّ بَابٍ مِنْ أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ الْمَلَائِكَةُ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ فَإِذَا جَلَسَ الْإِمَامُ طَوَوْا الصُّحُفَ وَجَاءُوا يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apabila hari Jum'at tiba, pada pintu-pintu masjid terdapat para Malaikat yang mencatat urutan orang datang, yang pertama dicatat pertama. Jika imam duduk, merekapun menutup buku catatan, dan ikut mendengarkan khutbah&lt;/span&gt;" (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Saat menunggu imam datang, seorang muslim yang menghadiri shalat jum'at dianjurkan untuk menyibukkan diri dengan shalat, dzikir ataupun membaca Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wajib mendengarkan khutbah yang disampaikan imam dengan seksama, tidak boleh sibuk sendiri sehingga tidak memperhatikannya. Akibatnya, Jum'atannya akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika engkau berkata pada temanmu pada hari Jum'at, Diamlah!, sewaktu imam berkhutbah, berarti kemu telah berbuat sia-sia&lt;/span&gt;". (Muttafaq 'Alaih, lafadz milik al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laghauta&lt;/span&gt;, menurut Imam al Shan'ani dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subulus Salam&lt;/span&gt;, ". . . makna yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat Ibnul Muniir, yaitu yang tidak memiliki nilai baik. Adapula yang mengatakan, (maknanya) batal keutamaan (pahala-pahala) Jum’atmu dan nilainya seperti shalat Dhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa bermain-main krikil, maka sia-sialah Jum'atnya&lt;/span&gt;". (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam an Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim, "dalam hadits tersebut terdapat larangan memegang-megang krikil dan lainnya dari hal yang tak berguna pada waktu khutbah. Di dalamnya terdapat isyarat agar menghadapkan hati dan anggota badan untuk mendengarkan khutbah. Sedangkan makna &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lagha &lt;/span&gt;(perbuatan sia-sia) adalah perbuatan batil yang tercela dan hilang pahalanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;laghauta : yaitu yang tidak memiliki nilai baik. Adapula yang mengatakan, (maknanya) batal keutamaan (pahala-pahala) Jum’atmu dan nilainya seperti shalat Dhuhur.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;10.  Pada saat masuk masjid, didapati imam sudah naik mimbar menyampaikan khutbah, maka tetap disunnahkan untuk shalat dua rakaat yang ringan sebelum ia duduk. Hal ini didasarkan kepada hadits Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu, yang menceritakan: Bahwa Sulaik al-Ghathafani datang ke masjid pada hari Jum'at saat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkhutbah. Sulaik langsung duduk, maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika salah seorang kalian mendatangi shalat Jum'at, dan (mendapati) imam sedang khutbah, maka hendaknya ia shalat dua rakaat lalu baru duduk&lt;/span&gt;" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Jika sudah selesai melaksanakan shalat Jum'at, disunnahkan mengerjakan shalat sunnah sesudahnya. Di sebagian riwayat disebutkan, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam shalat sesudah Jum'at sebanyak dua rakaat, (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muttafaq' alaih&lt;/span&gt;). Dan terdapat dalam riwayat lain, beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan kepada orang yang melaksanakan shalat sesudah Jum'at sebanyak empat rakaat, (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishaq rahimahullah berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika ia shalat (sunnah ba'da Jum'at) di masjid maka ia shalat empat rakaat. Dan jika melaksanakannya di rumahnya, maka ia shalat dua rakaat&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar al-Atsram berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua-duanya boleh&lt;/span&gt;". (al-Hadaiq, Ibnul Jauzsi: 2/183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Memperbanyak doa di penghujung hari Jum'at, karena termasuk waktu mustajab untuk dikabulkannya doa. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, dia bercerita : "Abu Qasim (Rasululah) Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya pada hari Jum'at itu terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim berdiri berdoa memohon kebaikan kepada Allah bertepatan pada saat itu, melainkan Dia akan mengabulkannya." Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya, yang kami pahami, untuk menunjukkan masanya yang tidak lama (sangat singkat)&lt;/span&gt;". (Muttafaq 'Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wallahu Ta'ala a'lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-8392772109002683582?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/8392772109002683582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/ibadah-ibadah-yang-dianjurkan-di-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8392772109002683582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8392772109002683582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/ibadah-ibadah-yang-dianjurkan-di-hari.html' title='Ibadah-ibadah yang Dianjurkan di Hari Jum&apos;at'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-f1PDmhSnOAg/Tbl4EcoCFcI/AAAAAAAAAZY/ayz2a8VtB6Y/s72-c/aljumuah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-6957132325524731146</id><published>2011-04-24T21:00:00.002+07:00</published><updated>2011-04-26T23:22:21.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Jangan Panggil Aku Raden Ajeng!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_4Z8qcxlLqY/TbbvgEZ2IpI/AAAAAAAAAZQ/YCeMxsO-MW4/s1600/panggil%2Baku%2Bkartini%2Bsaja.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 277px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_4Z8qcxlLqY/TbbvgEZ2IpI/AAAAAAAAAZQ/YCeMxsO-MW4/s320/panggil%2Baku%2Bkartini%2Bsaja.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599926520898790034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;"&gt;R E S E N S I   B U K U&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;"&gt;Judul Buku | &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panggil Aku Kartini Saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pramoedya Ananata Toer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Lentera Dipantara, Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan : I, Juli 2003&lt;br /&gt;Halaman : 301 halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1899, seorang perempuan pribumi menampik dipanggil &lt;i&gt;Raden Ajeng&lt;/i&gt;. Sebagai putri seorang bupati, ia sebenarnya ia berhak menerima penghormatan itu. Tapi setegasnya ia tolak. Di sebuah suratnya, perempuan itu menulis: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Panggil Aku Kartini saja—itulah namaku!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik dari kutipan di atas? Singkat saja: Kartini (diam-diam) sudah melakukan pemberontakan atas nilai-nilai kebudayaan Jawa yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feodalistik&lt;/span&gt;. Tentu saja ini simpulan yang mengagetkan. Bukan apa-apa, masalahnya pemahaman kita terhadap Kartini memang amat terbatas, jika tidak disebut dangkal, atau bahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reduksionistik&lt;/span&gt;: Kartini adalah pelopor emansipasi perempuan. Titik. Simak pula ritus yang diadakan tiap 21 April sebagai selebrasi kelahirannya: lomba masak-memasak atau rias-merias, sedang Ibu-ibu Dharma Wanita atau PKK mendadak pakai kebaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian lama pemahaman sempit tentang Kartini itu bertahan. Hanya segelintir yang tahu, kalau Kartini bukan sekadar pelopor emansipasi perempuan, melainkan juga “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengkritik yang tangguh dari feodalisme Jawa dengan segala tetek bengek kerumitannya&lt;/span&gt;”, sekaligus juga sebagai “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pemula dari sejarah modern Indonesia&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panggil Aku Kartini Saja&lt;/span&gt; adalah biografi yang mencoba menelusuri riwayat Kartini selengkap-lengkapnya, termasuk peran-peran yang selama ini terlampau disempitkan dan disederhanakan, berikut segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pramoedya &lt;/span&gt;langsung mengajak pembacanya berpolemik dengan mengatakan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kartini sebagai pemikir modern Indonesia pertama-tama, yang tanpanya, penyusunan sejarah modern Indonesia tidaklah mungkin&lt;/span&gt;.” (hal. 14) Ini jelas menantang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pram &lt;/span&gt;bukannya tidak mengerti betapa posisi Kartini di kalangan Indonesia sendiri masih diperdebatkan. Alih-alih menyebutnya “pahlawan bangsa”, sementara orang malah lebih menganggap Kartini sebagai “orang Belanda” yang dididik dengan cara dan dalam kultur Belanda, yang di kemudian hari juga hanya menulis dalam Belanda, bukan Melayu atau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, demikian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pram&lt;/span&gt;, Kartini memang tidak pernah mendapat pelajaran bahasa Melayu atau Jawa (hal. 204). Pelajaran yang diterimanya di Sekolah Rendah memang hanya bahasa Belanda. Tetapi bukan berarti Kartini tak mencoba belajar menulis bahasa Melayu dan Jawa. Dalam surat bertarikh 11 Oktober 1902 untuk karibnya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stella Zeehandelaar&lt;/span&gt;, Kartini sudah berangan-angan: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelak aku akan menempuh ujian bahasa-bahasa pribumi, Jawa dan Melayu&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi faktanya, Kartini cuma dikenal sebagai pengarang berbahasa Belanda. Hal ini bisa jadi berkait erat dengan pilihan Kartini yang lebih memilih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;audiens &lt;/span&gt;yang berbahasa Belanda. Jadi ini soal pilihan. Lantas, kenapa Kartini lebih memilih pembaca berbahasa Belanda? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pram&lt;/span&gt; menjawab: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kartini memang dengan sadar hendak memberikan arah baru pada kaum intelektual yang pada masa itu berbahasa Belanda. Lagi pula, jika ia menulis bahasa Jawa, toh masih amat sedikit publik Jawa yang bisa baca-tulis&lt;/span&gt;”. Ia khawatir yang ia tulis akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana menjelaskan Kartini sebagai “pemikir Indonesia modern pertama yang menjadi pemula sejarah Indonesia modern sekaligus?” Pram memberi ancang-ancang: Jangan lupakan kenyataan historis betapa Kartini saat itu hidup dalam taraf kesadaran nasional yang paling awal, yang masih berbentuk embrio serta masih jauh dari kebulatan. Dengan ancang-ancang itu, kita tak keget sewaktu membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Door duisternis tot Licht&lt;/span&gt; (Habis Gelap Terbitlah Terang) kita tak temui kata “kesadaran nasional”, “nasionalisme”, “demokrasi”, “negara”, “bangsa” hingga “kemerdekaan”. Tanpa pemahaman akan latar historis Kartini hidup, kita berarti tak mau tahu akan posisi Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gumpalan otak dan hati Kartini, kesadaran nasional itu muncul dalam bentuknya yang “halus dan diam-diam”, tapi bukannya tak disadari. Simak kata-katanya: “Rasa setiakawan memang tiada terdapat pada masyarakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inlander&lt;/span&gt;, dan sebaliknya yang demikianlah justru yang harus disemaikan, karena tanpa dia kemajuan Rakyat seluruhnya tidak mungkin.” (hal. 106). Kita tahu, frase “setiakawan” yang disebutnya itu di kemudian hari kembali muncul dalam bentuk yang berbeda, tapi dengan arti yang kurang lebih hampir sama, yaitu “persatuan dan kesatuan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk yang mungkin tak disadarinya, ia juga menjadi pelopor kesetiakawanan yang melintasi batas teritori dan budaya. Ketika Kartini terpaksa menampik beasiswa belajar ke Belanda, ia memohon (merekomendasi) agar beasiswa itu dialihkan saja kepada seorang pemuda Sumatera yang menurutnya amatlah pandai dan berbakat yang sayangnya tidak memiliki kecukupan biaya. Siapa pemuda yang dimaksudkan Kartini? Tak lain adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haji Agus Salim&lt;/span&gt;. Kartini tidak merekomendasikan salah satu adik perempuannya maupun pemuda Jawa lain yang ia kenal. Dengan demikian, pinjam bahasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pram&lt;/span&gt;, ia sudah terbebas dari jebakan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;provinsialisme&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini memang banyak mengemukakan kekaguman pada kebudayaan Eropa. Hanya saja penting diingat, bahwa Kartini tidak buta dan terpesona habis oleh prestasi bangsa Eropa. Kartini sudah sadar bahwa Eropa bukan satu-satunya pola yang harus diikuti. Ia juga sadar bahwa Eropa bukanlah surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ia lakukan dan katakan karenanya bukanlah pembenaran terhadap penjajahan. Sama sekali tidak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pram &lt;/span&gt;yakin, Kartini “...dengan ketajaman daya observasinya melihat kekuatan-kekuatan yang ada pada penjajah, mengambilnya, dibawanya pulang, untuk memperlengkapi bangsanya dengan kekuatan baru.” (hal. 124) Mungkin lebih tepat dikatakan, Kartini melakukan penguasaan atas realitas dan lantas menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah luar biasa membayangkan seorang perempuan bumiputera berusia duapuluh (saat Kartini mulai menulis surat-suratnya), yang cuma tamatan Sekolah Rendah, tanpa kesempatan meneruskan sekolah, dan hanya susah payah belajar sendiri, bisa sedemikian maju pikiran, pengetahuan dan kepeloporannya. Karenanya janggal jika pribadi dengan kemampuan dan jasa yang demikian besar hanya dirayakan dan dihormati dengan ritus lomba masak-memasak dan rias-merias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ZEN RACHMAT SUGITO,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di Riset Independen Arsip Kenegaraan (RIAK) Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-6957132325524731146?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/6957132325524731146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/jangan-panggil-aku-raden-ajeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/6957132325524731146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/6957132325524731146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/jangan-panggil-aku-raden-ajeng.html' title='Jangan Panggil Aku Raden Ajeng!'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_4Z8qcxlLqY/TbbvgEZ2IpI/AAAAAAAAAZQ/YCeMxsO-MW4/s72-c/panggil%2Baku%2Bkartini%2Bsaja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-1656558357494221826</id><published>2011-04-20T21:35:00.004+07:00</published><updated>2011-04-23T06:19:34.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Mati Sangit Ala Si Sarip</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QiST41if5-Y/Ta8b0TWiZ_I/AAAAAAAAAZA/TL_tT-_vVTg/s1600/geseng.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QiST41if5-Y/Ta8b0TWiZ_I/AAAAAAAAAZA/TL_tT-_vVTg/s320/geseng.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597723447206766578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Gelar “&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;syahid&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;” yang menjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;ghordul akhir&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt; para Mujahidin nampaknya tidak pantas disandangkan kepada &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;Muchamad Sarip&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;, pelaku bom bunuh diri di &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;Masjid Adz-Dzikro Mapolresta Cirebon&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;, Jumat (15/4/2011). Atas tingkah konyolnya yang dilakukan, bukan mati syahid yang ia dapat, tapi “&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;mati sangit&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;Sangit&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;” dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;dialek Cerbon&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt; diistilahkan untuk menunjukkan sebuah aroma menyengat kurang sedap yang ditimbulkan dari sesuatu yang terbakar, misalnya aroma yang timbul dari masakan gosong atau barang yang telah hangus, seperti plastik, kayu, atau benda non cair lainnya. Mati sangit yang dilakoni lelaki jangkung dengan tinggi badan 181 sentimeter ini berarti mati dalam keadaan hangus terpanggang, gosong karena panas yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang yang mati sangit, &lt;em&gt;Si Sarip&lt;/em&gt; (biasa &lt;strong&gt;Muchammad Sarip&lt;/strong&gt; dipanggil di lingkungannya) nampaknya sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari. Dua pekan sebelum kejadian, dia pergi meninggalkan istrinya &lt;strong&gt;Sri Maliha&lt;/strong&gt; (27) yang tinggal di Gg. 30 Bata RT 03/RW 01 Dusun Senen Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Majalengka, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;pamit hendak merantau mencari uang untuk biaya persalinan anak pertama mereka. Sri sendiri saat ini tengah hamil 9 bulan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lokasi kejadian,  sebelum shalat Jum'at di Masjid Adz-Dzikro Mapolresta Cirebon dimulai, Si Sarip yang mengenakan pakaian serba hitam-hitam, mulai dari baju, celana panjang, jaket, hingga peci serta tas pinggang, sudah terlihat gelisah. Ia nampak mondar-mandir di kamar mandi dekat tempat wudlu, seakan sedang menyiapkan sesuatu. Namun jamaah yang mayoritas adalah anggota kepolisian Polresta Cirebon tidak ada yang menaruh curiga kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 11.55 WIB, tertib salat Jumat mulai dilakukan, selang lima menit berikutnya, Ust. Abbas mulai menyampaikan khutbah. Pada saat itu Si Sarip masih belum masuk ke dalam masjid, ia masih mondar-mandir di sekitar kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 12.10 WIB, ketika Khatib telah menuntaskan khutbahnya, dan jamaah bersiap untuk melakukan salat Jum'at. Si Sarip masuk ke dalam masjid dan berbaur dengan jamaah lainnya, ia menempati shaf ke-3 dari depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Selang beberapa detik saat Imam mulai mengangkat tangan untuk takbiratul ihram, terdengar ledakan dahsyat dari shaf ketiga. “&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;Duarrr....!!!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;”, keadaan sejenak hening, kemudian setelah itu jamaah gaduh riuh sesekali terdengan teriakan histeris dan rintihan. Sejumlah orang tergeletak, terluka, Si Sarip pun terkapar sangit, dia langsung ambruk dan tewas seketika  dengan kondisi perut menganga. Jamaah yang berdekatan dengannya berjatuhan dan menderita luka serius, kemudian dievakuasi oleh jamaah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolresta Cirebon &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;AKBP Herukoc&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;o&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt; yang berada di shaf terdepan juga ikut menjadi korban. Punggungnya terluka akibat terkena serpihan bom, seperti paku, baut, dan mur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salat Jumat di masjid tersebut akhirnya urung dilanjutkan. Puluhan korban luka, termasuk Kapolresta langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Demikian halnya korban selamat juga langsung dievakuasi dari masjid. Sementara jasad  Si Sarip, ditinggalkan di dalam masjid hingga datang petugas dari tim khusus kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peristiwa itu, sekitar 27 orang menjadi korban dari luka ringan hingga luka berat akibat ulah bejat “Si Sarip yang diduga sarap” mengakhiri perjalanan hidupnya dengan “&lt;em&gt;Mati Sangit&lt;/em&gt;”. (&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;strong&gt;ASF&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-1656558357494221826?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/1656558357494221826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/mati-sangit-gaya-m-sarip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/1656558357494221826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/1656558357494221826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/mati-sangit-gaya-m-sarip.html' title='Mati Sangit Ala Si Sarip'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QiST41if5-Y/Ta8b0TWiZ_I/AAAAAAAAAZA/TL_tT-_vVTg/s72-c/geseng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-4578762914536785871</id><published>2011-04-17T22:24:00.004+07:00</published><updated>2011-04-23T06:17:19.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Pelaku Bom Bunuh Diri Bernama Muchamad Sarip</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7hlMdtY84Uk/TasQ8Ub1FzI/AAAAAAAAAY4/mArdP7uKm-w/s1600/muchammad%2Bsarip.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7hlMdtY84Uk/TasQ8Ub1FzI/AAAAAAAAAY4/mArdP7uKm-w/s320/muchammad%2Bsarip.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596585590401603378" /&gt;&lt;/a&gt;Identitas pelaku bom bunuh diri di Masjid Ad-Zikra di lingkungan Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, mulai terkuak. Pelaku bom bunuh diri diduga bernama &lt;b&gt;Muchamad Sarip&lt;/b&gt; (sebelumnya ditulis  bernama Muhammad Syarif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I&lt;i&gt;ya mirip (Sarip). 80 Persen mirip cuma beda pada bagian mulut&lt;/i&gt;,” kata Kakak orangtua Syarif, Elang Rasid, saat disodori foto bergambar pelaku bom bunuh diri, di rumah orangtua Muchamad Sarip, Gang Rara Kuning II RT 3 RW 6 nomor 55, Petratean, Kecamatan Pekalipan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (16/4). Elang mengaku sempat dimintai keterangan oleh polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kediaman orangtua Sarip sepi. Rumah sederhana itu terletak di perkampungan padat. Rumah bercat merah jambu dan pintu pagar warna coklat itu tampak tertutup. Lampu di teras dibiarkan menyala. Tidak ada penghuni yang beraktivitas. Pelaku jarang bergaul dengan tetangga sekitar. Ia kerap marah-marah kepada orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“&lt;i&gt;Si Sarip itu jarang pulang, berangkat pagi pulang malam. Jarang bergaul dengan tetangga&lt;/i&gt;,” kata tetangga Sarip, Enjoh. Menurut dia, Sarip suka marah-marah apabila melihat sang ibunda, Ratu Srimulat, tidak mengenakan jilbab atau kerudung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dia juga marah kalau orang rumah sering nonton TV. Dia sering ngancam aku putus atau aku jual saja&lt;/i&gt;,” ujar Enjoh. Sarip lebih suka beribadah di musala di kawasan Kebon Pring. “&lt;i&gt;Dia jarang salat di Musala Al Huda&lt;/i&gt;,” kata Enjoh.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua RT 3, Ending, mengaku kurang kenal dengan Sarip. “&lt;i&gt;Saya tidak terlalu kenal, dia jarang bergaul sama warga di sini. Dia berangkat pagi pulang malam&lt;/i&gt;,” kata Ending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Bom Bunuh Diri Diduga Dikendalikan Lewat Remote Control&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon diduga dikendalikan oleh sang sutradara tak jauh dari lokasi kejadian. Bom diledakkan saat pelaku sudah berada pada lokasi yang dinilai strategis.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;“&lt;i&gt;Pada kasus bom di Mapolresta Cirebon, belum tentu juga pelaku melakukan bunuh diri, bisa jadi dikendalikan melalui remote control oleh sang sutradara yang berada di lokasi kejadian&lt;/i&gt;,” Ujar Koordinator I&lt;i&gt;ndonesian Crime Analyst Forum&lt;/i&gt; (ICAF), &lt;b&gt;Mustofa B. Nahrawardaya&lt;/b&gt;, dalam siaran pers, Sabtu (16/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mustofa, pelaku sengaja menggunakan bom dengan skala kecil. Sehingga ledakan yang terjadi tidak menghancurkan kepala pengantin bom bunuh diri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Jika memang ingin bunuh diri maupun berniat membunuh banyak korban, mestinya pelaku menggunakan bom besar yang sekaligus bisa menghancurkan tubuh dan kepalanya, agar tidak meninggalkan jejak. Namun, dengan meninggalkan kepala, diduga ada aktor lain yang mengendalikannya&lt;/i&gt;,” tutur Mustofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sutradara, menurut Mustofa, mencoba memberikan jejak pelaku bom bunuh diri. Kejadian serupa, menurut Mustofa juga terjadi di ledakan bom Jimbaran dan bom Marriot 2.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Jika memang ingin bunuh diri maupun berniat membunuh banyak korban, mestinya pelaku menggunakan bom besar yang sekaligus bisa menghancurkan tubuh dan kepalanya, agar tidak meninggalkan jejak. Namun, dengan meninggalkan kepala, diduga ada aktor lain yang mengendalikannya&lt;/em&gt;,” duganya. [kn/dtk/vv] &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;courtesy of&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;: &lt;strong&gt;&lt;a href="http://kabarnet.wordpress.com/2011/04/16/pelaku-bom-bunuh-diri-bernama-muhammad-syarif/"&gt;K@barNet&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-4578762914536785871?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/4578762914536785871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/pelaku-bom-bunuh-diri-bernama-muchamad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/4578762914536785871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/4578762914536785871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/pelaku-bom-bunuh-diri-bernama-muchamad.html' title='Pelaku Bom Bunuh Diri Bernama Muchamad Sarip'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7hlMdtY84Uk/TasQ8Ub1FzI/AAAAAAAAAY4/mArdP7uKm-w/s72-c/muchammad%2Bsarip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-5293351539684363303</id><published>2011-04-15T15:57:00.005+07:00</published><updated>2011-04-15T20:08:22.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Duaarrr!!!, Bom Meledak di Masjid Mapolresta Cirebon</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8AINB-_hFwY/TagLXEVRiOI/AAAAAAAAAYw/pCIRxow3f3I/s1600/ilustrasi%2Bledakan%2Batau%2Bbom.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8AINB-_hFwY/TagLXEVRiOI/AAAAAAAAAYw/pCIRxow3f3I/s320/ilustrasi%2Bledakan%2Batau%2Bbom.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595735027935709410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masya Allah&lt;/span&gt; ....!!!, untuk kesekian kalinya, Indonesia lagi-lagi digegerkan dengan aksi bom. Sebuah ledakan terjadi di masjid yang berada di areal Markas Kepolisian  Resor Cirebon, Jawa Barat, hari ini (15/4). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber di Kepolisian  Resor Kota Cirebon yang sekaligus menjadi saksi mata menyebutkan,  ledakan bom bunuh diri di Masjid Al-Dzikro (bukan Masjid At-Taqwa seperti banyak diberitakan, &lt;em&gt;pen&lt;/em&gt;.) terjadi saat imam  sedang melakukan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;takbiratul ihram&lt;/span&gt;" untuk memulai Shalat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usai  khotbah, kemudian imam melakukan 'takbiratul ihram', akhirnya bom  meledak dan suasana langsung gelap&lt;/span&gt;," kata seorang jamaah Shalat Jumat  yang juga anggota Mapolresta Cirebon saat dihubungi dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  menjelaskan, pelaku saat berwudlu sudah terlihat mondar-mandir, bahkan  juga sempat masuk toilet cukup lama. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia masuk ke masjid dan duduk di  shaf (baris) kedua, tetapi saat shalat akan dimulai dia bergeser ke  tengah Masjid di tengah-tengah,&lt;/span&gt;" katanya yang mengaku sempat berdiri  tidak jauh dari pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, biasanya ada sekitar 80 persen polisi yang selalu Shalat Jumat di Masjid itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  ledakan itu, 17 orang mengalami luka-luka dan pelaku peledakan bom  menjadi satu-satunya korban yang korban meninggal dunia. Semua korban  saat ini telah dilarikan ke RS Pertamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala  Divisi Hubungan Masyarakat Polri, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Irjen Pol Anton Bachrul Alam&lt;/span&gt;,  mengatakan bahwa ledakan di Masjid Mapolresta Cirebon, Jumat sekitar  pukul 12.20 WIB, diduga adalah bom bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia,  petugas Polri saat ini masih menyelidiki jenis bom yang meledak. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tim  dari Polri saat ini masih menyelidiki jenis bom yang meledak sesaat  menjelang Shalat Jumat&lt;/span&gt;," kata Anton Bachrul Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton  mengatakan, ada 17 korban dari ledakan yang diduga bom bunuh diri itu  dan salah satu korbannya adalah Kapolresta Cirebon, AKBP Herukoco.  Korban lainnya adalah Kasubag SDM, Kasatlantas, dua anggota Provost  Polresta Cirebon, dua PNS dan masyarakat sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Para korban saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Cirebon,&lt;/span&gt;" kata Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/04/15/ljoor2-bom-meledak-saat-takbiratul-ihram"&gt;http://www.republika.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-5293351539684363303?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/5293351539684363303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/duaarrr-bom-meledak-di-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5293351539684363303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5293351539684363303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/duaarrr-bom-meledak-di-masjid.html' title='Duaarrr!!!, Bom Meledak di Masjid Mapolresta Cirebon'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8AINB-_hFwY/TagLXEVRiOI/AAAAAAAAAYw/pCIRxow3f3I/s72-c/ilustrasi%2Bledakan%2Batau%2Bbom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-761805688209992997</id><published>2011-04-02T16:43:00.011+07:00</published><updated>2011-04-15T16:11:09.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kacerbonan'/><title type='text'>Salam Tabik Haul Buntet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-tM-QfgLtzQw/TZeunFpFMtI/AAAAAAAAAYY/P560rTz4r1A/s1600/haol%2Bbuntet.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tM-QfgLtzQw/TZeunFpFMtI/AAAAAAAAAYY/P560rTz4r1A/s320/haol%2Bbuntet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591129448956375762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini, Sabtu (02/04/2011) di Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon sedang digelar helatan tahunan "Haul". Helatan yang sudah berlangsung puluhan kali diselenggarakan  ini, merupakan acara pertemuan atau silaturahmi antara warga Buntet, para santri, para alumni, pejabat, petinggi dan berbagai komponen masyarakat. Karenanya, tidak heran jika setiap haul ratusan ribu manusia berduyun-duyun mendatangi Buntet Pesantren.&lt;p&gt;HAUL atau hari ulang tahun yang dirayakan setiap tahun di kampung Pondok Buntet Pesantren Cirebon, menjadi adat masyarakat yang hampir tidak pernah dilewatkan dalam benak orang-orang Buntet dan komunitasnya. Haul itu sendiri dinamai HAUL Almarhumin warga dan sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon.  Sehingga yang menyelenggarakan haul bukan saja para keluarga sesepuh pondok Buntet Pesantren, tetapi semua warga yang ada di Buntet Pesantren berhak untuk meramaikan dan berkontribusi dalam ajang tahunan ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak heran, dari semula haul sebagai acara keluarga pondok, untu saling mengingat kematian, menghormati para sesepuh dan merekatkan silaturahmi, kini sudah menjadi konsumsi publik dan dihadiri oleh ratusan ribu tamu dan penggiat setiap tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak heran juga para pejabat hingga presiden kerap hadir di moment silaturahmi ini. Haul telah berubah bukan saja forum silaturahmi tetapi juga forum ukhuwah basyariyah dan ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;Salam Tabik&lt;/em&gt;! semoga seluruh acara yang diagendakan dapat berjalan dengan sukses, amien.... (&lt;strong&gt;ASF&lt;/strong&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-761805688209992997?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/761805688209992997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/salam-tabik-haul-buntet-pesantren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/761805688209992997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/761805688209992997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/04/salam-tabik-haul-buntet-pesantren.html' title='Salam Tabik Haul Buntet'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tM-QfgLtzQw/TZeunFpFMtI/AAAAAAAAAYY/P560rTz4r1A/s72-c/haol%2Bbuntet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-8205326431213626776</id><published>2011-03-31T09:19:00.003+07:00</published><updated>2011-04-01T10:01:04.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Jepang Bangun Perpustakaan ”Endang Bunko” di SDN Ender II</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-t2bgi6ac180/TZU5P_2Tz9I/AAAAAAAAAXw/xZUz-_mchfg/s1600/310311endangperpus.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-t2bgi6ac180/TZU5P_2Tz9I/AAAAAAAAAXw/xZUz-_mchfg/s320/310311endangperpus.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590437459450384338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;CIREBON &lt;/strong&gt;-  Satu sudut lapang di area SDN Ender II Kecamatan Pangenan, Kabupaten  Cirebon, dipadati warga sekolah sejak pagi hari. Sebuah panggung  dinaungi tenda berdiri sederhana. Radar yang datang ke lokasi pukul  07.30 terperangah melihat sebuah sedan bernopol CD 49 11. Plat CD  menunjukan mobil diplomat kedutaan asing. Mungkin tak heran bila mobil  seperti itu bersliweran di jalanan ibu kota. Tapi ini? Di sebuah desa di  timur Cirebon.&lt;p&gt; Ternyata mobil itu digunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Third Secretary Information and Culture&lt;/span&gt;  kedutaan besar Jepang untuk Indonesia, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mr Takayuki Kawai&lt;/span&gt;. Ia mewakili  Duta Besar Jepang untuk Indonesia, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kojiro Shiojiri&lt;/span&gt;, menghadiri peresmian  perpustakaan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Endang Bunko&lt;/span&gt;” di SDN II Ender.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak acara dimulai, baru Radar dan reporter &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Daily Jakarta Shimbun&lt;/span&gt;,  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yasuhiro Okasaka &lt;/span&gt;yang meliput. Hadir di tempat yang sama pembuat film &lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mas Endang &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Miyuki Inuoe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;dan 15 orang kaum ibu serta anak muda Jepang  anggota &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jakarta-Japan Networking&lt;/span&gt; (J2Net). Mereka adalah istri-istri staf  kedubes Jepang di Indonesia dan istri pengusaha Jepang yang  beraktivitas di Indonesia. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini kedatangan saya kedua ke Cirebon.  Sebelumnya, tahun lalu saya sempat berkeliling di Kota Cirebon&lt;/span&gt;”, kata  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Takayuki &lt;/span&gt;dengan bahasa Indonesia aksen Jepang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2dOUCmNkAUU/TZU5eQIhAJI/AAAAAAAAAX4/glBCLcV3wh8/s1600/310311endanginoue.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2dOUCmNkAUU/TZU5eQIhAJI/AAAAAAAAAX4/glBCLcV3wh8/s320/310311endanginoue.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590437704339882130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kepala SDN Ender II, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hj. N. Ama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nah SP.d &lt;/span&gt;mengaku salut atas upaya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Miyuki  &lt;/span&gt;yang membuat film tentang kematian Endang, warga Desa Ender Kecamatan  Pangenan di Jepang. Film itu disambut hangat penonton hingga mengucurkan  banyak sumbangan bagi mereka yang berhubungan dengan Endang di  Indonesia. Di antaranya SDN II Ender dimana Endang alumnus tahun 1999.  SD yang terletak di jalan arah masuk Pesantren Gedongan tersebut  mendapat sumbangan pembangunan sebuah gedung perpustakaan berikut isi.  “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nilai bangunannya sekitar Rp300 juta&lt;/span&gt;”, terang Amanah seraya menyebutkan  perjuangan Miyuki sangat mulia dan gadis Jepang itu dianggap termasuk  pahlawan tanpa tanda jasa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Miyuki &lt;/span&gt;serius dengan pen­di­rian gedung “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Endang Bun­ko&lt;/span&gt;”. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-LhNtztC1w3k/TZU5kpH4sYI/AAAAAAAAAYA/6ltvsKLTu98/s1600/310311endangikko.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 211px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-LhNtztC1w3k/TZU5kpH4sYI/AAAAAAAAAYA/6ltvsKLTu98/s320/310311endangikko.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590437814127341954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ia menjelaskan  bunko adalah bahasa Jepang untuk perpustakaan kecil. Maka tak tangung-tanggung, 2 arsitek dari Jepang dipercaya untuk membangunnya.  Ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikko Kobayashi &lt;/span&gt;dan asisten profesor dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tokyo University of the  arts&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fumi Kashimura&lt;/span&gt;. Mereka menyelesaikan pembangunan selama 6 bulan.  “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bangunan ini mengadopsi gaya Terakoya&lt;/span&gt;”, ujar Ikko seraya menjelaskan &lt;span style="font-style: italic;"&gt; Terakoya&lt;/span&gt; adalah sekolah rakyat masa Jepang sebelum moderen di era  1800-an yang berada di lingkungan kuil.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Bangunan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Endang Bunko&lt;/span&gt;” seluas 8,4 x 8,4 meter sekelilingnya dibuat dari  beton dengan banyak jendela di tiap sisi. Atap menggunakan kayu dan  anyaman bambu dimanfaatkan sebagai eternit. Pintu masuk utama merujuk  konsep pintu geser khas rumah tradisionil Jepang. Tak hanya bagian luar  yang bercita-rasa Jepang. Bagian dalam terlihat lebih kentara. Sebuah  sudut cukup luas digunakan untuk membaca secara lesehan. Sementara  furnitur rak buku dilapisi anyaman bambu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ayah Endang, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. Mamat Was­ji &lt;/span&gt;(52) dan ibu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hj. Saeni &lt;/span&gt;(48), mengaku terharu  dengan perhatian warga Jepang terhadap kepergian puteranya 4 tahun lalu.  Atas film Mas Endang yang dibuat Miyuki, Mamat sempat diundang secara  khusus oleh pemerintah Jepang pada 2008. Di Tokyo, Mamat menyaksikan  pemberian penghargaan gelar pahlawan dari pemerintah Jepang untuk  Endang. Pada 2009, sisi lain keluarga Mamat setelah diting­gal anak  kedua dari tiga ber­saudara makin mengemuka, sebab hadir di acara  talkshow Kick Andy. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang dikatakan Miyuki ingin memberi bantuan, di  antaranya terwujud lewat pem­ba­ngunan perpustakaan ini&lt;/span&gt;”, kata lelaki  yang berprofesi petani itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dalam sambutannya, perwa­kilan Dubes Jepang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mr. Takayuki &lt;/span&gt;mengungkapkan,  semoga apa yang telah dilakukan Endang dengan berkorban diri menolong  orang lain bisa menjadi inspirasi kebaikan bagi semua. Ia ber­ha­rap  perpustakaan yang didirikan mampu meningkatkan kecer­dasan adik-adik  kelas Endang. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami orang Jepang terbiasa de­ngan budaya membaca.  De­ngan membaca akan menambah ilmu dan wawasan&lt;/span&gt;”, tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Acara peresmian berakhir pukul 12.00. Anggota J2Net unjuk kebolehan  menghibur hadirin dengan menyuguhkan teater boneka gaya Jepang.  Sebelumnya, Senin malam (28/3), anggota J2Net membaur bersama masyarakat  sekitar SDN II Ender, bersama menyaksikan pemutaran film Mas Endang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAK TERPENGARUH TSUNAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah komitmen luar bia­sa, ketika negeri dirundung mu­­sibah, warga  Jepang di In­do­nesia khususnya yang ber­tugas di Kedubes Jepang te­tap  menjalankan pekerjaan se­baik mungkin. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada yang pulang ke Jepang.  Semua masih bekerja di Indonesia&lt;/span&gt;”, kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Third Secretary Information and  Culture&lt;/span&gt; kedutaan besar Jepang untuk Indonesia, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mr. Takayuki Kawai&lt;/span&gt;,  menjelaskan staf Kedubes termasuk Dubes Jepang untuk Indonesia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kojiro  Shiojiri&lt;/span&gt;, masih tetap di Indonesia pasca bencana tsunami menghantam  Jepang 11 Maret lalu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Takayuki sendiri memiliki keluarga besar di Tokyo. Jadi tak terkena  dampak bencana gempa dan tsunami yang parah. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi kalau ekses seperti  listrik sering mati saat ini di Tokyo, keluarga saya pasti mengalami&lt;/span&gt;”,  ujar lelaki berkacamata itu. Ditanya soal tsunami, Takayuki  mengangguk-angguk tanda penghormatan khas Jepang pada Radar. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terima  kasih, terima kasih&lt;/span&gt;”, katanya memaksudkan pertanyaan tentang tsunami  dirasakan seba­gai bentuk perhatian.&lt;strong&gt; (ron)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;sumber berita : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;http://radarcirebon.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;gambar photo diperoleh dari : http://www.halojepang.com/sosial-iptek/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-8205326431213626776?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/8205326431213626776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/03/jepang-bangun-perpustakaan-endang-bunko.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8205326431213626776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/8205326431213626776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/03/jepang-bangun-perpustakaan-endang-bunko.html' title='Jepang Bangun Perpustakaan ”Endang Bunko” di SDN Ender II'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-t2bgi6ac180/TZU5P_2Tz9I/AAAAAAAAAXw/xZUz-_mchfg/s72-c/310311endangperpus.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-5088372666974091409</id><published>2011-03-25T22:39:00.012+07:00</published><updated>2011-04-01T09:59:47.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>diece ergo sum (saya dihina maka saya ada)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;Atas nama harga diri, orang bisa kalap berbuat tanpa kendali. Demi mempertahankan harga diri, orang rela mempertaruhkan jiwanya sendiri. Harga diri adalah harga mati, harga diri harus dijunjung tinggi, karenanya &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;"&lt;/span&gt;jangan main-main dengan harga diri....!&lt;/i&gt;", begitu biasa orang menggertak membela diri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harga diri bak bara dalam sekam, bila tersulut amarah dapat menyala dan berkobar. Harga diri yang terusik dapat membangkitkan sentimentil yang tinggi, hingga makhluk lemah tak berbisa pun merasa bernyali dan menjadi berani; seekor cacing tanah akan berontak jingkrak bila ia terinjak, apatah lagi manusia makhluk yang memiliki ego tinggi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harga diri dimiliki setiap individu. Ungkapan &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;"&lt;/span&gt;saya masih punya harga diri!&lt;/i&gt;", cukup menjadi bukti bahwa harga diri itu memang ada (dengan kadar yang berbeda-beda tentunya). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada umumnya harga diri akan bangkit manakala hati/perasaan tersakiti, terlecehkan, atau lebih vulgarnya "terhina". Ya, kata "hina" cukup ampuh menjadi pemantik membangkitan harga diri. Siapapun akan terusik ego-nya untuk menunjukkan harga diri manakala kepadanya ditujukan hinaan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hinaan bisa datang dari mana saja, kapan saja, entah dalam bentuk fitnah, ejekan, umpatan/makian, sindiran, ataupun tindakan. Hinaan juga bisa muncul dalam bentuk coretan gambar, tulisan atau sekedar kata-kata. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, manusiawi kalau perasaan ini masih ada di diri. Sangat manusiawi, karena setiap manusia pernah dihina. Nabi saja sebagai manusia pilihan Tuhan, tidak luput dari hinaan, apalagi manusia biasa seperti kita-kita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adam alaihissalam yang ketika itu masih menetap di surga dihina oleh iblis laknatullah :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;Allah berfirman : "&lt;i&gt;Hai iblis, Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) Termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". Iblis berkata : "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Dia Engkau ciptakan dari tanah&lt;/i&gt;". (QS. Shaad : 75-76)&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam Surat Huud (11, 36-38) dikisahkan : ketika Allah memerintahkan kepada Nabi Nuh untuk membuat bahtera dengan pengawasan dan petunjuk Wahyu-Nya, maka Nabi Nuh pun mulai membuat bahtera. dan Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nabi Nuh, mereka (selalu) mengejeknya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fir’aun Sang Penguasa Mesir pernah menghina Nabi Musa sebagai seorang yang kena sihir :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;dan Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, Hai Musa, seorang yang kena sihir"&lt;/i&gt;. (QS. Al-Isra’ : 101)&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan junjungan kita Nabi Muhammad saw. dalam mengemban misi dakwahnya beberapa kali mendapat hinaan juga cercaan hingga sampai mencelakai; Nabi pernah diludahi oleh orang Yahudi, Nabi pernah ditimpah batu hingga berdarah-darah oleh Bangsa Thaif, Nabi juga pernah dilempar seonggok kotoran unta oleh Kaum Kafir Quraisy. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hinaan akan senantiasa ada sepanjang hayat masih dikandung badan, bahkan sampai mati berkalang tanah hinaan belum hilang. Walaupun berusaha untuk dibuang, ia akan datang tanpa diundang, karena hakikatnya hinaan ada ada pada diri kita, hinaan adalah diri kita sendiri. Sadarkah bahwa dengan dihina maka kita ada, atau dalam terminologi bahasa Gedongan "&lt;i&gt;Diece Ergo Sum&lt;/i&gt;" (saya dihina maka saya ada).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita ada karena hinaan-hinaan; sejak belum adanya kita hinaan telah diterima oleh kedua orang tua kita. Sejak bapak atau ibu kita masih hidup sendiri-sendiri (&lt;i&gt;menjomblo&lt;/i&gt;) ia dihina karena belum punya pasangan. Setelah bapak/ibu berjodoh dan diikat dalam tali perkawinan, ia dihina karena belum punya keturunan, belum punya pekerjaan, belum punya kendaraan, dan masih banyak lagi hinaan. Hinaan belum selesai walaupun --katakan-- akhirnya keduanya dapat memenuhi semuanya; dianugerahi momongan, mempunyai pekerjaan dan kendaraan. Orang tua harus bersusah payah mengurus dan merawatnya; Ia harus menyekolahkan anaknya supaya pintar dan berprestasi, ia harus menjaga anaknya agar tumbuh sehat dan bergizi, ia juga harus bisa menjamin masa depan anaknya supaya kelak hidupnya terpandang dan tidak dihina orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudah selesai sampai di sini?, jawabnya "masih belum ...."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang kita masih harus meneruskan perjuangan orang tua kita, karena hinaan masih setia menghadang. Hinaan ada dimana-mana; di belakang sana, di samping kiri dan kanan kita, di depan mata atau di sekeliling kita. Namun tak perlu dihindari, karena dia takkan pergi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hinaan datang, hadapi dengan lapang. Syukuri (saja) dan nikmati; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh&lt;/span&gt; kita bisa mengerti karena dihina; kita bisa bicara karena dihina; kita bisa berjalan karena dihina; kita bisa membaca, kita bisa menulis, kita pintar, kita berhasil, semuanya karena kita dihina; kita ada (hidup) sekarang karena dihina. Jelas hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Mursalaat [77] Ayat 20 yang artinya : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?"&lt;/i&gt; (77 : 20). &lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan di Surat As-Sajdah [32] Ayat 8 disebutkan : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina&lt;/i&gt;. (32 : 8)&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, masihkah merasa terhina bila dihina? masihkan perlu menunjukkan harga diri kalau hinaan datang menerjang. Jargon &lt;b&gt;Mr. Tukul&lt;/b&gt; "&lt;i&gt;Hinaan adalah cambuk, Pujian adalah racun&lt;/i&gt;" yang sering dilontarkan dalam acara "BEM" kiranya dapat menjadi motivasi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hinaan, hadapi dengan sewajarnya!, karena tidak ada orang yang luput dirinya, asalkan masih ambang batas di luar konteks Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Mujaadilah [58] Ayat 27 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina&lt;/i&gt;. (58 : 27)&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini yang perlu dihindari. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Naudzu billahi min dzalik!&lt;/span&gt;. (&lt;b&gt;ASF&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Wallahul Muwafiq&lt;/i&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Alfaqiir Ahmad Syifa Ahsan Asyirbony &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-5088372666974091409?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/5088372666974091409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/03/diece-ergo-sum-saya-dihina-maka-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5088372666974091409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5088372666974091409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/03/diece-ergo-sum-saya-dihina-maka-saya.html' title='diece ergo sum (saya dihina maka saya ada)'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-260861848355194123</id><published>2011-03-20T07:58:00.017+07:00</published><updated>2011-05-06T09:23:04.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>DUH, GEDONGAN....!</title><content type='html'>&lt;div&gt;Bagi saya, Gedongan adalah tanah tumpah darah. Jika ada yang menanyakan tentang asal-muasal, dengan pe-de saya menjawab, “&lt;i&gt;Kula saking Gedongan&lt;/i&gt;” (Saya dari Gedongan). Setiap kali berkesempatan pergi ke suatu kota, saat berkenalan dengan orang yang baru berjumpa, saya selalu menyebut, “Saya orang Cirebon, asal Gedongan, Blok Pesantren di Wilayah Timur Cirebon (WTC)”. Dan --biasanya-- kenalan baru tersebut &lt;i&gt;manggut-manggut&lt;/i&gt; seperti paham (atau sekedar pura-pura paham, supaya tidak terkesan mengecewakan....).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya asli wong Gedongan, lahir di Gedongan tahun 1975. Meski kakek-buyut keturunan Sindang, namun sudah menetap di Gedongan sejak &lt;i&gt;Babat Bumi Gedongan&lt;/i&gt;. Mama --sampai saya beranjak besar-- bekerja sebagai Pamong Desa Ender dengan jabatan terakhir &lt;i&gt;Ngabihi&lt;/i&gt;, dan Bibi sebagai ibu rumah tangga tulen yang memiliki sambilan sebagai toekang jahit (“&lt;i&gt;Mama-Bibi&lt;/i&gt;” adalah sebutan kepada bapak-ibu oleh kebanyakan &lt;i&gt;Wong Magarsari&lt;/i&gt; Gedongan). &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waktu masih muda dan belum direpotkan oleh banyak anak, konon Bibi sempat menjadi produsen &lt;i&gt;jaburan&lt;/i&gt; yang diasong keliling kampung oleh anak-anaknya juga dititipkan di warung-warung. Bibi bilang; anak-anak Bibi seluruhnya berjumlah 14 atau 15, dan saya yang ke-13. Namun sampai saya dewasa yang tersisa tinggal 7 orang (&lt;i&gt;wong pithu&lt;/i&gt;), 4 lelaki (di dalamnya saya), dan 3 perempuan. Dari ketujuh bersaudara, hanya seorang saja yang kini menetap di Gedongan, mendiami Rumah Pusaka. Selebihnya --termasuk saya-- menyebar di luar Gedongan mencari jalan sendiri-sendiri tuk membangun kehidupan (&lt;i&gt;ma’isyah&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya terjangkit virus plurasisme &lt;i&gt;firqah&lt;/i&gt; (sekte keagamaan) di Pesantren Darunnajah Jakarta, yang karenanya menjadikan saya berpendirian gamang menyikapi perbedaan &lt;i&gt;amaliyah&lt;/i&gt; yang kerap diperselisihkan penganut &lt;i&gt;firqah&lt;/i&gt; di Indonesia. Tapi ‘virus’ tersebut tidak saya sesali, malah saya syukuri. Karena dengannya saya dapat mengendalikan emosi, tidak mudah tersulut oleh bara pertengkaran silang pendapat antar &lt;i&gt;firqah&lt;/i&gt;. Saya yakini sedalam-dalamnya bahwa “&lt;i&gt;ikhtilaf&lt;/i&gt;” adalah “&lt;i&gt;rahmah&lt;/i&gt;”, sebagai wacana/fikrah yang tidak harus dipertentangkan. Di Darunnajah sendiri, meski direkturnya berpaham NU tidak pernah ada konflik antar santri atau ustadz oleh karena beda &lt;i&gt;firqah&lt;/i&gt;, tidak NU tidak juga Muhammadiyah, tidak Persis atau Al-Irsyad, PUI, Syiah atau apalah. Hal ini karena Darunnajah mempunyai semboyan “&lt;i&gt;di atas dan untuk semua golongan&lt;/i&gt;”, dan saya suka itu. Hingga saya pun pernah ikut-ikutan/latah menyematkan nama saya sebagai "&lt;b&gt;Muhammad eN-U&lt;/b&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Darunnajah sukses pula mendogma saya, sehingga begitu lulus &lt;i&gt;Kelas Niha'i &lt;/i&gt;(pamungkas), saya tidak berorientasi harus nerus ke Kampus berbasis Diniyah semisal IAIN, STAI atau kampus lainnya yang berembel-embel agama. Saya malah menempuh jalur politeknik (informatika). Biarkan saja, lagi pula saya pintar (ilmu) agama, belum tentu saya pulang ke Gedongan menjadi ulama. Namun ini bukan berarti saya mengesampingkan ilmu &lt;i&gt;diniyah&lt;/i&gt;, saya tetap mengkajinya dengan bekal sedikit ilmu bahasa yang saya peroleh dari Darunnajah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Gedongan, guru pertama yang paling berjasa menyelamatkan saya dari kebodohan baca tulis Al-Qur'an (BTQ) adalah &lt;b&gt;Almarhum Almaghfurlah KH. Imam Dimyati&lt;/b&gt; (semoga Allah swt. meridhai dan merahmatinya). Beliau dengan &lt;i&gt;telaten&lt;/i&gt; membimbing dan menuntun saya serta puluhan anak Magarsari lainnya membaca dan menulis Al-Qur'an dengan &lt;i&gt;sahih&lt;/i&gt;, pada sore hari menjelang maghrib dan pagi seusai shalat subuh. Bukan cuma itu, di &lt;i&gt;Majelis Ta’lim&lt;/i&gt; depan rumahnya, beliau juga mendermakan ilmunya kepada kami dengan menyelenggarakan kajian &lt;i&gt;Kitab Safinatunnajat&lt;/i&gt; selepas shalat Isya'. Ngaji di sini libur setiap hari Jum'at, dan di hari Sabtunya biasanya kami para murid dengan suka rela setor ‘&lt;i&gt;segendul lenga lantung&lt;/i&gt;’ (sebotol kecap minyak tanah) yang dibawa dari rumah sebagai &lt;i&gt;syahriyah&lt;/i&gt;, atau sebagai imbal jasa, kami juga &lt;i&gt;nimba kolah&lt;/i&gt; (mengisi bak mandi dari sumur) setiap diminta dan/atau jika dibutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Hatam Qur'an&lt;/i&gt; di &lt;i&gt;Majelis Ta’lim Kyai Imam&lt;/i&gt; --biasa masyarakat dan para santri memanggilnya, saya perdalam Al-Qur'an dengan berguru pada &lt;b&gt;KH. Abu Bakar Sofyan Al-Haafidz&lt;/b&gt;. Walau hanya &lt;i&gt;tutug&lt;/i&gt; pada hapalan &lt;i&gt;Juz Amma’&lt;/i&gt; saya bangga pernah menjadi santri di &lt;i&gt;Madrasatul Huffadz&lt;/i&gt; bareng dengan &lt;b&gt;Kang Emun&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;Maemun Fauzi&lt;/b&gt;, Kandidat Profesor di &lt;i&gt;Institut Fertigungtechnik und Werkzeugmachinen, Universitdt Hannover Jerman&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh Mama ketika itu, saya diarahkan melanjutkan sekolah di &lt;i&gt;Madrasah Tsanawiyah Manbaul Hikmah&lt;/i&gt; (masih di Gedongan) yang ketika itu baru dalam tahap rintisan. Tiga tahun menjadi siswa, setelah lulus saya diboyong Kakang ke Jakarta, mengabdi di Parung-Bogor dan menjadi santri Darunnajah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada tahun 1992 --dalam kesempatan libur semesteran, saya mudik ke rumah-- saya memprakarsai teman-teman membentuk “&lt;i&gt;Front Gedongan Bersatu&lt;/i&gt;”. &lt;b&gt;Lukman cs&lt;/b&gt;. dan &lt;b&gt;Apung/Maghfur cs&lt;/b&gt;. --teman ketika di SDN Ender 02-- yang mengilhami. Kedua teman tersebut dapat dibilang sebagai &lt;i&gt;Gegedege bocah enom umbul Wetan&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;umbul Kulon&lt;/i&gt; yang sedang berseteru memperebutkn &lt;i&gt;Dogdog&lt;/i&gt;. Ironis, menurut saya; Gedongan yang hanya sebuah &lt;i&gt;Blok Cantilan&lt;/i&gt;, dengan beberapa gelintir penghuninya harus terkotak menjadi dua kubu. Berbarengan dengan konflik tersebut, di luaran sana sedang santer isu “Gedongan &lt;i&gt;diece&lt;/i&gt; (dilecehkan) oleh kampung seberang, namun tidak ada respon bocah Gedongan yang mengambil tindakan”. Saya berpikir; bagaimana mungkin akan bertindak, &lt;i&gt;wong&lt;/i&gt; di dalamnya saja sedang menghadapi masalah (?).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berangkat dari permasalahan tersebut, maka pada malam dan waktu yang disepakati, pimpinan kedua kubu berseteru beserta &lt;i&gt;genx&lt;/i&gt;-nya dipertemukan, &lt;i&gt;rembug bareng&lt;/i&gt; dalam satu ruangan di rumah salah satu warga. Ditempuhlah jalan damai, dan diketemukan kata “sepakat”, yang pada akhirnya digagaslah suatu wadah yang dapat mempersatukan, dan dideklarasikanlah “&lt;i&gt;Front Gedongan Bersatu&lt;/i&gt;”. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun sayang, umur paguyuban yang lahir atas niat tulus untuk bersatu, murni atas inisiatif &lt;i&gt;Bocah Enom Magarsari&lt;/i&gt; ini hanya satu malam. Alih-alih matur mohon petunjuk dari “orang yang lebih ahli dan berpengalaman”, malah paguyuban ini dianggapnya terlalu frontal hanya karena memakai embel-embel nama “&lt;i&gt;Front&lt;/i&gt;” di depannya, dan --yang paling tidak mengenakkan-- oleh tokoh yang kala itu masih menjabat sebagai ketua cabang organisasi kepemudaan NU tingkat kabupaten tersebut dianggap tidak memiliki landasan organisasi dan AD/ART yang kokoh. Selanjutnya, setelah matur malam itu saya tidak tahu lagi nasib organisasi bocah enom Magarsari. Karena --libur sudah usai-- saya harus kembali melanjutkan studi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jarang yang tahu bahwa Gedongan memiliki “Lima Pusaka” (dalam catatan saya, pen.), dua pusaka terdapat di luar pemukiman warga, yakni &lt;i&gt;Maqbaroh&lt;/i&gt;/pemakaman umum dan &lt;i&gt;Sumur Gedongan&lt;/i&gt;; serta tiga pusaka lainnya berada di dalam pemukiman, yaitu : Masjid, &lt;i&gt;Langgar/surau&lt;/i&gt;, dan Rumah Tinggal yang hingga kini masih dihuni oleh &lt;b&gt;Kang Imroh Yusuf&lt;/b&gt; (Ibunda &lt;b&gt;Maemun Fauzi&lt;/b&gt;) beserta keluarga dan santri-santrinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dua pusaka masing-masing &lt;i&gt;maqbaroh&lt;/i&gt; yang terletak di luar sebelah barat dan Sumur Gedongan terletak di luar sebelah timur pemukiman, hingga kini keberadaannya masih lestari dan masih bisa ditelusuri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Maqbaroh&lt;/i&gt; atau kuburan --walaupun belum bisa menemukan faktanya, pen.-- kemungkinan adalah pusaka yang tertua di Gedongan. Di tengah areal pemakaman warga ini, waktu saya kecil dulu terdapat &lt;i&gt;Wit &lt;/i&gt;(pohon)&lt;i&gt; Walikukun&lt;/i&gt; --yang menjulang paling tinggi di antara pohon-pohon lainnya-- yang memiliki keramat. Konon katanya di Jaman Penjajahan, ketika Bala Tentara Belanda hendak menyerbu dusun Gedongan, mereka terhalang oleh hamparan luas samudra yang di tengahnya berdiri tegak tiang bendera, dan misipun urung diteruskan. Konon samudra adalah penampakan dari pemukiman warga Gedongan, dan tiang bendera adalah penampakan dari &lt;i&gt;Wit Walikukun&lt;/i&gt;; begitu para &lt;i&gt;pini-sepuh&lt;/i&gt; dahulu suka bercerita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Sumur Gedongan&lt;/i&gt; menjadi pusaka karena sumur ini titik penggaliannya atas &lt;i&gt;istikharah &lt;/i&gt;&lt;b&gt;KH. Muhammad Said&lt;/b&gt;, Pendiri Pondok Pesantren Gedongan. Kelebihan (dapat juga disebut karomah) dari Sumur Gedongan adalah air yang ditimba dari dalam sumur ini bening &lt;i&gt;tur&lt;/i&gt; jernih, serta berasa adem, tidak asin dan tidak anta bila diminum, sangat berbeda dengan sumur pada umumnya. Sepanjang tahun, sepanjang musim, sumur ini menjadi sumur utama warga Gedongan dan sekitarnya sebagai sumber mineral alami yang tidak pernah kering (kasatan).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada keyakinan sebagian Wong Gedongan bahwa setiap tanggal 15 bulan &lt;i&gt;Sya'ban&lt;/i&gt; atau populer disebut &lt;i&gt;Nisfu Sya'ban&lt;/i&gt;, Sumur Gedongan konon mengeluarkan air zam-zam pada saat sore menjelang maghrib (&lt;i&gt;surup sandakala&lt;/i&gt;). baca : &lt;a href="http://magarsari.blogspot.com/2009/08/fenomena-banyu-zamzam-nisfu-syaban-di_05.html"&gt;&lt;b&gt;Fenomena Banyu Zamzam Nisfu Sya'ban di Gedongan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Percaya atau tidak, iseng-iseng menarik garis lurus dalam situs Layanan Kiblat di &lt;a href="http://www.iwkz.de/in/layanan/penunjuk-arah-kiblat.html"&gt;http://www.iwkz.de/&lt;/a&gt;, bila titik kedua pusaka ini dihubungkan garis lurus, maka akan menunjuk ke arah Masjidil Haram/Kiblat. (&lt;i&gt;Wallahu A’lam....&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila pusaka yang terletak di luar pemukiman warga masih lestari hingga kini, lain halnya dengan tiga pusaka yang berada di dalam pemukiman, keberadaannya sungguh-sungguh memilukan. Dari ketiganya, masih tersisa dua; yang satu Langgar (difungsikan sebagai padepokan santri Al-Qur'an/Madrasatul Huffadz asuhan &lt;b&gt;KH. Abu Bakar Sofyan&lt;/b&gt;) dan satunya lagi Rumah Kuna bergaya arsitektur (asli) Cirebon tempat &lt;b&gt;Kacung Mahrus &lt;/b&gt;(&lt;b&gt;KH. Mahrus Ali&lt;/b&gt;, Kediri) dahulu menghabiskan masa kanak-kanak dan remajanya. Sementara masjid yang justru sebagai pusaka utama kini tinggal kenangan, yang tersisa hanya sebuah cerita. Padahal bangunan antik nan sakral tersebut pernah menjadi sentral perjuangan &lt;b&gt;KH. Muhammad Said&lt;/b&gt; dalam "&lt;i&gt;Babat Bumi Gedongan&lt;/i&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai gambaran tentang Masjid Gedongan, dituliskan apik dalam buku “&lt;i&gt;Sekilas Sejarah Pondok Pesantren Gedongan Cirebon Jawa Barat&lt;/i&gt;” sebagai berikut : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;.... bentuk dan potongan bangunan masjid sangat antik, separo dari luas badan masjid berbentuk panggung. Lantai teras masjid terbuat dari batu alam segi empat berukuran 70 cm persegi. Warna dasar batu dengan permukaan yang agar kasar menunjukkan pahatan tangan yang kreatif. Bagian muka masjid berupa tembok dengan jeruji kayu jati ukiran di atasnya, badan bangunan bagian depan berupa tembok tebal dengan ketinggian sempurna dan berlantai ubin kuno dengan variasi ubin kembang. Di atas ubin ini terdapat dua baris goresan panjang yang tersorot sinar matahari dari genteng yang sengaja dilubang bulat. Sorot sinar matahari yang menembus ke dalam masuk melalui genteng itulah yang dalam posisi tertentu berfungsi sebagai petunjuk waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bagian tengah masjid hingga ke mimbar khutbah berbentuk panggung dengan lantai papan kayu jati tebal. Ada empat tiang penyangga di tengah dari kayu jati dengan ukiran indah, di setiap sudut bergantung lampu-lampu indah dan antik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Itulah bangunan masjid (Gedongan) yang kini tinggal kenangan, masjid itu dipugar dan dibangun kembali pada tahun 1981 tanpa alasan kerapuhan bangunan, kecuali dua tiang yang dianggap keropos.... (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;H. Taufikurrahman Yasin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, 2005 : 34).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ironisnya, bangunan masjid yang ada sekarang tidak lebih bagus dari bangunan masjid pusaka yang pernah ada, &lt;i&gt;absurd&lt;/i&gt;. Tidak jelas gaya arsiterktur mana yang menjadi modelnya. Dan karomah-karomah yang terkandung di dalamnya pun lambat laun kian pudar dan punah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih pekat dalam ingatan di masa saya kanak-kanak dulu, kentong masjid Gedongan bila ditabuh sebagai tanda masuknya waktu, gemanya dapat didengar orang yang berada hingga di radius 5 kilometeran lebih. Kini, jangankan mencapai jarak sejauh itu, 500 meter pun sudah lamat-lamat terdengar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tradisi mandi hari Jum'at Kliwon di &lt;i&gt;kolah&lt;/i&gt; (bak wudlu) masjid Gedongan pada saat iqamat shalat Jum'at (khotib turun dari mimbar), menjadi rutinitas warga (khususnya kaum ibu dan anak-anak putri) yang ingin &lt;i&gt;ngalap berkah&lt;/i&gt;. Bukan cuma dikerumuni warga asli, tapi banyak juga penduduk luar Gedongan yang ikut-ikutan. Kini, entah apakah tradisi ini masih ada?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan masih banyak lagi karomah-karomah lainnya serta ketabuan, seperti tidak diperkenankannya menunjuk &lt;i&gt;Memolo&lt;/i&gt; (mustaka) yang ada di puncak masjid, karena akan mengakibatkan tangan “&lt;i&gt;cantengan&lt;/i&gt;” (&lt;i&gt;wallahu a’lam&lt;/i&gt; ....)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang saya herankan, dulu.... setiap kali Helatan Haul Gedongan diselenggarakan, walau dari rantau di negri orang saya berupaya keras agar bisa pulang ke kampung halaman. Meski keramaian bagi saya suatu yang biasa, tapi rasanya senang dan bangga saja manakala melihat kampung sendiri ramai dan dikunjungi oleh warga dari luar daerah saat Haul Gedongan. Dan itu saya lakukan setiap tahun, tanpa bosan, mengherankan. Seakan ada sambung rasa, semacam ikatan batin, yang bikin saya (rasanya) wajib hadir saat helatan tersebut diselenggarakan. Itulah daya &lt;i&gt;magi&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;magnetis&lt;/i&gt;, pertanda aura keramat (saat itu) masih memiliki kekuatan yang mencipta daya tarik. Tapi kini, saya kehilangan rasa itu....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada akhirnya saya harus mengeluh; Salahkah kalau saya menyimpan kekecewaan terhadap kebijakan yang mengakibatkan masjid sebagai Pusaka Gedongan harus terbabat habis digantikan bangunan modern yang tidak jelas gaya arsiteknya. Mengapa tidak melakukan perluasan saja ketika itu dengan tetap mempertahankan bangunan aslinya?. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi korban telah jatuh; nasi sudah menjadi bubur, &lt;i&gt;paribasane&lt;/i&gt;. Arsitektur kuno pusaka utama Gedongan yang antik dan keramat, telah punah ditelan zaman....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat ini, ketika ditanya apa sih (bukti) peninggalan Kyai Said Gedongan? Mana sisa-sisa sejarah bahwa Gedongan pernah menjadi pusat peradaban yang menjadikannya termasuk dalam jajaran pesantren tertua di pulau Jawa? Siapa yang bisa menjawab ini semua?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Duh, Gedongan&lt;/i&gt;....! (&lt;b&gt;ASF&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketanggungan, Medio Oktober 2010&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-260861848355194123?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/260861848355194123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/03/duh-gedongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/260861848355194123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/260861848355194123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/03/duh-gedongan.html' title='DUH, GEDONGAN....!'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-5369341730809439018</id><published>2011-02-23T12:39:00.001+07:00</published><updated>2011-04-01T09:56:54.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aweh-weruh'/><title type='text'>Tragedi Terbakarnya KMP Laut Teduh II</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-fA7YrX1xXMM/TYle7ormFaI/AAAAAAAAAV4/0OXKbr1YqUA/s1600/kmp%2Blaut%2Bteduh%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-fA7YrX1xXMM/TYle7ormFaI/AAAAAAAAAV4/0OXKbr1YqUA/s320/kmp%2Blaut%2Bteduh%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587101191355372962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Kisah Tragis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Wong Gedongan Berjibaku Mempertahankan Nyawa di Tengah Lautan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat peristiwa &lt;b&gt;Kebakaran KMP Laut Teduh II &lt;/b&gt;di  perairan laut pulau Tempurung, Anyer Provinsi Banten, Jumat (28/1)?.  Dalam peristiwa itu tercatat 13 Penumpangnya dilaporkan meninggal dunia,  sementara 427 orang termasuk 31 ABK berhasil diselamatkan. Dari sekian  penumpang yang selamat, 6 diantaranya adalah anggota keluarga asal  Gedongan Desa Ender Kecamatan Pangenan Kabupaaten Cirebon yang berniat  hendak mengunjungi keluarga mertua di Lampung sekaligus &lt;i&gt;Mapag Pengangten&lt;/i&gt;. Keenam keluarga asal Gedongan itu adalah &lt;b&gt;Maghfur&lt;/b&gt; alias &lt;b&gt;Apung&lt;/b&gt; (35) beserta istrinya &lt;b&gt;Marwah&lt;/b&gt; (25) dan anaknya &lt;b&gt;Mahfudoh&lt;/b&gt; (3), kemudian kakak kandung Apung, &lt;b&gt;Bariroh&lt;/b&gt; (37) serta anaknya &lt;b&gt;Zakiyatul Miskia&lt;/b&gt; (9 bulan) dan keponakan Apung, &lt;b&gt;Siti Khulah&lt;/b&gt; (20). Untuk bisa selamat, mereka berjibaku di tengah lautan dan berjuang melawan dinginnya air serta hantaman ombak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  banyak yang dirasakan saat akan meninggalkan rumah. Hanya saja, Bariroh  membawa semua baju anaknya seperti akan berpergian lama. “Mungkin ini  bisa jadi firasat saya, saat mau berangkat saya senang sekali dan semua  baju-baju anak saya di lemari saya bawa. Padahal keberangkatan ke  Lampung sudah dicegah oleh semua keluarga, katanya nanti saja hari  Senin, tapi saya maksa untuk berangkat hari Kamis (27/1), mungkin sudah  harus terjadi seperti ini”, tutur Bariroh mengawali ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apung  menceritakan kronologis tragedi KMP Roro Laut Teduh II milik PT. Bangun  Putra Remaja yang hendak membawa keluarganya menuju Lampung : Ketika  itu kapal sudah mulai meninggalkan dermaga Pelabuhan Merak pukul 01.00  dini hari. Kurang lebih satu jam perjalanan, Apung melihat para Anak  Buah Kapal (ABK) terlihat panik membawa alat pemadam api. Sepuluh menit  kemudian saat merasa api tak bisa dikendalikan, ABK mengintruksikan para  penumpang menggunakan pelampung. “Kejadiannya sekitar pukul 03.00 dini  hari. Alhamdulillah, saya dan keluarga setelah sampai di kapal langsung  menuju ke atas kapal”, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu suasana gelap, karena  aliran listrik padam, teriakan minta tolong, tangisan menjadi gambaran  yang sangat traumatik bagi dirinya sekeluarga. Apung pun ikut berebut  pelampung untuk semua anggota keluarganya. Empat pelampung didapatnya.  Karena merasa pelampung yang dibutuhkan kurang, Apung kembali  mencarinya. “Saya mendapatkan pelampung untuk ukuran balita sesuai yang  saya butuhkan”, ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan bertambah saat sekoci yang  hendak diturunkan tidak dapat berfungsi, akhirnya ABK mengintruksi ulang  untuk naik ke tempat semula (bagian paling atas kapal). Dan sejak  itulah terdengar tiga kali suara ledakan dari arah bagian bawah kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan  untuk loncat --karena didesak keadaan kapal yang mulai terbakar pun  mulai terdengar. Akhirnya ia membawa anaknya Mahfudoh (3) untuk loncat  terlebih dahulu dari ketinggian kira-kira 15 meter. “Saat jatuh ke air,  anak saya sempat terlepas tetapi ketika saya mencari ternyata nyangkut  di kaki saya dan langsung mengangkatnya”, paparnya sambil mencoba  mengenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Apung terjun terpisah satu sama lain. Apung bersama anaknya, Mahfudoh lalu &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bariroh  terjun bersama anaknya Zakiyatul Miskia dan Siti Khulah dan Marwah  istrinya terpisah sendiri. “Kami terpisah selama berjam-jam,  terapung-apung di tengah laut dan terbawa arus ombak. Selama berada di  tengah lautan, saya dan anak masih lancar berkomunikasi. Saya pun terus  membaca salawat dan bertakbir sebisanya”, jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-SIodW2_E5EQ/TYl4VwPhtiI/AAAAAAAAAWQ/lelIfRDLbk0/s1600/apung%2Bsekeluarga.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 295px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SIodW2_E5EQ/TYl4VwPhtiI/AAAAAAAAAWQ/lelIfRDLbk0/s320/apung%2Bsekeluarga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587129127852422690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah  terapung selama tiga jam di tengah lautan, pukul 06.00 pagi Apung  diselamatkan tim SAR dan dinaikkan ke kapal penyelamat. Tetapi saat itu  anggota keluarga yang lain belum berkumpul. Pukul 07.00, Marwah baru  diselamatkan setelah 4 jam terapung di lautan. Kemudian Bariroh,  Zakiyatul Miskia dan Siti Khulah baru berhasil diselamatkan pukul 08.00.  “Mereka 5 jam bergelut dengan ombak, lebih lama dibandingkan yang  lainnya”, kata Apung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apung sekeluarga pun berkumpul dan langsung  dievakuasi ke RSUD Cilegon, Banten. Sementara Siti Khulah ditangani di  RS Medical Krakatau. Setelah sehari semalam berada dalam perawatan, ia  dijemput oleh keluarga dari Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Bariroh merasa masih trauma apabila menceritakan kembali dan melihat pemberitaan di televisi. (tta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diadaptasi dari : Radar Cirebon Online&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-5369341730809439018?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/5369341730809439018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/02/tragedi-terbakarnya-kmp-laut-teduh-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5369341730809439018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5369341730809439018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2011/02/tragedi-terbakarnya-kmp-laut-teduh-ii.html' title='Tragedi Terbakarnya KMP Laut Teduh II'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fA7YrX1xXMM/TYle7ormFaI/AAAAAAAAAV4/0OXKbr1YqUA/s72-c/kmp%2Blaut%2Bteduh%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-5295757744322156154</id><published>2010-12-31T19:11:00.002+07:00</published><updated>2010-12-31T19:19:25.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Refleksi &amp; Resolusi Tahun Baru 2011</title><content type='html'>oleh : Bang Iwan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada ucapan selamat tahun baru yang lengkap tanpa meninjau apa yang kita sebut sebagai resolusi awal tahun. Rasanya sudah tidak asing lagi kebiasaan awal tahun dimana kita diajak membulatkan niat, menanam suatu cita-cita, dan menancapkan tekad untuk mencapai suatu perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman pernah bilang; bahwa baginya resolusi awal tahun adalah proses menggodok semangat juang dalam hidup, supaya dia bisa mengukur kemajuan dan prestasinya dari tahun ke tahun. Teman yang lain berkata; resolusi awal tahun itu hanya sumber stres, karena menurutnya dari sekian banyak keinginan yang tercantum, lebih banyak yang tidak tercapai daripada yang terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa saja resolusi awal tahun Anda? Bagi saya, meluangkan waktu hening dan merenungkan bagaimana kita mengelola energi kreatif dalam hidup, lebih bermanfaat ketimbang sekadar mencantumkan setiap keinginan dalam “daftar belanja” awal tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat rutinitas yang biasa terjadi di perbatasan antara akhir tahun dan awal tahun. Pertama, tidak ada resolusi awal tahun yang afdol tanpa refleksi akhir tahun. Pada penghujung tahun, kita menengok resolusi yang telah dibuat pada tahun sebelumnya. Kita tepuk bahu kita sendiri atas niatan yang telah tercapai, dan kita pindahkan semua niatan yang belum tercapai sebagai kandidat penghuni daftar resolusi tahun selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, --terus terang-- jarang tergerak untuk menyusun resolusi awal tahun, saya lebih senang menjalani hidup ini langkah demi langkah. Mengapa begitu? Saya berusaha melihat kembali setiap momen ketika saya membuat rencana, dan sering sekali rencana tersebut tidak terjadi sesuai dengan apa yang kita prediksikan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini memang sarat dengan perubahan dan ketidakpastian. Terkadang target dipasang supaya keinginan kita punya “bahan bakar” untuk tumbuh, bergerak dan berkembang, namun di tengah bersemangatnya kita mengejar keinginan, tanpa sadar dalam hati terselip rasa “keharusan” yang memaksa. Ini acapkali menjadi sumber stres yang tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa disangkal, kita memang butuh semangat hidup. Tanpa itu, hidup bisa terasa hambar. Namun semangat hidup yang terjangkit “harusitis” –-radang serba harus ini dan itu-– berpotensi menjepit hati, dan akhirnya merampas kemampuan kita untuk menikmati hidup momen demi momen, serta membuat kita lebih mudah untuk lupa bersyukur atas hal-hal yang sederhana namun indah dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa potensi kreativitas manusia itu tak terbatas. Sebagian menjelaskan dengan mengatakan bahwa baru 2% dari otak kita yang sudah terpakai secara optimal. Sebagian lagi menyatakan bahwa karena kita adalah bagian dari ciptaan Ilahi, sumber Maha Kreatif yang mampu menciptakan dan mewujudkan segalanya. Manapun yang benar, agaknya alam berusaha berpesan bahwa kita punya potensi ‘mencipta’ yang luar biasa, termasuk untuk mewujudkan segala hal yang kita inginkan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana caranya agar potensi mencipta ini bisa terwujud menjadi kenyataan? Salah satunya adalah dengan menarik garis batasan yang akan memberikan fokus dan kesempatan agar potensi menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, setiap penulis punya segudang ide kreatif untuk menghasilkan karyanya. Namun seringkali tanpa kehadiran garis batasan yang namanya ‘deadline’, kemahakreatifan tersebut sulit sekali dilahirkan dalam bentuk kata-kata. Inilah kekuatan agung dari garis batasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah saya melihat manfaatnya resolusi awal tahun. Garis batasan di awal dan akhir tahun, memberikan kita semua ‘rahim ruang dan waktu’ untuk mencipta, berkarya dan mewujudkan potensi diri seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, ikhlaskan segala kemungkinan terbaik dan terburuk, agar Anda tidak nafsu menang dan takut kalah. Menang dan kalah, berhasil dan gagal, merupakan persepsi yang sangat relatif. Apalagi kalau kita ingat bahwa setiap jiwa kita bertumbuh dan semakin kuat, biasanya justru dari pengalaman-pengalaman yang kita tuding sebagai kekalahan dan kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://amriawan.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-5295757744322156154?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/5295757744322156154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2010/12/refleksi-resolusi-tahun-baru-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5295757744322156154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/5295757744322156154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2010/12/refleksi-resolusi-tahun-baru-2011.html' title='Refleksi &amp; Resolusi Tahun Baru 2011'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-843925814657051489</id><published>2010-12-05T23:16:00.014+07:00</published><updated>2011-12-01T22:31:37.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Risalah Akhir &amp; Awal Tahun Hijriyah</title><content type='html'>Munculnya bulan di awal Muharram menandai kedatangan Tahun Baru Hijriyah. Muharram dijadikan sebagai awal bulan dalam setahun oleh Sayyidina Umar pada tahun ke-17 Hijriyah, meskipun secara tradisi urutan bulan di Arab sudah ada sejak lama. Umar menentukan hal tersebut mengingat kaum muslimin saat itu belum mempunyai penanggalan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam realitas kehidupan, khususnya di Indonesia, kita menyaksikan bahwa penyikapan terhadap kedatangan bulan Muharram --sebagai tanda masuknya tahun baru Islam-- berbeda dengan penyikapan terhadap kedatangan awal bulan Januari yang menunjukkan kedatangan Tahun Baru Masehi. Pada yang terakhir ini kita melihat orang-orang mengisinya dengan berbagai pesta pora, hura-hura, dan pelampiasan segala kesenangan dalam berbagai bentuknya semalam suntuk. Sedikit sekali orang yang mengisinya dengan merenungi apa yang telah dilakukannya sepanjang tahun; apa saja keberhasilan dan kegagalannya dalam urusan dunia dan akhirat, dan aktivitas-aktivitas lain yang bersifat evaluasi terhadap dirinya dalam berbagai aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian halnya ketika kita menghadapi Tahun Baru Hijriyah. Pada saat-saat mengakhiri tahun yang sedang berjalan dan menyambut tahun baru yang segera datang, tradisi yang berkembang pada kaum muslimin --khususnya di Indonesia-- adalah membaca do’a untuk memohon ampunan atas apa yang telah terjadi di masa lalu dan memohon bimbingan dan petunjuk untuk masa yang akan datang, Meskipun tak ada petunjuk khusus dari Nabi SAW mengenai cara menghadapi tahun baru, apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin itu sesuai dengan ajaran Islam, yang sangat menekankan umatnya untuk selalu mengevaluasi diri dan memohon petunjuk-Nya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, perhatian kaum muslimin kepada kedatangan Tahun Baru Hijriyah tidak sebesar perhatiannya kepada tahun baru Masehi. Kita berharap semoga dari tahun ke tahun perhatian terhadap tahun baru milik kita sendiri ini semakin besar. Tentu saja janganlah diisi dengan aktivitas-aktivitas seperti ketika orang menghadapi tahun baru lainnya, yang penuh dengan hura-hura dan pesta pora. Menyambut Tahun Baru Hijriyah haruslah dengan kegiatan-kegiatan yang mendekatkan diri kepada-Nya. Karena itu alangkah baiknya bila kita lestarikan tradisi membaca do’a di akhir dan di awal tahun ini, dan kita ajak keluarga kerabat, dan sahabat kita untuk juga melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a akhir tahun dan do’a awal tahun yang disajikan ini adalah do’a yang telah dikenal luas dan diamalkan di mana-mana. Bacaan ini dikutip dari kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maslakul-Akhyar&lt;/span&gt; susunan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Habib Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan do’a-do’a yang kita panjatkan di akhir dan awal tahun hijriyah ini, Allah swt. menerima semua amal baik kita, dan menghapuskan dosa kita sepanjang tahun yang lalu. Semoga pula, Dia akan membimbing kita di tahun mendatang, sehingga kita dapat senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya, dapat mengalahkan hawa nafsu, dan terlindung dari godaan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Do’a Akhir Tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a akhir tahun ini dibaca antara setelah shalat Ashar sampai sebelum Maghrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah. Sebaiknya do’a ini dibaca bersama-sama, baik di rumah, di masjid, maupun di mushalla. Dibaca tiga kali (berturut-turut) dengan harapan Allah swt. menerima amal ibadah kita dan menghapuskan dosa-dosa kita di tahun yang akan segera berakhir ini. Kita meyakini tidak seorang pun yang bersih dari perbuatan dosa dan kesalahan, karena "manusia adalah tempatnya salah dan lupa". Setiap hari dalam setahun ini kita selalu bersentuhan dengan dosa, baik disengaja maupun tidak, disadari atau tidak. Karena itu  alangkah baiknya bila kita menutup tahun ini dengan pengakuan berdosa dan bertobat kepada-Nya yang terangkai dalam do’a berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . اَللَّهُمَّ مَاعَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَاءَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِى. وَمَاعَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ، أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَاكَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ×3&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismillaahir-rahmaanir-rahiim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halumta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilat-taubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka faghfirlii. Wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan Rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Yaa Allah, segala yang telah kukerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu Yaa Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.&lt;br /&gt;Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang mukmin, do'a akhir tahun ini harus betul-betul dibaca, jangan sampai lupa. Sebab bila do’a ini dibaca akan membuat setan murka dan berkata : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aduh, sungguh celaka aku! satu tahun ini aku susah payah menggoda anak Adam, mendadak dirusak dengan masa yang amat sebentar, sebab dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Hanya membaca do’a akhir tahun&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Do’a Awal Tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya do'a akhir tahun, do’a awal tahun pun dibaca sebanyak tiga kali, yakni selepas Maghrib tanggal 01 Muharram, dan sebaiknya juga dilakukan dengan berjamaah agar lebih mustajab. Mengingat agung dan besarnya faidah do'a tersebut, maka diharapkan jangan sampai terlewatkan tidak membacanya. Karena apabila ada orang Mu’min membaca do’a ini, maka syaitan berucap : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aman orang Mukmin yang baca do’a awal tahun, di dalam sisa umurnya di tahun ini, karena Allah swt. mewakilkan dua Malaikat untuk menjaga orang tersebut, agar tidak tergoda olehku&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut inilah bacaan do’anya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَمِيْمُ الْمُعَوَّلُ. وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ : نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ باِلسُّوْءِ وَاْلإِسْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى إِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. ×3&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismillaahirrahmaanir-rahiim,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Yaa Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada Anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wirid Awal Muharram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di samping membentengi diri dengan do'a di akhir dan awal tahun Hijriyah, para ulama juga menganjurkan kita untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amaliyah hasanah &lt;/span&gt;dalam memasuki hari-hari permulaan di bulan Muharram dengan serangkaian wirid (dzikir disertai dengan bacaan-bacaan secara keras (&lt;i&gt;zahr&lt;/i&gt;) ataupun secara batin (&lt;i&gt;sirr&lt;/i&gt;) yang dilakukan secara ajek (&lt;i&gt;istiqamah&lt;/i&gt;), baik dalam hitungan maupun waktunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara wirid-wirid yang baik untuk diamalkan pada awal Muharram adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membaca Surah Al-Fatihah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kitab karya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imam Al-Buni &lt;/span&gt;dijelaskan, khasiat membaca Surat Al-Fatihah pada setiap bulan sangat baik untuk memperlancar rezeki. Membaca Surat Al-Fatihah bisa dilakukan kapan saja, terutama sepekan awal bulan, dan sebaiknya dilaksanakan setelah shalat Maghrib. Waktunya terserah kita. Jika dibaca pada sepekan pertama bulan Muharram, tata caranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam tanggal 01 Muharram membaca surah Al-Fatihah sebanyak 70 kali; Pada malam tanggal 02 Muharram membaca surah Al-Fatihah pada waktu yang sama sebanyak 60 kali. Selanjutnya pada malam ketiga sebanyak 50 kali, malam keempat 40 kali, malam kelima 30 kali, malam keenam 20 kali; dan terakhir pada malam ketujuh sebanyak 10 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Membaca Istighfar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca istighfar, permohonan ampun, juga dianjurkan pada awal bulan Muharram dan juga selama bulan Muharram bahkan setiap hari kita dianjurkan untuk membacanya. Istighfar ini setiap hari sebaiknya dibaca sekurang-kurangnya 70 kali. Lafal istighfar yang paling sederhana adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"  style="font-family:Arial;"&gt;استغفر اللّه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahal-'azhim&lt;/span&gt; (“Aku memohon ampun kepada Allah, Yang Maha Agung”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lafal istighfar yang lengkap adalah :&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;استغفر اللّه العظيم الّذى لا إله إلاّ اللّه هو الحىّ القيّوم وأتوب اليه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahal'azhim alladzi laa ilaaha illa huwal-hayyul-qayyuma wa atubu ilaiih&lt;/span&gt;. (“Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha hidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Memperbanyak Tasbih dan Tahlil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat sederhana untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tasbih &lt;/span&gt;adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"  style="font-size:180%;"&gt;سبحان اللّه&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah&lt;/span&gt; (“Maha Suci Allah”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bacaan tahlil yang sederhana adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"  style="font-size:180%;"&gt;لا إله إلاّ اللّه&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallaah&lt;/span&gt; (“Tiada Tuhan melainkan Allah”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Namun lebih baik jika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tasbih &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahlil &lt;/span&gt;itu dibaca lengkap disertai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahmid &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;takbir &lt;/span&gt;sebagaimana bacaan bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-family:Arial;"&gt;سبحان اللّه والحمد للّه ولا إله إلاّ اللّه &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;واللّه أكبر&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah walhamdu lilaahi wa laa ilaaha illallaahu wallahu akbar&lt;/span&gt;. (“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah, dan Allah Maha Besar”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Memperbanyak Shalawat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dianjurkan juga untuk memperbanyak shalawat dengan lafal sederhananya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Allahumma shalli `alaa sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi sayyidina Muhammad.&lt;/span&gt; (“Yaa Allah, berikanlah Rahmat-Mu untuk junjungan kami, Nabi Muhammad, dan segenap keluarganya”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ulasan tentang risalah akhir &amp;amp; awal tahun hijriyah, semoga membawa manfaat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a’lam bish-shawaab &lt;/span&gt;.... (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASF&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/TP0Zj7KyA3I/AAAAAAAAAVI/RPoavsDWXu8/s1600/hijriyah.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 473px; height: 292px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/TP0Zj7KyA3I/AAAAAAAAAVI/RPoavsDWXu8/s320/hijriyah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547618420959347570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian redaksi mengutip dari : Bonus/suplemen majalah "alKisah" edisi 03/2006&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4208523152615722632-843925814657051489?l=magarsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://magarsari.blogspot.com/feeds/843925814657051489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2010/12/risalah-akhir-dan-awal-tahun-hijriyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/843925814657051489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4208523152615722632/posts/default/843925814657051489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://magarsari.blogspot.com/2010/12/risalah-akhir-dan-awal-tahun-hijriyah.html' title='Risalah Akhir &amp; Awal Tahun Hijriyah'/><author><name>Abinya AzRa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11027192885051840530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SWC9e5P1PuI/AAAAAAAAAAM/pgfget7Uj6g/S220/me2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/TP0Zj7KyA3I/AAAAAAAAAVI/RPoavsDWXu8/s72-c/hijriyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4208523152615722632.post-1484952130775499982</id><published>2010-08-12T21:57:00.005+07:00</published><updated>2011-04-01T09:54:39.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Jadikan Ramadhanmu penuh Rahmat, Berkah, dan Bermakna</title><content type='html'>Hari ini kita memasuki bulan suci Ramadhan. Banyak hikmah yang bisa kita petik di bulan suci dan mulia ini, yang semuanya mengarah pada peningkatan makna kehidupan, peningkatan nilai diri, maqam spiritual, dan pembeningan jiwa dan nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban puasa ini bukan sesuatu yang baru dalam tradisi keagamaan manusia. Puasa telah Allah wajibkan kepada kaum beragama sebelum datangnya Nabi Muhammad Saw. Ini jelas terlihat dalam Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183 yang artinya : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa&lt;/span&gt;” (QS. 002 : 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menegaskan tujuan final dari disyariatkannya puasa, yakni tergapainya takwa. Namun, perlu diingat bahwa ketakwaan yang Allah janjikan itu bukanlah sesuatu yang gratis dan cuma-cuma diberikan kepada siapa saja yang berpuasa. Manusia-manusia takwa yang akan lahir dari “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahim&lt;/span&gt;” Ramadhan adalah mereka yang LULUS dalam ujian-ujian yang berlangsung pada bulan diklat itu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran kiranya jika Rasulullah bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan haus&lt;/span&gt;” (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah).  Mereka yang berpuasa, namun tidak melakukan pengendapan makna spiritual puasa, akan kehilangan kesempatan untuk meraih kandungan hakiki puasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang mesti kita lakukan? Beberapa hal berikut ini mungkin akan bisa membantu menjadikan puasa kita penuh rahmah, berkah, dan bermakna :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, mempersiapkan persepsi yang benar tentang Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergairah dan tidaknya seseorang melakukan pekerjaan dan aktivitas, sangat korelatif dengan sejauhmana persepsi yang dia miliki tentang  pekerjaan itu. Hal ini juga bisa menimpa kita, saat kita tidak memiliki persepsi yang bernar tentang puasa. Oleh karena itulah, setiap kali Ramadhan menjelang Rasulullah mengumpulkan para sahabatnya untuk memberikan persepsi yang benar tentang Ramadhan itu. Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian pada para malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini&lt;/span&gt;” (HR. Ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Rasulullah sampaikan agar para sahabat --dan tentu saja kita semua-- bersiap-siap menyambut kedatangan bulan suci ini dengan hati berbunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menurut Rasulullah, sungguh tidak beruntung manusia yang melewatkan Ramadhan ini dengan sia-sia. Berlalu tanpa kenangan dan tanpa makna apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi yang benar akan mendorong kita untuk tidak terjebak dalam kesia-siaan di bulan Ramadhan. Saat kita tahu bahwa Ramadhan bulan ampunan, maka kita akan meminta ampunan pada Sang Maha Pengampun. Jika kita tahu bulan ini bertabur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahmat&lt;/span&gt;, kita akan berlomba dengan antusias untuk menggapainya. Jika pintu surga dibuka, kita akan berlari kencang untuk memasukinya. Jika pintu neraka ditutup kita tidak akan mau mendekatinya sehingga dia akan menganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, membekali diri dengan ilmu yang cukup dan memadai Untuk memasuki puasa, kita harus memiliki ilmu yang cukup tentang puasa itu. Tentang rukun yang wajib kita lakukan, syarat-syaratnya, hal yang boleh dan membatalkan, dan apa saja yang dianjurkan.&lt;br /&gt;Pengetahuan yang memadai tentang puasa ini akan senantiasa menjadi panduan pada saat kita puasa. Ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk meningkatkan kwalitas ketakwaan kita serta akan mampu  melahirkan puasa yang berbobot dan berisi. Sebagaimana yang Rasulullah sabdakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barang siapa yang puasa Ramadhan dan mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka itu akan menjadi pelebur dosa yang dilakukan sebelumnya&lt;/span&gt;” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar puasa kita bertabur &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rahmat&lt;/span&gt;, penuh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berkah&lt;/span&gt;, dan bermakna
