Senin, 02 Januari 2012

Lembaran Baru 2012

Bismillahirrahmanirrahim,

Membuka lembaran baru di awal tahun 2012, penulis ingin menyoroti “batur dhewek”; group (komunitas) di situs jejaring sosial facebook yang penulis ikuti dan dikelola bersama rekan-rekan (batur) sedaerah. Dengan mengambil moment “tahun baru, semangat baru”, MagarsariPost sebagai official site of “batur dhewek” mencoba memberikan apresiasi atas keberadaan group yang pada bulan Maret 2012 ini memasuki tahun ke-2.

Di tengah gemeruduknya pertumbuhan group-group yang bertebaran di situs jejaring sosial facebook, baik berupa group musiman, group latah-latahan, group organisasi maupun perkumpulan, group penggalangan dukungan atau group yang lainnya, menurut pengamatan penulis (looking by seluler), keberadaan group “batur dhewek” cukup eksis (aktif).

Buktinya, dari sekitar 24 groups di akun facebook yang penulis ikuti, hanya 5-7 group saja yang masih aktif, dan satu diantaranya adalah group “batur dhewek” yang eksis dengan slogannya : “BATUR DHEWEK ngumpul ning kene kih”.

Memang, untuk ukuran heboh-hebohan atau seru-seruan, grup ini belum mencapai itu, karena anggotanya saja --hingga 31 Desember 2011 : 00:00-- belum mencapai 200 peserta (masalah ini, pengurus tidak pasang target, pen.). Meski demikian, group ini tidak pernah kosong dari kunjungan anggotanya. Setiap harinya ada saja yang mampir walau cuma (andon) nongol kemudian kabur lagi, sekedar memberikan jempol sebagai tanda suka (like this) atau tidak sedikit juga yang selalu update status....

Biasanya status yang di-update adalah guyonan seputar kampung halaman, nostalgia tentang masa lalu, saling sapa teman sebaya, share informasi; pekerjaan, tempat tinggal --karena memang anggota group "batur dewek" tersebar di segala penjuru (dalam dan luar negeri), bukan cuma ada di Gedongan sebagai tanah kelahiran--, berbagi berita dan informasi tentang keluarga, dan juga berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Dan yang akhirnya penulis menjadi tergelitik untuk posting Lembaran Baru 2012 ini adalah update status salah seorang anggota group “batur dhewek” berikut ini :

Zekai Alfariz : Pantaskah kta sbgai umat muslim mngucapkn natal?......... Sdangkn kta sbagai umat bragama dtuntut untk saling toleransi antr umat bragama, sbagian ulama mngatakn sah2 ja, coz natal tu cma ulang tahun se yesus, tp sbagian lg mngatakn, jika kta(muslim) mngucapkn slamat natal, tu sama ja kta prcya dgn klahiran yesus, bukankah Islam tu agama yg mngerti & saling mnghargai antar umat bragama?.............
Dari status ini kemudian timbul komentar, yang disambut dengan komentar-komentar lain lagi yang selanjutnya bermunculan banyak komentar, sehingga menjadi sebuah thread dialog terbuka yang lumayan panjang.

Dalam pantauan penulis, inilah thread terpanjang (sebanyak 29 komentar) yang pernah ada di group “batur dhewek” semenjak grup ini didirikan, sehingga tidak berlebihan kalau MagarsariPost menjadikan thread ini sebagai trendsetting of 2011. Fenomena ini mengindikasikan bahwa bila diberi kesempatan atau peluang, sebetulnya para anggota group “batur dhewek” memiliki potensi yang besar dalam perpikir kritis dan taktis.

Selengkapnya tentang status Zekai Alfariz dan komentar-komentar dapat disimak pada thread berikut :

Zekai Alfariz : Pantaskah kta sbgai umat muslim mngucapkn natal?......... Sdangkn kta sbagai umat bragama dtuntut untk saling toleransi antr umat bragama, sbagian ulama mngatakn sah2 ja, coz natal tu cma ulang tahun se yesus, tp sbagian lg mngatakn, jika kta(muslim) mngucapkn slamat natal, tu sama ja kta prcya dgn klahiran yesus, bukankah Islam tu agama yg mngerti & saling mnghargai antar umat bragama?............. | [Suka] · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 25 Desember 2011 pukul 15:32 melalui seluler
Status ini disuka oleh : Dela Lathifah MUkhlas, Yusha Chris Banazphati, dan Sule Btpaie Thegenchercommunity Cirebontimoer
  • Ahmad Syifa toleransi berlaku hy urusan muamalah, hbng sosial, bkn mslh aqidah. Mengucapkan "slmat natal" msk dlm ranah aqidah, yg jls hkmnya "haram" mutlaq. krn natal adl mengkui hari lhr yesus sebagai anak tuhan yg dlm aqidah Islam jelas sgt menyimpang | 25 Desember 2011 pukul 19:34 melalui seluler · [Suka · 3]
  • Jawawi Yahdi ‎@Kang Faunk: cocog kang...!!!! meski cuma sekedar ucapan, tapi jero loh... iki masalah aqidah. Bukan masalah toleransi.... | 25 Desember 2011 pukul 21:13 · [Suka]
  • Ahmad Syifa camkan! Magarsari Post: Haramnya Kaum Muslim Ikut Natalan magarsari.blogspot.com | 25 Desember 2011 pukul 22:11 · Suka ·
  • Ade Opanzslankkissme anti poke ch...harm hukme bagi kt..!!tp seandainya kash makann hukume ap kang, .? | 25 Desember 2011 pukul 22:23 melalui seluler · [Suka]
  • Zekai Alfariz Ahmad syifa@ bukankah ucapan tu bkn brrti dri hti, sdangkan kpercyaan tu dri hti, trs pa arti dri sbuah fanatik?......... | 25 Desember 2011 pukul 23:02 melalui seluler · [Suka]
  • Yusha Chris Banazphati Bahkan saya lihat di station Tv(Metro TV) BANSER pun ikut mengamankan jalan'y acara di gereja... itu bagai mmana hukum'y...??? | 25 Desember 2011 pukul 23:53 melalui seluler · [Suka]
  • Jawal Jawil Wongcilik Pengene hukum agama Islam, apa UUD.Pancasila... | 26 Desember 2011 pukul 0:06 melalui seluler · [Suka]
  • Yusha Chris Banazphati ini kan ttg agama mas bro... Klo utk UUD si di bolehkan.. | 26 Desember 2011 pukul 0:12 melalui seluler · [Suka]
  • Jawawi Yahdi ‎@zekai alfariz: Kalau nt mau tahu betapa bukan main-mainnya sebuah ucapan, coba pelajari lagi hukum2 seputar perkawinan. contoe: 1. gara2 ucapan "qobiltu nikahaha...dst..." maka yang sebelumnya haram jadi halal. 2. Gara2 ucapan "wis pegatan bae lah..." jadi pegat. Jadi ada konsekwensi dalam semua ucapan.... | 26 Desember 2011 pukul 6:17 · [Suka · 1]
  • Zekai Alfariz Jawawi@ trs hendak'y pa yg hrus kta lakuin tntng ksragaman & kserasian dlm bragama, bukankah smua tu dri hti & niat dri dlm diri, sdangkn they ja dgn segan mngucapkn met idul fitri, trs balasa salam pa yg hrus kta lakuin sbagai umat muslim?....... | 26 Desember 2011 pukul 6:30 melalui seluler · [Suka]
  • Ahmad Syifa ‎@zekai : tdk ada ucapan/tindakan yg tdk didahului dr hati, kcuali ucapanya org yg ngelindur, tdk dlm keadaan sadar/gila. Dg mengucap brarti kita tlh berpikir, dan pola pikir menohok dlm hati.
    F
    anatik adl tdk bergoyah dg stu kyakinan (istiqomah) dan tdk mencampuradukan 1 kyakinan dg kyakinan lainya. | 26 Desember 2011 pukul 7:18 melalui seluler · [Suka · 1]
  • Ahmad Syifa ‎@Yusha Chris Banazphati : banser NU ikut serta dalam pengamanan natal dlm rangka kemanusiaan, bukan menyepkati kepercayaannya bahwa yesus itu tuhan. melindungi jiwa/nyawa hukumnya wajib karena Islam adl agama rahman-rahim (kasih-sayang), bkn hanya sesama manusia bahkan kpd makhluk lain pun sepereti binatang, Islam mengajarkan untuk mengasihi dan menyayangi.
    Ade Opanzslankkissme : kasih makan kepada siapapun boleh, wong ayam bae, kucing bae, kudu dipakani apa maning menungsa, hehe....
    @Jawal Jawil Wongcilik : urip ning negara sing nglindungi warganya untuk bebas memilih dan melaksanakan agama dan ajarannya sesuai kepercayaan dan keyakinannya, lebih baik (jare kita), daripada negara berasaskan Islam namun Islam hanya digunakan sebagai alat untuk memperjuangkan kepentingan politiknya
    @Zekai Alfariz : itu hanya akal bulus mereka, sok menghadiri hari raya kita dan mengucapkan selamat, berharap bhw kita juga ak berbuat demikian ktk mereka merayakan hari rayanya. hukum ikut/mengucapkan selamat natal adl haram (berdasarkan Fatwa MUI 1981, baca : ), sementara mereka tdk punya dasar membolehkan atau melarang umatnya mengikuti/mengucapkan selamat ketika ada umat lain merayakan hari raya, karena dalam panduan tdk dijelaskan, kitab sucinya belum sempurna. karena itu agama Islam menjadi penyempurna semua agama. di luar Islam tidak berlaku halal-haram, di luar Islam tidak ada musyrik, murtad, kafir. oleh karenanya bereka dapat berbuat sekehendaknya | 26 Desember 2011 pukul 8:25 · [Suka · 2]
  • Ade Opanzslankkissme matur kesuhun sange+ kangge pemaskne..intie ch, bagiku agamku. bgimu agamamu.... | 26 Desember 2011 pukul 8:33 melalui seluler · [Suka · 1]
  • Ahmad Syifa bener pisan. Srowal, klambi bagen digadaikan, dompet ga pa2 dirampas copet, cinta biarkan ada yg meminta, tp aqidah wlw hrs bertaruh nyawa, pantang utk dilepaskan.... | 26 Desember 2011 pukul 8:49 melalui seluler · [Suka]
  • Ade Opanzslankkissme hehe jre wng bngn kah..Islam agmku kabh kblat ku...sok pilih partai ap mnggo kang dsnengi wkwk. | 26 Desember 2011 pukul 8:56 melalui seluler · [Suka]
  • Amienn Mubarokh Trus bagaimana implementasi dri Hambum minan Naas,, bukan kah kita di ajarkan untuk berhubngn baik dengan manusia,, ?trus adakah didalam Al-quran dan alhadist mengenai pelarangan mengucapkan hari besar agama lain? | 26 Desember 2011 pukul 9:11 melalui seluler · [Suka]
  • Jawal Jawil Wongcilik Aja pada luntur aqidaeh .....bagen urip ning kota, Kudu pinter2 nyimak., bagen negarae binggung,,
    hukum'e bingung, wong Islame aja melu bingung....ayo lawan wong yahudi, nasrani, yg ta'pernah puas memecah umat Islam. | 26 Desember 2011 pukul 11:49 melalui seluler · [Suka · 1]
  • Ahmad SyifaAmienn Mubarokh : hablum minan-naas bs diartikan sbg relationship sesama manusia, krn manusia makhluk sosial yg tdk dpt hidup sendiri tanpa perantara orang lain. relationship ini sah2 sj dg siapa pun, semisal hubungan bisnis, pertemanan, pekerjaan dll. bisa saja anda 1 sekolah, sekampus atau sekantor dg org2 non-muslim, bertetangga dan bekerjasama dg mrk tdk masalah asalkan saling menghormati dan tdk mencampuradukan aqidah, Islam tdk melarang itu. Nmn bila sdh bersentuhan dg aqidah/keimanan, Islam tegas : “lakum diinukum waliya diin…” (bagimu agamamu, bagiku agamaku), “lanaa a’maaluna walakum a’maalukum” (urusan ibadahku urusanku, dan urusan ibadahmu urusanmu).
    Rasulullah bersabda (lamon salah dialokaken) : “man tasyabbaha biqawmin, fahuwa minhum”. (artine : sapa wonge melu-meluan kaya golongan sejen, maka deweke wis kepanjing golongan kaum mau) | 27 Desember 2011 pukul 8:10 · [Suka]
  • Ahmad SyifaAmienn Mubarokh : bisa dibayangkan kalo semua org di jakarta beragama Islam, trus siapa yg mo nyetir metro mini kalo lg sholat jumat :) hehe.... (just joke!). justru dg keberagaman kepercayaan dan golongan utk menguji iman dan aqidah kita, apa bs dipegang teguh/tidak | 27 Desember 2011 pukul 8:12 · [Suka]
  • Amienn Mubarokh Trus bagaimna dngn presiden yg beragama Islam dia sebagai pemimpin negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan,, sebagai kepla negara presiden harus ikut dlm peryaan hari besar rakyat nya tanpa pndang agama,, Gus Dur pun pernah menghadiri semua perayaan hari besar agama lain,, dan beliau jg mengucapkan selmat Natal dan agama lain nya,, bahkan saya mendngar entah betul apa tidak bahwa keluarga Gus Dur ikut kebktian di Gereja,, sedangkan anda tau sendri gus Dur adalah anak dari pendiri NU menurt pendapat anda bgaimana? | 27 Desember 2011 pukul 9:50 melalui seluler · [Suka]
  • Jawal Jawil Wongcilik seorang RI : 1, 2, 3 dst baik muslim taw non muslim hrs punya jiwa merangkul, mengayomi, menggebalakan semua pihak, ..jka tdk tentu berakibat pd ketidak stabilan roda pemerintahan kegaduhan, kerusuhan disana sini, diskriminasi, disintegrasi, dsb.... ngerii.com | 27 Desember 2011 pukul 18:09 melalui seluler · [Suka]
  • Jawal Jawil Wongcilik Untuk lebih jelas tanya langsung ke GUS DUR...apa prnh ke greja/baktian... yg saya tau Gus dur tokoh NU, prnh juga di sebut tokoh pluralisme/lintas agama dngn logat humornya yg khas .... gitu aja kok repooot., .hehee | 27 Desember 2011 pukul 18:47 melalui seluler · [Suka]
  • Ade Opanzslankkissme wis wis ...kt kmbli ke ajaran kta masing"\\// | 27 Desember 2011 pukul 19:36 melalui seluler · [Suka]
  • Ahmad SyifaAmienn Mubarokh : nampaknya nt mesti menyimak permasalahannya. nih biar jelas ane co-pas statusnya Zekai Alfariz yaitu : "Pantaskah kta sbgai umat muslim mngucapkn natal?......... Sdangkn kta sbagai umat bragama dtuntut untk saling toleransi antr umat bragama, sbagian ulama mngatakn sah2 ja, coz natal tu cma ulang tahun se yesus, tp sbagian lg mngatakn, jika kta(muslim) mngucapkn slamat natal, tu sama ja kta prcya dgn klahiran yesus, bukankah Islam tu agama yg mngerti & saling mnghargai antar umat bragama?.............", dan berdasarkan fatwa MUI tahun 1981 jawabannya adl "tidak pantas", bahkan HARAM.
    permasalahan nt tentang "bagaimna dngn presiden yg beragama Islam dia sebagai pemimpin negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan,, sebagai kepla negara presiden harus ikut dlm peryaan hari besar rakyat nya tanpa pndang agama,, Gus Dur.... dst." di luar masalah tadi wlw masih berhubungan. masalahan ini sudah dijawab Jawal Jawil Wongcilik : namun ane juga mo nambahin sedikit : sumber hukum Islam adl alquran-hadis, sementara hukum negara diatur ol undang2. Presiden menghadiri acara natalan, nyepi atw lainya dan mengucapkan "selamat" pdh ia orang Islam, itu bagian dari tugas negara utk mengayomi semua rakyatnya yg memliki kepecayaan, adat dan budaya yg homogen. Demi menjaga kestabilan bangsa, seorang presiden bisa/boleh saya melakukan itu asalkan tidak merubah keyakinannya.
    Adapun GusDur, tidak bisa kita menyamakan semua orang seperti beliau. Apa yg dilakukannya kemudian kita ikuti dan kita bs melakukannya. Di negara mana sih, ada seorang yg (maaf) buta tapi bisa memimpin negera?, yg sempurna sj sulit, itu apalagi org yg memiliki kekurangan. Sgt mustahil. Namun itulah kelebihannya GusDur, dan ente bukan GusDur, toh?.
    Lagi pula syariat tidak bisa disandarkan dengan apa yg dilakukan oleh tokoh (tdk GusDur, tdk juga SBY atw Sri Sultan), tapi syariat berpedomankan alquran-hadis. dan ini dikembalikan kpd individu, apk ia mau menjalankan syariat atw mau tetap keukeh dg logikanya? up to you .... | 27 Desember 2011 pukul 22:55 ·
    [Suka · 1]
  • Ahmad Syifa semoga ini dpt menjadi pencerahan : Magarsari Post: Pesan Pluralisme dalam Perayaan Natal | magarsari.blogspot.com | 27 Desember 2011 pukul 23:10 · [Suka · 4]
  • Tha'ievzt Muhammad tuhan kita sama, kiblat kita sama, tujuan shalat sama, yang membedakan adalah cara untuk menuju ke satu titik yaitu Allah,,, llakum dinukum waliadin....wa latatabiu khutuwati saython innahum aduwumubin..... | Jumat pukul 15:17 · [Suka · 1]
  • Ahmad Syifa ‎>>> kiriman sing batur ::

    DIALOG YUSUF VS. JOSEPH
    =======================
    yusuf : bagaimana natalmu?
    joseph : baik, kau tidak mengucapka
    n "selamat natal" padaku?
    yusuf : tidak, agama kami menghargai toleransi antar umat beraagama, termasuk agamamu. tapi masalah ini, agama saya melarangnya.
    joseph : tapi kenapa, bukankah hanya sekedar kata2? teman muslimku yg lain mengucapkannya padaku?
    yusuf : mungkin mereka belum mengetahuianya, joseph. kau bisa mengucapkan "dua kalimat syahadat"?
    joseph : oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya. itu akan mengganggu kepercayaan saya...
    yusuf : kenapa? bukankah itu hanya kata2?! ayo, ucapkanlah :-) ...
    joseph : sekarang, saya mengerti...:-) | Kemarin jam 17:15 · [Suka · 1]
  • Zekai Alfariz Subhanallah, diskusi yg amat mnyenangkn, mnambah wa2san & ilmu, ok! Met tahun bru 2012 smoga g da lg prslisihan antar umat & hdup selaras, serasi & seimbang.
    Thanks 4 kang syifa dkk bwt sgala masukan'y & mau brbagi ilmu....... | 19 jam yang lalu melalui seluler · [Suka · 1]
  • Tha'ievzt Muhammad smoga d thn ini kta smua dpt brbah menjadi yg lbh brmanfaat lg.. | 19 jam yang lalu melalui seluler · [Suka · 1]

Alhamdulillah, mugia ndadekaken berkah.... [ASF]

Wassalam,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar